KPK Pastikan Usut Keterlibatan Pihak Lain di Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia

KPK Pastikan Usut Keterlibatan Pihak Lain di Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Senin, 19 Oktober 2020 | 17:37 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan sedang mengusut dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran produk PT Dirgantara Indonesia (PT DI). KPK tak ragu menjerat pihak lain yang terlibat dalam kasus korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara sekitar Rp 205,3 miliar dan USD 8,65 juta tersebut.

"Saat ini KPK masih terus mengembangkan perkara ini dengan mengumpulkan alat bukti dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2020).

Sejauh ini, KPK baru menetapkan mantan Dirut PT DI, Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani sebagai tersangka. Namun, terdapat sejumlah pihak lain, termasuk sejumlah mantan direksi PT DI yang diduga terlibat dan kecipratan aliran dana dari korupsi tersebut.

Ali Fikri masih enggan mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat. Ali berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus ini ke publik, termasuk setelah adanya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut," kata Ali.

Proses penyidikan kasus yang menjerat Budi Santoso dan Irzal Rizaldi saat ini sudah masuk tahap penuntutan. Jaksa Penuntut sudah menyusun surat dakwaan keduanya dan melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor Bandung untuk disidangkan.

"Selanjutnya menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan penetapan jadwal persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan," kata Ali.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia. Keduanya diduga melakukan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa fiktif terkait penjualan dan pemasaran produk PT DI seperti pesawat terbang, helikopter dan lainnya.

Budi Santoso dan Irzal serta sejumlah pihak lain diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp 330 miliar yang merupakan nilai yang telah dibayarkan PT Dirgantara Indonesia (persero) kepada enam perusahaan mitra/agen dalam kurun tahun 2011 hingga 2018.

Padahal keenam perusahaan mitra, yakni PT Angkasa Mitra Karya, PT Bumiloka Tegar Perkasa, PT Abadi Sentosa Perkasa, PT Niaga Putra Bangsa, dan PT Selaras Bangun Usaha tidak pernah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian.
Dari nilai tersebut, KPK menduga Budi Santoso dan Irzal serta sejumlah direksi PT Dirgantara Indonesia menerima aliran dana sekitar Rp 96 miliar.

Selain Budi dan Irzal, Direksi PT Dirgantara Indonesia lainnya yang disebut turut kecipratan aliran dana yakni, mantan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia dan mantan Direktur Aerostructure yang kini menjabat Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh serta mantan Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan, Arie Wibowo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Alasan Polisi Tahan Penghina Moeldoko

Penghina Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ditahan karena ujaran kebencian yang dilontarkannya.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Jelang Libur Panjang, Pengelola Wisata Diingatkan Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Komite kebijakan tidak akan segan-segan memberi sanksi bagi pengelola tempat wisata yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Gubernur Sumut Minta Kepala Daerah Aktif Kampanyekan 3M

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menilai protokol kesehatan merupakan kunci utama dalam memutus mata rantai prnyebaran virus corona.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Menjamu 2 Jenderal Tersangka Skandal Djoko Tjandra, Kajari Jaksel Diminta Dievaluasi

Anang Supriatna memberikan perlakuan berbeda seperti jamuan makan kepada Napoleon Bonaparte dan Prasetijo Utomo.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Siap Jalani Sidang, John Kei Tegaskan Tidak Lakukan Penyerangan

John Kei menyatakan dirinya sama sekali tidak menyuruh melakukan penyerangan atau pembunuhan, hanya meminta untuk menagih utang.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Curah Hujan Tinggi, Kepala Desa Diminta Antisipasi Bencana

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar telah menginstruksikan pemerintah desa untuk mengantisipasi potensi bencana angin, banjir, dan longsor.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Mendagri Imbau Warga ke Luar Kota saat Libur Panjang Lakukan Tes PCR

Dengan melakukan tes PCR sebelum pergi liburan ke luar kota, maka sudah dapat dipastikan warga bepergian dalam keadaan sehat.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

MAKI: Skandal Jiwasraya Catatkan Rekor Baru Vonis Seumur Hidup Bagi Koruptor

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis empat terdakwa kasus korupsi Jiwasraya divonis hukuman penjara seumur hidup.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Besok, Soenarko Dipanggil Polisi Sebagai Tersangka

Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko akan dipanggil sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata ilegal, Selasa (20/10/2020).

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Polisi Telusuri CCTV untuk Identifikasi Penabrak Mobil Hanafi Rais

Polisi sudah mengetahui identitas kendaraan yang diduga menabrak mobil yang ditumpangi Ahmad Hanafi Rais Wiryosudarmo.

NASIONAL | 19 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS