Gus Sholah: Jokowi Harus Gandeng Tokoh Islam
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Gus Sholah: Jokowi Harus Gandeng Tokoh Islam

Sabtu, 17 Maret 2018 | 19:37 WIB
Oleh : YUD

Jombang - Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid mengatakan Joko Widodo (Jokowi) harus menggandeng tokoh Islam dalam Pemilihan Presiden 2019.

"Saya kira begitu. Kalau bukan dari Islam pemilih Pak Jokowi bisa jauh berkurang," kata Gus Sholah, sapaan akrab adik kandung Gus Dur itu di Jombang, Sabtu (17/3).

Menurut rektor Universitas Hasyim Asyari itu, Jokowi bisa memilih tokoh Islam dari kalangan partai politik maupun nonparpol.

"Banyak pilihan. Dari parpol misalnya Rommy (ketua umum PPP M Romahurmuziy, red), ia calon yang baik. Dari luar parpol misalnya Pak Mahfud MD, juga calon yang baik," katanya.

Menurut mantan ketua PBNU itu, pemilihan calon wakil presiden yang tepat akan turut menentukan kemenangan pasangan capres-cawapres mendatang karena capresnya hampir pasti hanya dua, yakni Jokowi dan Prabowo Subianto.

"Calon ketiga sulit untuk diwujudkan. Jadi tinggal siapa yang jadi pendamping dua calon itu. Masih ada waktu beberapa bulan untuk menentukan," katanya.

Mantan wakil ketua Komnas HAM itu pun tak setuju seandainya Pilpres 2019 hanya diikuti satu calon.

"Calon tunggal kurang bagus bagi demokrasi," kata cawapres pada Pilpres 2004 berpasangan dengan Wiranto itu.

Sementara itu, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy mengatakan partainya terus berkomunikasi dengan partai-partai yang berkomitmen mengusung Jokowi pada Pilpres 2019 untuk memberikan cawapres terbaik sesuai kebutuhan Jokowi.

"Kami PPP berfokus pada apa-apa yang dibutuhkan presiden ke depan karena tugas wakil itu mendampingi presiden," katanya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPS Pilgub NTT 2018 Sejumlah 3.059.704

Rincian pemilih pria 1.500.047 dan pemilih perempuan 1.559.257.

POLITIK | 17 Maret 2018

Romahurmuziy: Capres Alternatif Sulit Muncul

Capres harus memenuhi syarat 20 persen dari total kursi DPR atau 112 kursi.

POLITIK | 17 Maret 2018

Daftar Pemilih Sementara Kota Bandung 1,6 Juta

KPU Kota Bandung menetapkan daftar pemilih sementara pada Pemilihan Wali dan Wakil Wali Kota Bandung sebanyak 1.650.333 orang.

POLITIK | 17 Maret 2018

AHY Blusukan ke Pasar Antri Cimahi

AHY ingin mendengar langsung curhatan serta meminta aspirasi baik dari tokoh, masyarakat, maupun pedagang demi kemajuan bangsa.

POLITIK | 17 Maret 2018

Arinal-Nunik Luncurkan Kartu Petani Berjaya

Petani mengeluhkan benih padi yang kurang bagus dan pupuk yang datang tak tepat waktu.

POLITIK | 16 Maret 2018

Ketua KPU: Meski Tersangka, JR Saragih Boleh Ikut Pilkada

Ketua KPU RI pastikan status cagub Sumut JR Saragih tidak berubah meski ditetapkan tersangka.

POLITIK | 16 Maret 2018

Ditanya Kesiapan Maju Sebagai Cawapres, AHY: Kita Lihat Dahulu

AHY tidak menutup pintu untuk maju sebagai cawapres di Pilpres 2019.

POLITIK | 16 Maret 2018

ICMI: Demokrasi Pancasila Sudah Baik, Pelaksanaannya Bisa Dikembangkan

Demokrasi adalah pelaksanaan tugas secara bertanggung jawab serta ideal.

POLITIK | 16 Maret 2018

Jimly Sarankan Jokowi Tidak Perlu Cuti untuk Kampanye

Menurut Jimly, Cuti merupakan hak Presiden Jokowi sehingga bisa digunakan dan juga bisa tidak digunakan.

POLITIK | 16 Maret 2018

Dedi Mulyadi Berkomitmen Wujudkan Pasar Rakyat Gratis di Jawa Barat

Dedi menegaskan, dalam mewujudkan program ini, pemerintah provinsi harus bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

POLITIK | 16 Maret 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS