Siap Jalani Sidang, John Kei Tegaskan Tidak Lakukan Penyerangan
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-9.35)   |   COMPOSITE 5783.33 (-76.79)   |   DBX 1064.04 (3.55)   |   I-GRADE 168.858 (-3.6)   |   IDX30 499.932 (-11.4)   |   IDX80 131.904 (-2.74)   |   IDXBUMN20 373.781 (-10.16)   |   IDXG30 136.463 (-2.36)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-9.17)   |   IDXQ30 146.101 (-3.1)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-1.16)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-3.76)   |   IDXV30 127.988 (-2.92)   |   INFOBANK15 983.467 (-16.37)   |   Investor33 429.105 (-8.52)   |   ISSI 169.797 (-2.23)   |   JII 620.069 (-13.02)   |   JII70 213.196 (-3.7)   |   KOMPAS100 1177.3 (-20.81)   |   LQ45 920.112 (-19.2)   |   MBX 1606.46 (-25.01)   |   MNC36 321.125 (-6.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-2.51)   |   SMInfra18 295.49 (-7.02)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-7.34)   |  

Siap Jalani Sidang, John Kei Tegaskan Tidak Lakukan Penyerangan

Senin, 19 Oktober 2020 | 16:42 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka John Refra Kei alias John Kei menyatakan siap menjalani sidang kasus pembunuhan di Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat serta penyerangan di kediaman Nus Kei, di Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang. Rencananya, penyidik akan melakukan pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti ke kejaksaan, hari ini, Senin (19/10/2020).

Sebelum dilimpahkan ke kejaksaan, John Kei sempat mengatakan kepada awak media kalau Nus Kei merupakan anak buahnya dan apa yang dikatakannya adalah omong kosong belaka.

"Kalau sudah P21 artinya kita sudah siap untuk disidangkan," ujar John Kei ketika dibawa penyidik ke Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk pelimpahan tahap dua, Senin (19/10/2020).

John Kei menyampaikan, pernyataan Nus Kei selama ini merupakan omong kosong dan dibuat-buat. Dia pun menuturkan, kalau Nus Kei merupakan anak buahnya.

"Apa yang disampaikan statement Agarapinus (Nus Kei) itu semua dibuat-dibuat, itu semua omong kosong belaka. Dia itu bukan siapa-siapa saya, dia anak buah saya. Saudara Nus, dia anak buah saya. Saya bawa dia ke Jakarta dan saya yang bikin dia hidup di Jakarta," ungkapnya.

John Kei menuturkan, kasus ini bermula ketika Nus Kei meminjam uang Rp 1 miliar kepadanya ketika masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat.

"Pinjam uang Rp 1 miliar dan dia akan ganti uang Rp 2 miliar dalam waktu 6 bulan. Nah dari 2013, sampai saya bebas, dia enggak datang. Saya kirim utusan ke rumahnya dia nggak datang. Makanya saya kirim anak-anak dari kampung sendiri untuk menagih dia, tapi dia enggak datang. Akhirnya saya kasih kuasa ke saudara Daniel Farfar untuk menagih dia," katanya.

Menurut John Kei, dirinya tidak tahu peristiwa yang terjadi. Dia hanya memberikan kuasa kepada Daniel untuk menagih utang.

"Jadi kalau untuk peristiwa apa pun saya enggak tahu. Saya cuma suruh menagih hak saya ke dia, apa saya salah? Nggak mungkin saya baru bebas 7 tahun 10 bulan di penjara, lalu saya berbuat masalah, berarti saya orang gila. Saya masih waras. Dan pertobatan saya ini benar hanya saya dan Tuhan yang tahu," jelasnya.

John Kei menambahkan, dirinya sama sekali tidak menyuruh melakukan penyerangan atau pembunuhan, hanya meminta untuk menagih utang.

"Nggak ada sama sekali. Saya baru bebas dari penjara, orang gila pun nggak mungkin melakukan hal itu. Jadi kalau saya bunuh dia, uang saya hilang, uang saya lebih mahal, 1 miliar uang gede bukan uang kecil. Jadi apapun statement dia di medsos, di TV itu omong kosong belaka. Saya tekankan lagi Nus adalah dia bukan siapa-siapa saya. Saya yang bawa dia dari Kei Ambon ke Jakarta. Saya yang bikin hidup dia. Dia anak buah saya, dia bukan paman ya. Dia selalu ngomong oh itu ponakan saya, itu omong kosong," terangnya.

Dia menegaskan, Nus Kei harus berkata jujur kalau meminjam uang Rp 1 miliar dan akan diganti Rp 2 miliar dalam kurun waktu 6 bulan.

"Saya minta Nus belajar jujur katakan apa adanya. Karena Anda datang ke Salemba, Anda pinjam uang Rp 1 miliar dan Anda akan ganti Rp 2 miliar selama 6 bulan. Coba berkata jujur, jangan kebohongan di atas kebohongan. Kalau masalah ditagih ya, urusan kerusakan, itu urusan pelaku dengan Anda. Saya enggak punya masalah dengan Anda. Saya hanya nyuruh nagih uang Rp 1 miliar yang kamu janji bayar Rp 2 miliar," katanya.

John Kei menuturkan, dirinya sudah difitnah. Namun, dia akan memaafkan karena Tuhan mengajarkan untuk memaafkan orang yang bersalah.

"Kesaksian kamu kemarin jelas kan, tagih uang jangan masalah ini saya enggak ngerti. Kamu fitnah saya di mana-mana, tapi enggak apa-apa saya sudah bertobat, saya tetap mengampuni kamu. Saya memaafkan kamu ya, karena saya diajarkan Tuhan saya harus bisa memaafkan orang dan saya mengampuni orang yang bersalah kepada saya," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, kelompok John Kei melakukan penyerangan dan perusakan di rumah pamannya Nus Kei, di Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (21/6/2020) siang. Seusai melakukan perusakan, pelaku keluar sambil menabrak gerbang perumahan dan melepaskan setidaknya tujuh kali tembakan.

Selain menyerang kediaman Nus Kei, kelompok John Kei juga melakukan penganiayaan terhadap anak buah Nus Kei, di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Korban Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin meninggal dunia, sementara rekannya Angky mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam.

Pasca-kejadian, polisi mengamankan John Kei dan 38 anak buahnya di Jalan Tytyan Utama X, Medan Satria, Kota Bekasi serta beberapa wilayah lainnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Curah Hujan Tinggi, Kepala Desa Diminta Antisipasi Bencana

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar telah menginstruksikan pemerintah desa untuk mengantisipasi potensi bencana angin, banjir, dan longsor.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Mendagri Imbau Warga ke Luar Kota saat Libur Panjang Lakukan Tes PCR

Dengan melakukan tes PCR sebelum pergi liburan ke luar kota, maka sudah dapat dipastikan warga bepergian dalam keadaan sehat.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

MAKI: Skandal Jiwasraya Catatkan Rekor Baru Vonis Seumur Hidup Bagi Koruptor

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis empat terdakwa kasus korupsi Jiwasraya divonis hukuman penjara seumur hidup.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Besok, Soenarko Dipanggil Polisi Sebagai Tersangka

Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko akan dipanggil sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata ilegal, Selasa (20/10/2020).

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Polisi Telusuri CCTV untuk Identifikasi Penabrak Mobil Hanafi Rais

Polisi sudah mengetahui identitas kendaraan yang diduga menabrak mobil yang ditumpangi Ahmad Hanafi Rais Wiryosudarmo.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Lima Nama "Tuhan" Masuk DPT Pilkada Jember

Nama "Tuhan" tersebut sudah masuk dalam DPT pemilu sebelumnya, yakni pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019, sehingga nama tersebut benar-benar ada dan bukan rekayasa

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Puan Maharani Salurkan Bansos untuk Warga Bali

Ketua DPR RI Puan Mahari menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi warga Bali yang terdampak Covid-19.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Perketat Pintu Masuk Lokasi Wisata

Satgas Covid-19 Sumut akan melakukan penyekatan di setiap pintu masuk di kabupaten maupun kota yang ramai dikunjungi saat liburan panjang di daerah wisata.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Drainase Vertikal Juga Menjamin Cadangan Air Tanah

Menabung air hujan maka meminimalisasi genangan dan memiliki cadangan air.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Cegah Banjir Jakarta dengan Menabung Air Hujan

Air hujan cukup untuk memenuhi kebutuhan 20 juta penduduk Jakarta

NASIONAL | 19 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS