RS Meng-covid-kan Pasien? Ini Penjelasan Kementerian Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

RS Meng-covid-kan Pasien? Ini Penjelasan Kementerian Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2020 | 19:38 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Belakangan ini marak pemberitaan di sosial media maupun media massa perihal rumah sakit (RS) yang diduga “mengcovidkan” pasien. Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSSI) kembali memberikan klarifikasi mengenai hal itu.

Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemkes, Abdul Kadir, mengatakan, penanganan pasien Covid-19 yang dilakukan fasilitas kesehatan (faskes) maupun dokter tentu berpedoman pada ketentuan yang ada. Setiap alur penanganannya sudah diatur mulai dari pasien diterima, dirawat hingga meninggal atau sembuh.

Apabila seseorang berasal dari zona merah, atau memiliki kontak erat dengan kasus positif, maka mereka masuk dalam kasus suspek. Mereka masuk dalam pemeriksaan swab PCR. Ternyata dari pemeriksaan PCR itu konfirmasi positif, maka masuk dalam kategori terkonfirmasi. Ada beberapa kemungkinan dari kasus konfirmasi ini, yaitu positif tanpa gejala, positif dengan gejala ringan atau sedang, dan positif dengan gejala berat/kritis. Penanganan terhadap mereka berbeda, didasarkan pada ringan atau beratnya gejala.

Mula dari pasien positif tanpa gejala (asimptomatik). Mereka dianjurkan untuk isolasi mandiri di rumah atau di fasilitas yang disediakan pemerintah. Setelah 10 hari isolasi mandiri, apabila tidak menunjukkan gejala lebih lanjut, maka pasien boleh dipulangkan tanpa harus dilakukan pemeriksaan PCR lagi. Pasien diberikan surat keterangan yang menyatakan dia sudah sembuh.

Untuk pasien positif dengan gejala ringan dan sedang bisa dilakukan isolasi di RS darurat seperti Wisma Atlet. Bisa juga dirujuk ke RS rujukan untuk isolasi, mendapatkan pengobatan dan dilakukan observasi guna antisipasi kemungkinan kondisinya makin berat. Setelah 10 hari menjalani isolasi, apabila tidak menunjukkan gejala, ditambah 3 hari bebas demam dan gejala pernapasan, maka tanpa pemeriksaan PCR pun pasien dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

Apabila pasien positif dengan gejala berat/kritis, maka perlu penanganan khusus. Pasien dikirim ke RS rujukan untuk mendapatkan perawatan di ruang isolasi atau bila diperlukan ruang ICU. Setelah 10 hari dirawat tidak menunjukkan gelala ditambah 3 hari bebas demam dan gejala pernapasan ditambah lagi dengan satu kali pemeriksaan PCR dengan hasil negatif, maka pasien dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

“Semua keputusan apakah pasien dipulangkan atau tidak dipulangkan tergantung pada dokter penanggung jawab pasien (PDJP). Karena bisa saja ada kondisi klinis atau kormobid selain Covid-19, maka itu tentunya ditentukan oleh PDJP,” kata Kadir dalam temu media secara virtual, Jumat (16/10/2020).

Pasien dapat dipulangkan dari perawatan di RS bila selesai isolasi dan memenuhi sejumlah kriteria. Misalnya dilakukan assesement klinis menyeluruh termasuk di antaranya gambaran radiologis dan pemeriksaan darah menunjukkan perbaikan, serta oleh DPJP menyatakan pasien diperbolehkan pulang. DPJP perlu mempertimbangkan waktu kunjungan kembali pasien dalam rangka masa pemulihan. Khusus pasien konfirmasi dengan gejala berat atau kritis yang sudah dipulangkan tetap melakukan isolasi mandiri minimal 7 hari dalam rangka pemulihan dan kewaspadaan terhadap munculnya gejala Covid-19.

Sekretaris Kompartemen Jaminan Kesehatan Pengurus Pusat PERSSI, dr. Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, hingga saat ini belum ada pengaduan resmi dari pasien yang merasa dicovidkan oleh RS. Kabar tersebut baru beredar di sosial media, dan tidak pernah disebutkan nama RS yang diduga melakukan praktik tersebut.

Menurut Tonang, isu tentang RS meng-covid-kan pasien muncul dari ketidakpahaman masyarakat terhadap ketentuan yang ada. Ia mencontohkan, masyarakat merasa RS menahan pasien berlama-lama agar mendapatkan pembayaran lebih dari biaya klaim Covid-19 yang dibayarkan pemerintah. Menurut Tonang, dalam Permenkes 446/2020 yang mengatur tentang Juknis Pembiayaan Layanan Covid-19, ada klausal yang menyebutkan bahwa RS merujuk sampai sekian jam akan dapat sekian persen dari klaim. Klausal ini yang menimbulkan pertanyaan di masyarakat seolah RS dengan sengaja menahan pasien agar mendapatkan pembayaran lebih.

“Kami luruskan bahwa justru dengan ketentuan ini kami mendorong RS untuk segera merujuk pasien (ke faskes yang punya kemampuan). Kalau tidak merujuk segera, maka RS ini harus merawat pasien dengan biaya besar. Padahal biaya klaim layanan Covid-19 bagi RS yang merujuk ini persentasenya tidak full. Semakin lama dirawat, semakin besar biaya yang tidak bisa diklaim oleh RS. Jadi jangan salah paham,” kata Tonang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Megawati Minta Banteng Muda Indonesia Punya Outward Looking dan Membangun Optimisme

Di tengah pandemi yang belum tahu kapan berakhir, PDIP termasuk BMI komitmen hadir di tengah rakyat, sehingga harus aktif turun ke bawah.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Dandim Manggarai Ajak Wartawan Ciptakan Suasana Kondusif

Dandim Manggarai, NTT, Letkol Ivan Alfa mengajak wartawan turut serta menciptakan suasana kondusif di wilayah tersebut.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Tersangka Eks Danjen Kopassus Minta Penjadwalan Ulang Pemeriksaan di Bareskrim

Tersangka sedang medical check up di RS Pondok Indah.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Empat Tersangka Kasus Red Notice Diserahkan ke Kejaksaan

Bareskrim Polri menyerahkan empat tersangka dan barang bukti dalam penyerahan berkas perkara tahap II kasus gratifikasi pengurusan red notice Djoko Tjandra.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Kemag dan MUI Bersinergi Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk Usaha Kecil

Sertifikat halal penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri pelaku usaha mikro kecil dan mendorong mereka untuk memperluas akses pasar produk halalnya.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

652 Pasien Covid-19 di Bengkulu Dinyatakan Sembuh

Sebanyak 47 pasien masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Bengkulu.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Kunjungi Lokasi Transmigrasi, Wamendes Tanam Padi Organik di Wajo

Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi menyambangi lokasi transmigrasi UPT Bekkae 2 Desa Passeloreng di Wajo. Di sini, Budi Arie menanam bibit padi gogo organik.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Pelni Harapkan 18 Pemda Segera Buka Akses Pelabuhan

Pelni terus mendorong pemerintah daerah di 18 wilayah pelabuhan yang masih melakukan penutupan terbatas agar segera membuka diri.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Hadapi Covid-19, Satgas: Tingkatkan Iman dan Takwa

Doni Monardo mengajak umat dan masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam menghadapi ancaman infeksi virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

KPU Pandeglang Tetapkan DPT Pilbup 904.782

KPU telah menetapkan Daftar Pemilihan Tetap (DPT) pada Pilbup Pandeglang 2020 sebanyak 904.782 pemilih.

NASIONAL | 16 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS