Baru Ungkap Pelanggaran Etik Firli, KPK Dipertanyakan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (0.44)   |   COMPOSITE 5759.92 (18.41)   |   DBX 1054.23 (6.22)   |   I-GRADE 169.662 (0.1)   |   IDX30 501.412 (0.38)   |   IDX80 131.739 (0.32)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.04)   |   IDXG30 135.832 (0.64)   |   IDXHIDIV20 450.213 (1.45)   |   IDXQ30 146.619 (0.01)   |   IDXSMC-COM 244.641 (2.13)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (3.58)   |   IDXV30 126.958 (0.57)   |   INFOBANK15 989.895 (1.39)   |   Investor33 430.473 (-0.07)   |   ISSI 168.725 (0.32)   |   JII 619.114 (-0.33)   |   JII70 212.184 (0.29)   |   KOMPAS100 1175.82 (2.46)   |   LQ45 920.779 (1.79)   |   MBX 1601.16 (4.49)   |   MNC36 321.923 (0.11)   |   PEFINDO25 313.689 (1.8)   |   SMInfra18 292.004 (0.98)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-0.12)   |  

Baru Ungkap Pelanggaran Etik Firli, KPK Dipertanyakan

Kamis, 12 September 2019 | 18:55 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Anggota Pansel Capim KPK, Hendardi, menilai tindakan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Dewan Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari yang menggelar konferensi pers dan menyatakan Irjen Firli melakukan pelanggaran etik berat, sebagai pembunuhan karakter. Menurut Hendardi, Saut Cs tersebut juga sudah berpolitik.

“Saya melihatnya tindakan (Saut Cs) ini sebagai upaya membunuh karakter seseorang,” kata Hendardi di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Kesimpulan Hendardi itu bukan tanpa alasan. Menurut dia, Pansel Capim KPK sudah pernah bertanya kepada KPK mengenai prosedur pengambilan keputusan terkait pelanggaran kode etik.

“Kami tanya Pengawasan Internal KPK. Prosedurnya kalau ada internal KPK diduga bersalah harus sampai sidang. Yang menyidangkan itu Komisioner KPK, Wadah Pegawai dan Pengawasan Internal. Itu tak pernah terjadi pada Firli, karena dia keburu ditarik Kapolri untuk bertugas ke Sumsel,” jelas Hendardi.

Karena tidak pernah ada sidang dugaan pelanggaran etik tersebut, menurut Hendardi, Saut Cs tidak boleh menyimpulkan Firli telah bersalah melanggar etik.

“Saya tidak punya kepentingan apa-apa di sini. Tapi kalau seperti itu berarti (Saut Cs) sudah berpolitik, antara lain membunuh karakter seseorang,” tegas dia.

Soal dugaan pelanggaran etik Firli saat bertemu Tuan Guru Bajang, Hendardi mengatakan semua sudah dikonfirmasi ke jenderal bintang dua tersebut. Pertanyaan serupa juga sudah ditujukan kepada Firli saat tahap seleksi wawancara dan uji publik.

“Ketika diwawancara dan diuji publik kami tanya tuduhan-tuduhan tersebut atas dasar data yang diberikan KPK,” ujarnya.

Hendardi menyayangkan Saut Cs telah melakukan pembunuhan karakter pada Firli yang sedang menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Padahal, menurut Hendardi, Firli termasuk Capim KPK yang mumpuni.

“Dalam tiap tahap seleksi, dia tidak pernah keluar dari 5 besar,” ungkap aktivis HAM ini.

Sebelumnya, Komisioner KPK lainnya, Alexander Marwata, mengaku tak percaya dan kaget dengan konferensi pers yang dilakukan Saut cs terkait dugaan pelanggaran etik berat yang dilakukan oleh Firli. Dia mengaku baru mengetahui tentang konferensi pers tersebut setelah Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengirimkan sebuah tautan berita di salah satu media kepada dirinya lewat aplikasi tukar pesan Whatsapp.

"Kemarin saya kaget ada konferensi pers seperti itu dan saya tahunya dari Basaria," kata Alexander saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, hari ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lutfi Kurniawan Ingin Kembalikan KPK Jadi Lembaga Pencegahan

Lutfi Jayadi Kurniawan bertekad ingin mengembalikan KPK seperti pada niat awal pendiriannya.

POLITIK | 12 September 2019

Revisi UU KPK, Hendropriyono Sebut Tidak Ada Lembaga Superbody

Revisi UU KPK ini untuk memastikan tidak ada lembaga negara yang bersifat superbody.

POLITIK | 12 September 2019

Alexander Marwata Tidak Tahu Konferensi Pers Pelanggaran Etik Firli

Alexander mengatakan bahwa konferensi pers itu tidak diketahui pimpinan lainnya, padahal dirinya dan Basaria Pandjaitan ada di Kantor KPK RI.

POLITIK | 12 September 2019

Alexander Marwata Sebut Tidak Terkesan dengan OTT KPK

Menurut Marwata hanya orang goblok yang bisa terkena OTT KPK.

POLITIK | 12 September 2019

PKS Serukan Salat Gaib untuk BJ Habibie

Habibie telah meninggalkan warisan besar kepada bangsa ini berupa demokrasi yang menjadikan rakyat sebagai pilar utama.

POLITIK | 12 September 2019

Kibarkan Bendera Setengah Tiang, KPK Kenang Jasa Habibie

UU nomor 31/1999 memiliki peran penting dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

POLITIK | 12 September 2019

KPPOD Tidak Setuju Pemekaran Provinsi Papua dan Papua Barat

KPPD tidak sepakat dengan wacana pemekaran Papua dan Papua Barat menjadi lima provinsi. Rencana ini diyakini tidak akan menyelesaikan masalah Papua saat ini.

POLITIK | 12 September 2019

Reza Rahadian: Sosok Habibie Menginspirasi Generasi Muda

Reza merasakan sekali kesedihan Habibie kala dirinya banyak berkomunikasi dengan Habibie untuk pembuatan film Habibie & Ainun.

POLITIK | 12 September 2019

Kepala BPPT: Habibie Bapak Pendiri yang Inspiratif

Suntikan semangat BJ Habibie akan terus digelorakan BPPT untuk memajukan inovasi di Indonesia.

POLITIK | 11 September 2019

Iluni SPs UI Berduka Atas Wafatnya BJ Habibie

Kiprah Habibie bagi kemajuan bangsa sangat besar, terutama dalam penegakan demokrasi.

POLITIK | 11 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS