Erupsi Gunung Merapi Diprediksi Tidak Bakal Sebesar 2010
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Erupsi Gunung Merapi Diprediksi Tidak Bakal Sebesar 2010

Senin, 26 Oktober 2020 | 14:11 WIB
Oleh : YUD

Yogyakarta, Beritasatu.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan bahwa erupsi yang diperkirakan akan terjadi di Gunung Merapi ke depan tidak akan sebesar erupsi pada 2010.

"Berdasarkan data pemantauan, diperkirakan erupsi berikutnya tidak akan sebesar erupsi tahun 2010 dan cenderung akan mengikuti perilaku erupsi 2006," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam acara pembukaan rangkaian peringatan Dasawarsa Merapi secara daring yang dipantau di Yogyakarta, Senin (26/10/2020).

Hanik menyebutkan berdasarkan data pemantauan yang terus dilakukan BPPTKG pascaletusan pada 21 Juni 2020, menunjukkan bahwa waktu erupsi Gunung Merapi berikutnya sudah semakin dekat.

Menurut dia, aktivitas vulkanik Merapi saat ini semakin intensif dengan berbagai kejadian gempa. Rata-rata enam kali per hari untuk gempa vulkanik dangkal (VTB) dan gempa multipase (MP) sebanyak 83 kali per hari serta deformasi mencapai 2 cm per hari.

Selain itu, pemendekan jarak tunjam juga terukur dengan alat pemantau aktivitas gunung api atau "electronic distance measurement (EDM)" dari pos pemantauan yang ada di sekeliling Merapi.

"Hal ini menunjukkan bahwa waktu erupsi berikutnya sudah semakin dekat," kata Hanik.

Hanik mengatakan aktivitas Gunung Merapi saat ini sangat berbeda dengan erupsi pada 2010 dan 2006. Erupsi Gunung Merapi saat ini merupakan rangkaian erupsi yang panjang yang dimulai sejak Mei 2018.

"Jadi sudah dua tahun lebih di mana erupsinya didominasi dengan gas yang sifatnya eksplosif tetapi dengan indeks eksplosivitas terendah yaitu satu, atau kalau dibanding dengan erupsi 2010 ini adalah seperseribu, dan seperseratus dibandingkan dengan indeks eksplosivitas erupsi 2006," kata dia.

Hanik berharap dengan status Gunung Merapi yang sampai saat ini masih waspada, masyarakat harus siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana akibat erupsi gunung yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY ini.

"Erupsi Merapi adalah sebuah keniscayaan yang masyarakat sudah beradaptasi dengannya. Hidup Harmoni dengan Merapi adalah slogan tidak sekadar slogan, namun sudah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat Gunung Merapi," kata Hanik Humaida.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jateng Antisipasi Bencana dan Libur Panjang

Tim Gabungan Kesiapsiagaan Bencana akan pro aktif dengan memulai mengolah data prediksi dari BMKG, membuat peta bencana, termasuk infrastruktur.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Ratusan Kasus Pidana Selesai Secara Restoratif, Kinerja Kejagung Diapresiasi

Kinerja Kejaksaan Agung menyelesaikan lebih dari 100 kasus pidana ringan dengan cara restoratif atau jalan damai dipandang memenuhi rasa keadilan masyarakat.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Lesehan Bareng Warga, Ben Bahat Sosialisasikan Program Unggulan

Calon gubernur (cagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Ben Brahim S Bahat melakukan sosialisasi program sambil lesehan dengan warga.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Menyapa Pohon, Mengenang Timtim

Ukuran profesionalisme di kalangan militer sangat erat dengan lingkungan.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Satu Pedagang Meninggal Akibat Covid-19, Penutupan Pasar Harjodaksino Diperpanjang

Penutupan selama tujuh hari ke depan dilakukan unutk melakukan sterilisasi secara berkala di Pasar Harjodaksino.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

7 Kecamatan di Langkat Terendam Banjir

Tingginya curah hujan membuat 7 kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), terendam banjir hingga ketinggian satu meter.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Satgas Covid-19 di Sumut Kembali Diusir saat Gelar Razia

6 anggota Satga Covid-19 diusir oleh seratusan peserta kicau burung saat menggelar razia penerapan protokol kesehatan di Lapangan APBN tersebut.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Orasi Ilmiah di Unhan, Puan Beberkan Dukungan DPR Perkuat Sistem Pertahanan

Tantangan yang dihadapi pada abad 21 secara fisik maupun nonfisik, dengan spektrum luas dapat mengancam warga negara hingga mengancam negara.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Anggota DPR: Perlu Ada Penanganan Menyeluruh untuk Banjir Bekasi

Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu berharap adanya penanganan yang menyeluruh terkait peristiwa banjir di Kota Bekasi.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Bio Farma Terus Awasi Efek Samping Vaksinasi Covid-19

Bio Farma terus melakukan pemantauan terhadap efek samping atau kejadian ikutan pasca-pemberian vaksin Covid-19.

NASIONAL | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS