Vaksin Covid-19 Diragukan, Ini Jawaban Pakar
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Vaksin Covid-19 Diragukan, Ini Jawaban Pakar

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 18:17 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Banyak pihak meragukan vaksin Covid-19, baik yang tengah menjalani uji klinis fase 3 di Indonesia maupun di beberapa negara. Keraguan timbul, karena prosesnya yang singkat dan terkesan tergesa-gesa. Menanggapi hal ini, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Sri Rezeki Hadinegoro, mengatakan dalam kondisi pandemi atau wabah, maka proses pembuatan vaksin memang lebih cepat dibanding biasanya.

Meskipun lebih cepat, semua tahapan dikerjakan sesuai standar yang ditetapkan dan di bawah pengawasan otoritas terkait, seperti Badan POM, Kementerian Kesehatan, dan ITAGI.

Menurutnya, sebelum vaksin diberikan kepada masyarakat harus melalui berbagai tahapan pengujian. Mulai dari uji pre klinis pada hewan hingga uji klinis pada manusia. Sebelum sampai di uji klinis fase 3 seperti yang dilaksanakan di Bandung saat ini, kandidat vaksin sudah melalui uji klinis fase 1 dan fase 2 untuk menguji keamanannya. Apabila pada uji klinis 1 dan 2 tidak aman, maka tidak akan dilanjutkan ke fase 3. Dari kandidat vaksin yang uji pre klinis hanya sekitar 7% yang bisa gol ke fase berikutnya. Artinya ketika satu vaksin sudah sampai di uji klinis fase 3, maka aspek keamanan yang diuji pada fase 1 dan 2 mestinya sudah terlampaui.

“Jadi kalau tidak aman, maka tidak akan ada fase 3. Seperti uji coba pada binatang, kalau binatang pada mati, maka tidak akan diteruskan ke manusia. Jadi bertahap ini sebagai skrining,” kata Sri pada acara sosialisasi media “vaksinasi untuk negeri” secara virtual yang diselenggarakan KPCPEN bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sabtu (31/10/2020).

Sri yang juga adalah Anggota Komnas Penanggulangan dan Pengkajian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi mengatakan, karena dalam kondisi pandemi maka dibutuhkan ijin penggunaan dalam kondisi darurat atau emergensi use authorization (EUA) dari Badan POM. Ini penting untuk memastikan bahwa semua proses pembuatan vaksin memang sudah dilakukan sesuai standarnya, artinya ada jaminan aman dan efektif. Badan POM perlu melakukan analisis terhadap proses uji klinis vaksin Covid-19 yang dipercepat tersebut.

“Karena kita inginnya segera, dan ini kita harus melihat analisa dari suatu uji klinis itu dipercepat. Katakanlah dalam uji klinis ini dilakukan pemantauan selama 3 bulan, kita bisa lihat. Kalau misalnya 3 bulan ini belum berhasil dengan baik, kita punya titer antibodi, kita ukur berapa kenaikkan (antibodi) sebelum dan sesudah disuntik. Makanya relawan diambil darah untuk menilai antibodi sebelum dan setelah disuntik, naiknya berapa dan stabil atau tidak,” kata Sri.

Menurut Sri, sebelum memberikan pendapat mengenai vaksin Covid-19, sebaiknya pelajari terlebih dahulu mengenai uji klinis vaksin. Untuk vaksin Sinovac yang saat ini sedang uji klinis fase 3 di Bandung, menurut Sri, sejauh ini efek samping ringan dan terkendali.

Sri juga mengatakan, masyarakat harus percaya bahwa vaksin Covid-19 yang sedang dibuat aman dan efektif. Karena penelitiannya didesain sebaik mungkin, valid, dan dikerjakan dengan kehati-hatian mengikuti standar.

“Kalau semua standar dilalui dengan baik, maka kita juga akan dapat vaksin yang baik. Jadi kalau masih ada yang ragu-ragu, silahkan baca dan pelajari lagi apa itu uji klinis, EUA, apa itu inter analisis, karena memang statistik tidak semua orang mengerti dan sulit,” kata Sri.

Sri mengatakan, meskipun proses vaksin Covid-19 lebih cepat dibanding proses biasa untuk produksi vaksin lainya, tapi yang penting semua standar uji klinis dan laboratorium sesuai standar. Jadi bila vaksin Covid-19 lulus uji klinis berarti itu sudah dipastikan aman dan efektif.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bupati Nagekeo Apresiasi Bantuan Akses Air Bersih dari Kemhub

Kemhub telah menyumbangkan donasi sebesar Rp 2 miliar dan 100 unit sepeda untuk mempermudah warga Nagakeo mengakses air bersih.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Kemhub Beri Donasi Rp 2 M untuk Akses Air Bersih di Nagekeo NTT

Kemhub menyerahkan bantuan donasi sebesar Rp 2 miliar untuk pengadaan akses air bersih di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Wisata Budaya Tingkatkan Ekonomi Daerah

Wisata budaya gagasan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah Ben Brahim S. Bahat dan Ujang Iskandar bisa meningkatkan perekonomian daerah.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Arus Balik, Kendaraan Berat Dialihkan ke Jalur Arteri Cirebon

Kendaraan berat ke jalur arteri Cirebon, Jawa Barat, melalui pintu tol Palimanan 4 untuk mengantisipasi kepadatan saat arus balik libur panjang.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Menko Polhukam: Protes terhadap Pernyataan Macron Harus Dilakukan dengan Tertib

Pemerintah menyerukan setiap upaya mengekspresikan atau menyatakan pendapat terkait pernyataan Macron dengan tertib dan tidak merusak.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Kemdes Terima Penghargaan Mitra Pengabdian Masyarakat dari IPB

Kemdes PDTT menerima penghargaan Mitra Pengabdian pada Masyarakat dari Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB).

NASIONAL | 31 Oktober 2020

UU Ciptaker Dinilai Berdampak Positif untuk Kesejahteraan Petani

Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) dinilai berdampak positif untuk kesejahteraan petani.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Olly Teguhkan Komitmen Membangun Sulut

Calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey melakukan serangkaian kegiatan konsolidasi pemenangan di Bumi Nusa Utara.

NASIONAL | 30 Oktober 2020

KPK Harap Nota Kesepahaman Koordinasi dan Supervisi Segera Diteken

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil baik terbitnya Peraturan Presiden 102/2020 tentang Supervisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

NASIONAL | 30 Oktober 2020

Didampingi Putrinya, Siti Fadilah Terima Keputusan Bebas Murni

Mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Supari, didampingi putri pertamanya, Tia Nastiti Purwitasari, saat dinyatakan bebas murni.

NASIONAL | 31 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS