Ini Jawaban Mengapa Vaksinasi Covid-19 Diperlukan
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-0.96)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.35)   |   DBX 1076.27 (7.25)   |   I-GRADE 169.305 (0.42)   |   IDX30 499.8 (-0.42)   |   IDX80 132.38 (-0.05)   |   IDXBUMN20 374.254 (3.4)   |   IDXG30 135.455 (0)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.05)   |   IDXQ30 146.053 (-0.32)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.27)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (1.57)   |   IDXV30 131.098 (0.77)   |   INFOBANK15 988.482 (3.85)   |   Investor33 429.242 (-0.22)   |   ISSI 170.543 (-0.31)   |   JII 620.021 (-2.8)   |   JII70 214.017 (-0.68)   |   KOMPAS100 1185.8 (0.59)   |   LQ45 922.358 (-0.15)   |   MBX 1613.53 (1.07)   |   MNC36 321.576 (-0.47)   |   PEFINDO25 321.335 (-3.22)   |   SMInfra18 295.407 (2.01)   |   SRI-KEHATI 367.139 (0.09)   |  

Ini Jawaban Mengapa Vaksinasi Covid-19 Diperlukan

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 20:32 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Angka penderita serta kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Pemberian vaksin atau vaksinasi perlu untuk mengendalikan kondisi tersebut. Karena selain melindungi diri sendiri, vaksinasi dapat memutus rantai penularan virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19 melalui pembentukan kekebalan komunitas atau herd immunity.

Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Sri Rezeki Hadinegoro, mengatakan, vaksin bekerja untuk mengurangi risiko infeksi dengan melatih sistem imun tubuh dalam mengenal dan melawan patogen (virus dan bakteri). Vaksin akan menghancurkan imunogen yang spesifik untuk setiap antigen atau mikroorganisme lainnya yang akan menghasilkan respon imun.

Seseorang yang telah divaksinasi atau diimunisasi sekitar 80% sampai 95% bisa terhindar dari penyakit, tapi untuk dirinya sendiri. Agar tidak terjadi penularan di masyarakat, maka kuncinya adalah cakupan imunisasi harus tinggi, minimal 80% atau lebih.

“Kalau penyakit itu sangat menular, maka cakupan vaksinasi harus tinggi sekali di atas 80% bisa sampai 100% baru bisa diputus. Misalnya polio cakupannya 100%, tetapi penyakit lain yang tidak terlalu menular cakupan 80% sudah memadai untuk putus penularan penyakit,” kata Sri pada acara sosialisasi media “vaksinasi untuk negeri” secara virtual yang diselenggarakan KPCPEN bersama Kementerian Kominfo, Sabtu (31/10).

Menurut Sri, cakupan vaksinasi Covid-19 harus tinggi untuk membentuk imunitas atau kekebalan kolektif di masyarakat. Kekebalan kolektif ini terjadi ketika sebagian besar warga memiliki kekebalan atau imunitas terhadap virus. Meskipun yang diimunisasi hanya 80% warga, tetapi 20% warga lain otomatis terlindungi. Inilah yang disebut herd immunity.

Yang kerap jadi pertanyaan adalah apakah vaksinasi perlu, karena kalau orang terinfeksi virus nantinya akan terbentuk kekebalan komunitas dengan sendirinya. Menurut Sri, kekebalan komunitas bisa terjadi dari dua segi. Pertama, membiarkan banyak yang terinfeksi karena lama-lama akan terbentuk kekebalan komunitas. Kedua, kekebalan komunitas bisa terbentuk dengan vaksinasi.

Sebetulnya menurut Sri, tidak perlu imunisasi kalau protokol kesehatan dipatuhi semua orang dengan disiplin. Seperti di Malaysia maupun Thailand, penurunan kasus cukup cepat karena protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin. Masalahnya di Indonesia disiplin terhadap protokol kesehatan masih kurang, sehingga penularan dan penyebaran tinggi. Karena itu, tidak mungkin bila infeksi Covid-19 dibiarkan tanpa pencegahan dengan vaksinasi.

“Apakah kita menunggu semua penduduk sakit ? Kalau semua sakit dan kalau diisolasi masih bisa di rumah ya tidak apa apa, tapi kalau semua butuh perawatan di rumah sakit, butuh ICU, pakai ventilator, meninggal, dokternya kewalahan, rumah sakit penuh, apakah ini yang kita inginkan,” kata Sri.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Olly-Steven Sulit Dibendung pada Pilgub Sulut

Pemilih PDIP solid menyatakan petahana kuat, di mana 83,2% pemilih dari partai itu menyatakan pasangan tersebut sulit dikalahkan.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Imbau Wisatawan Patuhi Protokol Kesehatan

Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat yang ingin berwisata ke kawasan Puncak untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Megawati: PDIP Siap Bantu BMKG Sebar Informasi Potensi Kebencanaan

Menurut Megawati, PDIP memiliki Baguna yang sudah terbukti berkali-kali berkolaborasi dengan unsur pemerintah dalam membantu masyarakat.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Urai Kepadatan di Tol Japek, Petugas Berlakukan Contraflow

Contraflow diberlakukan mulai KM 65 hingga KM 47 arah Jakarta.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Banjir di Lumbir, Jalur Selatan Jateng Sempat Tersendat

Arus lalu lintas di jalur selatan Jawa Tengah dilaporkan sempat tersendat akibat banjir di Lumbir, Kabupaten Banyumas.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Vaksin Covid-19 Diragukan, Ini Jawaban Pakar

Dalam kondisi pandemi atau wabah, maka proses pembuatan vaksin memang lebih cepat dibanding biasanya.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Bupati Nagekeo Apresiasi Bantuan Akses Air Bersih dari Kemhub

Kemhub telah menyumbangkan donasi sebesar Rp 2 miliar dan 100 unit sepeda untuk mempermudah warga Nagakeo mengakses air bersih.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Kemhub Beri Donasi Rp 2 M untuk Akses Air Bersih di Nagekeo NTT

Kemhub menyerahkan bantuan donasi sebesar Rp 2 miliar untuk pengadaan akses air bersih di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Wisata Budaya Tingkatkan Ekonomi Daerah

Wisata budaya gagasan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah Ben Brahim S. Bahat dan Ujang Iskandar bisa meningkatkan perekonomian daerah.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Arus Balik, Kendaraan Berat Dialihkan ke Jalur Arteri Cirebon

Kendaraan berat ke jalur arteri Cirebon, Jawa Barat, melalui pintu tol Palimanan 4 untuk mengantisipasi kepadatan saat arus balik libur panjang.

NASIONAL | 31 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS