Ini Alasan Polri Belum Panggil Pentolan KAMI Ahmad Yani
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-1.34)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.96)   |   DBX 1076.27 (11.92)   |   I-GRADE 169.305 (0.55)   |   IDX30 499.8 (-0.92)   |   IDX80 132.38 (-0.32)   |   IDXBUMN20 374.254 (2.01)   |   IDXG30 135.455 (0.05)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.98)   |   IDXQ30 146.053 (-0.34)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (0.27)   |   IDXV30 131.098 (-0.19)   |   INFOBANK15 988.482 (5.02)   |   Investor33 429.242 (-0.7)   |   ISSI 170.543 (-0.37)   |   JII 620.021 (-3.74)   |   JII70 214.017 (-1.07)   |   KOMPAS100 1185.8 (-0.19)   |   LQ45 922.358 (-1.18)   |   MBX 1613.53 (0.24)   |   MNC36 321.576 (-0.73)   |   PEFINDO25 321.335 (-2.97)   |   SMInfra18 295.407 (1.45)   |   SRI-KEHATI 367.139 (-0.28)   |  

Ini Alasan Polri Belum Panggil Pentolan KAMI Ahmad Yani

Senin, 26 Oktober 2020 | 18:42 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Dit Siber ternyata belum berencana mengirimkan surat pemanggilan ulang kepada Ketua Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani. Padahal sebelumnya disebutkan bila mantan anggota Komisi III DPR itu akan dipanggil Jumat (23/10/2020).

“Memang kami sudah tanyakan penyidik ada penundaan tentunya kembali lagi nanti peluangnya tergantung penyidik dibutuhkan atau tidak sebagai saksi. Penyidik masih kosentrasi dengan konstruksi hukumnya sehingga masih ditunda dulu,” kata Karopenmas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Senin (26/10/2020).

Padahal sebelumnya disebutkan jika Yani dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi sebagai pengembangan dari kasus yang menjerat deklarator KAMI Anton Permana. Anton kini telah ditahan polisi

Seperti diberitakan ada 8 aktivis KAMI yang dibekuk Mabes Polri. Rinciannya di Medan ada 4 orang dan di Jakarta ada 4 orang.

Di Medan ada Khairi Amri, sebagai admin. Ia menulis dalam WA Grup internal mereka dimana ia memosting foto kantor DPR dan ia menulis : “Dijamin komplit kantor sarang maling dan setan”. Ia juga menulis, “Kalian Jangan Takut dan Jangan Mundur.”

Lalu di Jakarta Bareskrim menangkap 4 tersangka. Jumhur Hidayat misalnya disalahkan polisi karena memosting “UU ini memang untuk primitif investor dari RRC dan Pengusaha Rakus.”

Sedangkan Anton Permana diciduk polisi karena memosting di facebook dan youtubenya, “multifungsi Polri melebihi dwi fungsi ABRI yang dulu kita caci maki” dan menulis “NKRI jadi negara kepolisian republik Indonesia.” Ia juga menulis UU Cipta Kerja bukti negara ini telah dijajah. Negara sudah dikuasai cukong.

Sedangkan Syaganda Nainggolan disalahkan karena berusaha membuat pola hasutan dan hoax, dengan mengatakan menolak Omnibus Law dan mendukung buruh.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dari Vatikan, Jusuf Kalla Umrah Memohon agar Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

JK dan rombongan memohon kepada Allah SWT untuk keselamatan bangsa dan negera.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Sertifikasi TOEIC Jangkau 75.000 Siswa SMK

Sebanyak 75.000 siswa SMK di seluruh Indonesia menerima program fasilitasi ujian sertifikasi internasional kemampuan bahasa Inggris.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Padat Karya Tunai dari Sisa Dana Desa Akan Serap 8,8 Juta Pekerja

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar akan memanfaatkan sisa dana desa untuk menyerap sekitar 8,8 juta tenaga kerja melalui program padat karya tunai desa.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Seluruh Kabupaten di Jambi Diminta Siaga Bencana Banjir

Kesiagaan banjir tersebut terutama perlu dilakukan di daerah-daerah aliran sungai Batanghari, yakni di Kota Jambi, Kabupaten Merangin, Sarolangun.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Jokowi Minta Erick Thohir Siapkan Strategi Komunikasi Vaksin Covid-19

Menurut Jokowi, strategi komunikasi yang tepat dapat mencegah terjadinya disinformasi atau hoax terkait vaksin Covid-19.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Bidang Datun Kejaksaan Selamatkan Uang Negara Lebih dari Rp 388 Triliun

Penyelamatan keuangan negara dilakukan bidang Datun Kejaksaan Agung maupun bidang Datun Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Rekening Bermasalah, 153.220 Pekerja Belum Bisa Terima Bantuan

Masih ada sebanyak 153.220 rekening yang bermasalah dan belum mendapatkan bantuan subsidi upah.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Ganjar Minta Pemudik Patuh Ikuti Rapid Test

Ganjar meminta pemudik untuk patuh mengikuti tes cepat atau rapid test yang akan digelar secara acak di sejumlah titik.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Jokowi Minta Timeline Pelaksanaan Vaksinasi Segera Diselesaikan

Timeline juga harus diselesaikan dengan memperhatikan jalur distribusi dan internal interval pemberian vaksin yang akan digunakan per wilayah.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Kejagung Selamatkan Keuangan Negara Lebih dari Rp 19 Triliun

Secara detail penyelamatan keuangan negara didapat dari bidang Pidsus Kejagung dan bidang Pidsus Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS