Soenarko Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Soenarko Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:20 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko akhirnya muncul untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan kepemilikan senjata illegal di Bareskrim, Selasa (20/10/2020).

“Datang pukul 10.00 tadi bersama pengacara dan mulai diperiksa pukul 10.45. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung,” kata Kabag Penum Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Selasa.

Seperti diberitakan setelah sekian lama tak terdengar kabarnya, Dit Pidum Bareskrim menjadwalkan pemeriksaan terhadap Soenarko pada Jumat (16/10/2020) dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Namun Soenarko minta penjadwalan ulang.

Kasus Soenarko awalnya diungkap oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan saat itu, Wiranto, dalam jumpa pers di kantornya pada 21 Mei 2019. Wiranto mengatakan, Soenarko jadi tersangka terkait kepemilikan senjata api ilegal yang diduga akan digunakan dalam kerusuhan 22 Mei 2019.

Saat itu pecah bentrok antara massa dengan aparat di sejumlah titik sekitar Sarinah, Tanah Abang, dan Sabang. Ini bermula dari aksi unjuk rasa para pendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno di depan kantor Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), Sarinah, Jakarta Pusat. Pasangan tersebut kalah dari Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Saat itu Soenarko pun sempat mendekan dalam tahanan. Namun, polisi mengabulkan penangguhan penahanan Soenarko yang diajukan dengan penjamin Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Namun kini Soenarko dipanggil untuk kembali diperiksa.

Dalam kasus ini sebenarnya bukan hanya Soenarko yang jadi tersangka. Tapi juga ada Kivlan Zein, Habil Marati, dan Komjen (pur) Sofyan Jacob.

Hanya Kivlan dan Habil yang sudah disidang sementara Soenarko dan Sofyan belum disidang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Seleksi Guru Penggerak Angkatan Kedua Resmi Dibuka

Sebanyak 2.800 guru penggerak akan dipilih untuk mengikuti program guru penggerak angkatan kedua.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

KPPU Dukung Pengembangan UMKM di NTB

KPPU mendukung pengembangan usaha kecil mikro menengah (UMKM) di provinsi Nusa Tenggara Barat.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Klaster Baru Kantor Perusahaan Pembiayaan, 16 Karyawan Positif Covid-19

Pemkot Solo langsung turun ke lapangan untuk melakukan tracing hingga penutupan kantor sementara waktu.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Vaksinasi di Jateng Diprioritaskan untuk Nakes dan Petugas Lapangan

Meski bulan depan Jawa Tengah baru mendapat kuota vaksin sedikit, namun pada tahap kedua Jawa Tengah akan mendapat dalam jumlah cukup besar.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Bareskrim Kebut Berkas Tersangka KAMI

Polisi memiliki masa penahanan terbatas maksimal 120 hari untuk melengkapi berkas.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Fenomena La Nina, BMKG Palu Terus Pantau Kondisi Cuaca

"Kami terus memantau dan menginformasikan kepada semua pihak kondisi cuaca di wilayah Sulteng," kata Afandi.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Gugatan Danah Hibah dan Bansos di Pengadilan Negeri Serang Dinilai Tak Miliki Dasar

Agus Rahmat menilai, apa yang dilakukan Kholid selaku penggugat, menunjukkan ketidakpahaman tentang bagaimana mekanisme untuk mengajukan gugatan.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

53 SD dan SMP di Bengkulu Tengah Diizinkan Belajar Tatap Muka

Jika selama ini satu kelas diisi 30 orang, maka saat ini hanya diisi 15 orang saja.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Abaikan Protokol Kesehatan, Perusahaan Telekomunikasi di Sleman Terancam Kena Sanksi

Berdasarkan data Satgas Covid-19 DIY, hingga saat ini sudah 92 orang terpapar virus corona dari klaster tersebut.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Muncul Klaster Demo di Semarang, Ganjar: Tahan Diri, Jangan Bikin Kerumunan

"Demonya diganti dengan cara yang lebih baik saja. Tidak di jalan dan berkerumun, tapi datang ke kami untuk menyampaikan aspirasi," ucap Ganjar.

NASIONAL | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS