Tolak Capres Pelanggar HAM, Keluarga Korban Penculikan 98 Dukung Jokowi
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Tolak Capres Pelanggar HAM, Keluarga Korban Penculikan 98 Dukung Jokowi

Rabu, 13 Maret 2019 | 18:59 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah korban dan keluarga korban penculikan paksa sejumlah aktivis pada 1998 yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) menyatakan sikap mendukung calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo. Mereka menolak memilih calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa penculikan aktivis pro demokrasi.

"Kami keluarga korban semuanya menyatakan bahwa kami menolak capres penculik, capres pelanggar Hak Asasi Manusia. Saya pikir itu ekspresi yang kongkret," kata Mugiyanto Ketua Dewan Penasihat Ikohi dalam konferensi pers di Hotel Grand Cemara, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Mugiyanto menegaskan, Prabowo merupakan pihak yang secara langsung terkait dengan peristiwa penculikan dan penghilangan paksa 23 aktivis pro demokrasi pada 1998. Sembilan aktivis dipulangkan termasuk Mugiyanto, satu orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sementara 13 aktivis lainnya masih hilang.

Keterkaitan Prabowo yang saat itu menjabat Danjen Kopassus dengan peristiwa setidaknya berdasarkan Keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang memecat Prabowo sebagai perwira tinggi ABRI bersama Kivlan Zen dan Chairawan. Hasil penyelidikan Pro Justicia Komnas HAM pada 2006 pun menyatakan kasus penghilangan paksa aktivis pro demokrasi para 1997-1998 dilakukan oleh Tim Mawar Kopassus yang dikomandani oleh Letjen Prabowo. Untuk itu, Mugiyanto menegaskan pihaknya berkomitmen mengalahkan Prabowo dalam Pilpres 2019 dengan memilih capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

"Bahwa kami tidak ingin, tidak punya bayangan pelaku pelanggar HAM, pelaku penculikan yang belum mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum itu dipilih sebagai presiden. Kita tidak menginginkan itu terjadi. Jadi tagline kami sesuai undangan yang kami kirimkan, 21 tahun penculikan dan kalahkan capres pelanggar HAM. Itu tagline kami," katanya.

Mugiyanto merupakan salah seorang aktivis yang turut menjadi korban penculikan pada 1998. Mugiyanto yang saat itu aktivis Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) yang terafiliasi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD) diculik bersama dua aktivis lainnya, Nezar Patria dan Aan Rusdianto di Rusun Klender, Jakarta Timur pada 13 Maret 1998 silam.

"Kami ingin kalahkan capres pelanggar HAM karena kami tidak bisa bayangkan Indonesia dipimpin oleh orang yang bertanggung jawab terhadap pelanggaran HAM yang belum tuntas," tegasnya.

Selain Mugiyanto konferensi ini dihadiri sejumlah korban dan keluarga korban penculikan '98 lainnya. Beberapa diantaranya Aan Rusdiyanto; Faisol Reza; Suyadi kakak dari Suyat; Wahyu Susilo adik Widji Thukul; orangtua Ucok Munandar Siahaan; keluarga Petrus Bimo Anugerah; serta Budiarti, ibu dari korban penculikan bernama Gilang.

Paian Siahaan, ayah Ucok Siahaan menegaskan, dari dua capres yang bertarung dalam Pilpres 2019, Jokowi merupakan pilihan yang realistis untuk dipilih korban dan keluarga korban penculikan. Setidaknya, Jokowi terkait dalam pelanggaran HAM berat masa lalu. Dengan demikian, korban dan keluarga korban penculikan '98 masih menaruh harapan pada Jokowi untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

"Kalau hanya ada dua kandidat yang ada sekarang yang ada harapan, Secuil apapun harapannya, itu Ada harapan namanya. Tapi kalau Prabowo yang jadi, yang menang. Itu sudah tertutup. Itu yang jadi pemikiran kami. Sehingga kami, walaupun saya orang kecil, saya usahakan semua rekan dan teman saya memilih Jokowi," kata Paian Siahaan.

Hal senada dikatakan Raharjo Utomo, ayah dari Petrus Bimo Anugerah. Utomo menegaskan memilih mendukung Jokowi ketimbang Prabowo yang diduga kuat merupakan pelanggar HAM.

"Untuk ke depan saya memakai kaos yang tulisannya bisa anda baca sendiri, 'Kalahkan Capres Pelanggar HAM'. Jadi mari kita memilih pak Jokowi, memilih capres yang bukan pelanggar HAM," tegasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Belum Pastikan Hadiri Debat III

Joko widodo belum memastikan dapat hadir dalam debat ketiga yang akan dilangsungkan, Minggu (17/3/2019).

POLITIK | 13 Maret 2019

Prabowo: Ramalan Survei di Jakarta Salah Semua

Prabowo juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang rela berpanas-panasan menyambut kedatangannya.

POLITIK | 13 Maret 2019

Bertemu Ma’ruf Amin, Jokowi: Omong-omong Santai Saja

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menggelar pertemuan tertutup dengan cawapres Ma'ruf Amin di Istana Kepresidenan, Jakarta.

POLITIK | 13 Maret 2019

Tak Percaya Hasil Survei, Prabowo: Mereka Dibayar

Menurut Prabowo hasil survei dari berbagai lembaga tersebut sudah dibayar.

POLITIK | 13 Maret 2019

KPU dan Panelis Debat Tandatangani Pakta Integritas

KPU meyakini panelis debat merupakan individu yang independen dan tidak menjadi tim sukses.

POLITIK | 13 Maret 2019

Bawaslu: Hoax Jangan Dijadikan Strategi Dulang Suara

Narasi kampanye damai harus diwujudkan dengan tidak menyebarkan hoax.

POLITIK | 13 Maret 2019

KPU: Serangan IT dari Dalam dan Luar Negeri

KPU mengemukakan sistem information technology (IT) KPU diserang dari mana-mana.

POLITIK | 13 Maret 2019

Demokrat: PSI Jangan Seperti Anak Kecil Ajari Bebek Berenang

PSI melontarkan pernyataan kontroversi agar selalu menjadi perbincangan di publik.

NASIONAL | 12 Maret 2019

Tanggapi Pidato Grace Natalie, Demokrat Dukung Toleransi

PD mempunyai pakta integritas yang wajib ditandatangani setiap kader.

NASIONAL | 12 Maret 2019

KPU: Hasil Pemilu Tidak Ditentukan TI

Komisi Pemilihan Umum menyatakan bahwa hasil pemilu tidak ditentukan berdasarkan penghitungan yang dilakukan Teknologi Informasi.

POLITIK | 13 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS