Bamsoet Ketua MPR, Langkah Airlangga Pertahankan Ketum Golkar Mulus
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Bamsoet Ketua MPR, Langkah Airlangga Pertahankan Ketum Golkar Mulus

Rabu, 9 Oktober 2019 | 17:12 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com- Partai Golongan Karya (Golkar) yang pada bulan Desember 2019 mendatang akan melaksanakan musyawarah nasional (Munas) kini telah mendamaikan dua perseturuan para bakal calon ketua umum. Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo, kini tidak lagi berkompetisi, melainkan saling mendukung satu sama lain.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu kini telah duduk sebagai Ketua MPR RI. Dukungan didapat dari Ketua Umum Airlangga yang melakukan konsolidasi hampir kepada seluruh fraksi. Setelah paripurna pemilihan Bamsoet juga memberikan dukungannya kepada Airlangga yang akan maju kembali sebagai ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024.

Sebelumnya, tersiar kabar bahwa saling dukung-mendukung antara Airlangga dan Bamsoet merupakan sebuah kesepakatan bagi-bagi jabatan.

Menurut Fadel Muhamad terpilihnya Bamsoet menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Periode 2019-20124, dinilai akan meredakan konflik internal dalam tubuh Partai Golkar. Hal ini memang menjadi masalah pelik yang terjadi selama ini.

Menurut Fadel, ketika Bamsoet menjadi Ketua MPR, Airlangga akhirnya melenggang di Munas Golkar. Ini juga menjadi buah deal politik dengan Airlangga, agar dia dapat memertahankan jabatannya sebagai ketua umum Golkar.

"Ya betul arahnya kesana, supaya tidak ada konflik internal. Seperti biasa ini kan proses," ucap Fadel, Rabu (9/10/2019).

Fadel juga berharap saat Airlangga menjabat kembali kursi ketua umum Golkar nanti, citra partai berlambang beringin ini bisa kembali baik. Semuanya juga dapat mendukung kinerja Golkar sampai pada masa pemilu berikutnya.

"Harapannya bagus, Insya Allah semua baik. Golkar menyatu untuk mendukung mereka," ujarnya.

Namun Ketua DPP Partai Golkar Dito Ariotedjo menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan yang terjadi antara keduanya, dan dari pihak Bamsoet yang memiliki kesadaran penuh memberikan dukungan kepada Airlangga.

“Setahu saya bukan tukar jabatan yah, itu kesadaran (Bamsoet) sendiri,” katanya

Pria yang akrab disapa Dito itu kemudian melihat hasil konsolidasi internal partai tentang membahas masa depan Partai Golkar kedepan. Dengan dukungan yang diberikan Bamsoet, Dito mengapresiasi mantan Ketua DPR RI itu sehingga bisa memuluskan jalan Airlangga sebagai ketua umum partai.

“Peluang Airlangga terlihat semakin mulus untuk kembali menjabat ketua umum Golkar, terlebih sejak bersatunya pak Bamsoet bersama pak Airlangga Hartarto. Semoga sampai Munas kekompakan dan kesolidan ini terjaga. Agar lebih siap menghadapi tantangan Golkar ke depan,” ujar Dito.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandez menyambut baik konsolidasi internal Partai Golkar. Apalagi setelah adanya dukungan dari Airlangga kepada Bamsoet untuk maju sebagai Ketua MPR RI, menjadikan jalan mulus bagi Airlangga di Munas ke depan.

“Nah tentu sekarang kalau kita lihat, posisi Airlangga seperti di atas angin di Munas,”kata Arya.

“Terutama tadi, setelah kesepakatan kedua tadi. Tapi saat ini belum muncul tokoh lain yang mau bertarung secara terbuka dengan Airlangga. Kalau Bamsoet menyatakan mundur dan meminta proses aklamasi dilakukan, tentu akan mudah sekali bagi Airlangga untuk menang,” sambungnya.

Tapi dia memberikan catatan, dalam sejarah Partai Golkar pasca reformasi dinamika menjelang Munas adalah hal yang biasa terjadi. Misalnya, saat Surya Paloh pernah berhadapan dengan Aburizal Bakrie, lalu ada Jusuf Kalla berhadapan dengan Akbar Tandjung. Arya mengatakan Airlangga jangan senang dahulu karena bisa jadi ada kandidat lain yang bisa muncul kemudian.

“Golkar kan identik dengan kompetisi internal dan menurut saya dengan dinamika internal yang tinggi kemudian dengan karakter partai sebagai partai yang mengedepankan internal dan mengedepankan demokratisasi internal. Artinya calon kuda hitam itu ada potensinya. Kompetisi di Golkar itu tinggi,” ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

PDIP Puji Kenegarawanan JK yang Tolak Perppu KPK

“Ketegasan Pak JK di dalam menolak Perppu didukung oleh PDI Perjuangan. Sebab mekanisme konstitusional telah tersedia melalui Mahkamah Konstitusi," kata Hasto.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Tiga Kader Golkar Jadi Pimpinan DPD

Usai penetapan, Yorrys mengemukakan apa yang terjadi dengan dirinya bersama Fadel dan Mahyudin hanya kebetulan saja.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Inilah Tiga Tokoh Penyelamat Demokrasi Indonesia

John Caine Center menilai Presiden Jokowi, Megawati, dan Prabowo dinilai sebagai sosok pembaru penyelamat demokrasi di Indonesia.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Koalisi Gemuk Bagus untuk Pemerintah, Bahaya untuk Demokrasi

Memudahkan Jokowi untuk mengeksekusi segala kebijakan yang direncanakan. Namun, koalisi pemerintahan yang gemuk justru berpotensi melemahkan demokrasi.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Pengamat: Gerindra Tak Punya Pilihan Selain Bergabung dengan Pemerintah

Untuk berada di luar pemerintahan membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit, sementara sumber daya keluarga besar Prabowo Subianto semakin terbatas.

POLITIK | 9 Oktober 2019

PKS Ingatkan Barisan Oposisi Konsisten dan Kritis

Mardani tidak mempermasalahkan jika PKS hanya sendiri menjadi oposisi karena pihaknya yakin akan mengawal pemerintahan bersama rakyat.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Bara JP Minta Publik Tidak Paksakan Kehendak kepada Jokowi

Bara JP mendesak publik untuk tidak memaksakan kehendak agar Presiden Jokowi menerbitkan Perppu KPK.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Jangan Paksa Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Partai Nasdem meminta publik untuk tidak memaksa Presiden Jokowi menerbitkan Perppu KPK, tetapi lewat uji materi di MK.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Partai Demokrat Berharap Diajak Gabung Kabinet Jokowi-Ma'ruf

"Bicara harapan, tentu harapan kami besar bisa diajak bergabung di kabinet,” ucap Ferdinand.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Pezina, Penjudi, dan Pemabuk Dilarang Jadi Calon Kepala Daerah, KPU: Itu Aturan Lama

Selama ini SKCK seolah-olah hanya formalitas.

POLITIK | 7 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS