Jokowi: Program Mekaar untuk Berdayakan Perempuan
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Jokowi: Program Mekaar untuk Berdayakan Perempuan

Sabtu, 13 April 2019 | 21:26 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pinjaman Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) adalah program yang sangat bermanfaat dalam rangka memberdayakan kaum perempuan di Tanah Air.

"Program Mekaar itu pinjaman bagi ibu-ibu seperti untuk pedagang asongan, bakso mie ayam, yang kita berikan pinjaman Rp2-10 juta. Kalau lebih dari Rp10 juta kita larikan ke KUR (Kredit Usaha Rakyat)," kata Joko Widodo dalam debat capres kelima di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Jokowi memaparkan, sudah selama empat tahun ini program Mekaar sudah mencakup 4,2 juta nasabah dan untuk tahun ini ditargetkan bisa mencapai 10 juta nasabah.

Begitu pula dengan program lainnya seperti bank wakaf mikro, ujar dia, yang hampir 90 persen nasabahnya adalah wanita.

Sebelumnya, Pakar ekonomi Hisar Sirait menyarankan agar para wanita peserta program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PNM perlu mulai diperkenalkan pembukuan sederhana atas setiap usaha yang mereka kelola.

"Pertama adalah penanganan aspek pengelolaan usaha, dimana yang paling utama ialah kelompok-kelompok wanita dari keluarga pra-sejahtera tersebut harus mulai diperkenalkan bagaimana mereka melakukan pembukuan sederhana dari setiap usaha yang mereka kelola," ujar Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie itu di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Hal kedua yang perlu ditingkatkan dari program Mekaar ini, menurut akademisi itu ialah memberikan akses yang lebih banyak terkait bahan baku yang dibutuhkan oleh peserta program. "Jadi perlu adanya jaringan bagi mereka untuk mendapatkan bahan baku," tuturnya.

Ketiga, lanjut Hisar, adalah masuk ke akses pasar yang mana kalau dimungkinkan pemerintah perlu memfasilitasi minimal dengan memasarkan produk-produk peserta program Mekaar.

Sejak diluncurkan pada 2015, program Mekaar yang dijalankan PNM telah membantu banyak keluarga prasejahtera di Indonesia dengan memberikan pinjaman tanpa agunan untuk berwirausaha, yang dapat dikembalikan dengan cicilan ringan.

Jumlah nasabah Mekaar pada 2018 mencapai empat juta orang, dan hingga awal 2019 sebanyak 1.500 nasabah Mekaar sudah memenuhi kriteria untuk mendapatkan KUR.

Total pembiayaan yang dialirkan untuk program Mekaar mencapai Rp8,7 triliun pada tahun 2018, dengan besaran pinjaman yang diberikan kepada nasabah peserta program tersebut mulai Rp2 juta hingga Rp5 juta per nasabah.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jokowi: Watak Asli Pembangunan Tidak Bertumpu pada Pertumbuhan Saja

Tema debat adalah ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan-investasi dan perdagangan-industri.

POLITIK | 13 April 2019

Prabowo: Saya Tidak Salahkan Bapak, Pemimpin Sebelumnya Ikut Bertanggung Jawab

Ini kesalahan kita sebagai bangsa, karena sudah berjalan puluhan tahun kita salah jalan.

POLITIK | 13 April 2019

Fadli Zon: Prabowo Seperti Trump, Kalah di Survei tetapi Menang Pemilu

Dukungan dari Ustaz Abdul Somad, AA Gym, dan Dahlan Iskan menambah peluang kemenangan Prabowo.

POLITIK | 13 April 2019

Bima Arya Dukung Jokowi, DPP PAN Belum Bersikap

DPP PAN belum menentukan sikap usai Bima Arya Sugiarto menyatakan dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf.

POLITIK | 13 April 2019

Jokowi: Kami Tidak Jawa Sentris

Menurutnya, pertumbuhan tanpa pemerataan akan menyebabkan ketimpangan dan ketidakadilan.

POLITIK | 13 April 2019

Persiapan Debat Jokowi: Mandi dan Makan Malam

Jokowi mengaku hanya sempat mandi dan makan malam sebelum berangkat ke lokasi debat.

POLITIK | 13 April 2019

Prabowo: Lebih Banyak Uang WNI di Luar Negeri Daripada di Sini

"Kemudian terjadi deindustrialisasi. Sekarang bangsa Indonesia Indonesia tidak memproduksi apa-apa."

POLITIK | 13 April 2019

Erick Tohir: Ada yang Memutarbalikkan Program Jokowi

Program Jokowi yang sesungguhnya untuk rakyat banyak, malah dianggap hanya untuk elite-elite tertentu.

POLITIK | 13 April 2019

Hadapi Debat Terakhir, Sandiaga Ucapkan Terima Kasih pada Media

"Kalau ada salah kami mohon maaf. Terima kasih teman-teman media," tutur Sandiaga.

POLITIK | 13 April 2019

Kampanye Terakhir Pilpres 2019

Kedua kandidat peserta pemilihan presiden 2019, telah mengakhiri kampanye terbukanya, Sabtu (13/4/2019), dan segera menyongsong masa tenang pada 14-16 April.

POLITIK | 13 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS