Puan Sebut Pancasila dan Islam Seperti Dipertentangkan
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Puan Sebut Pancasila dan Islam Seperti Dipertentangkan

Kamis, 5 September 2019 | 16:05 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan bahwa belakangan ini terdapat upaya untuk mempertentangkan antara ideologi Pancasila dengan keislaman, di tengah ancaman perilaku intoleran dan politik identitas yang terjadi di masyarakat.

"Kecenderungan (perilaku intoleran) telah berkembang menjadi ancaman serius bagi eksistensi persatuan Indonesia, akhir-akhir ini juga Pancasila dan keislaman seperti dipertentangkan," ujar Puan di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Puan mengatakan ideologi Pancasila dan keislaman sejatinya memiliki keterkaitan satu sama lain, di mana di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Menurut dia, Pancasila dan keislaman dapat diibaratkan sebagai dua rel kereta api, yang jika keduanya berdampingan dengan kokoh akan mengantarkan Indonesia menuju tatanan masyarakat yang adil dan makmur.

Untuk meredam upaya tersebut, kata dia, diperlukan langkah konkret, yang salah satunya dapat ditempuh dengan mengambil jalur kebudayaan.

Puan mengatakan saat ini diperlukan penguatan terhadap interaksi antar budaya di Indonesia untuk menghapus eksklusivisme dan berbagai prasangka antar kelompok.

"Budaya interaksi itu haruslah inklusif melibatkan warga bangsa dari berbagai etnis agama dan budaya. Dengan itu akan terbangun manusia Indonesia yang inklusif dan berpandangan terbuka," kata Puan.

Dia melanjutkan dengan membangun budaya inklusif dan terbuka maka akan terbentuk pola kepribadian nasional, yakni gotong-royong.

Menurut Puan semangat gotong-royong royong saat ini sangat diperlukan guna memperkuat rasa cinta Tanah Air, dan kesadaran bahwa Indonesia dipersatukan oleh Pancasila.

"Dengan memiliki rasa cinta kepada Tanah Air yang kuat, maka kita akan bersatu dalam menjaga, mempertahankan geopolitik nasional dan kepentingan nasional Indonesia di segala bidang, religi, ekonomi, sosial, politik, dan budaya," ucap Puan.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Presiden Tuntut Pemda Kerja Lebih Cepat

Presiden menegaskan kepada semua jajaran kementeriannya dan pemerintah daerah harus bisa bekerja cepat untuk mengejar berbagai ketertinggalan.

POLITIK | 5 September 2019

Rapat Paripurna DPR Bersiap Bahas dan Sahkan Pembahasan RUU KPK

Karena penyadapan harus seizin Dewan Pengawas, maka revisi itu juga akan bicara soal pengawas KPK.

POLITIK | 5 September 2019

Sejumlah RUU Masih Mungkin Selesai di Periode 2014-2019

RUU Bea Materai, RUU Perkoperasian, RUU Desain Industri, RUU MD3, dan RUU KPK masih mungkin diselesaikan.

POLITIK | 5 September 2019

Menteri Yohana: Anggaran Kementerian PPPA 2020 Terlalu Kecil

Anggaran sebesar Rp236,6 miliar dianggap terlalu kecil untuk mengatasi berbagai fenomena masalah anak dan perempuan saat ini.

POLITIK | 5 September 2019

Akbar Tanjung Sepakat Munas Golkar Digelar Desember 2019

Menurut Mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut untuk meredam gejolak internal dalam partai.

POLITIK | 5 September 2019

Rapat Paripurna DPR Setuju Lanjutkan Pembahasan Enam Poin Revisi UU KPK

Masing-masing fraksi memberikan jawabannya atas pengajuan pengesahan pembahasan itu melalui jawaban tertulis.

POLITIK | 5 September 2019

Anggota DPR Sahkan Kelanjutan Pembahasan 10 Pimpinan MPR

Berdasarkan data soal RUU MD3 dari Baleg DPR, revisi berintikan pada mengubah jumlah pimpinan MPR menjadi 10 orang, terdiri dari satu ketua dan sembilan wakil.

POLITIK | 5 September 2019

Iriana Jokowi dan Mufidah Kalla Kunjungi Surakarta dan DIY

Ibu Negara Iriana Jokowi, Mufidah Kalla, dan istri para menteri melakukan kunjugan kerja ke Jawa Tengah dan DIY.

POLITIK | 5 September 2019

Ratusan Pakar HTN Minta Jokowi Evaluasi Keberadaan Menko

KNHTN juga menyatakan pentingnya membatasi jumlah menteri yang berasal dari partai politik.

NASIONAL | 5 September 2019

BPK Harus Mampu Mendorong Kesejahteraan Negara

BPK harus mampu sebagai pendorong kesejahteraan negara dalam pemeriksaan pengelolaan keuangan negara.

POLITIK | 4 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS