Jokowi Minta Yasona Kembali Bantu Bidang Hukum
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Jokowi Minta Yasona Kembali Bantu Bidang Hukum

Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:44 WIB
Oleh : Robertus Wardi / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta Yasona Laoly untuk masuk dalam kabinetnya. Jokowi masih mempercayai Yasona untuk membenahi sektor hukum.

"Beliau meminta omnibus law yang disampaikan pada pidato pertama pelantikan bisa diselesaikan segera," kata Yasona usai bertemu Jokowi.

Sebelumnya, dalam pidato pelantikan, Jokowi mengemukakan ide omnibus law. Ia menyatakan akan memotong kendala regulasi sehingga akan merevisi sekaligus beberapa undang-undang.

"Segala bentuk kendala regulasi harus kita sederhanakan, harus kita potong, harus kita pangkas. Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar. Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM," kata Jokowi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Yasona menyebut selain masalah omnibus law, Jokowi juga meminta dirinya untuk memperbaiki dan menata regulasi. Regulasi yang menghambat investasi harus dikoreksi. Masalah perizinan harus dipermudah. Harmonisasi Peraturan Daerah (Perda) bermasalah harus diselesaikan.

"Kemudian pelayanan keimgrasian yang baik. Khususnya terhadap orang asing masih banyak mengeluh. Ditengarai staf kita kurang memberikan pelayan yang baik," tuturnya.

Persoalan lain yang diminta Jokowi adalah masalah kelebihan kapasitas (overcapacity) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Jokowi meminta harus ada penyelesaian yang komprehensif terhadap persoalan tersebut.

Terakhir adalah masalah pencegahan narkotika terutama yang beredar di Lapas. Jokowi meminta agar segera menyelesaikan revisi UU tentang narkotika.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

DPR Segera Bahas Pengunduran Diri Tito

Surat pengunduran diri yang diserahkan Presiden Jokowi dan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (22/10/2019) sore.

POLITIK | 22 Oktober 2019

Politisi Nasdem Johny G Plate Dipanggil ke Istana

Johnny G Plate memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas tentang komposisi Kabinet Kerja Jilid II.

POLITIK | 22 Oktober 2019

Tiga Politikus Nasdem Dipanggil ke Istana

Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.34 WIB.

POLITIK | 22 Oktober 2019

Jadi Jubir Presiden, Fadjroel Rachman Miliki Harta Rp 3,3 Miliar

Berdasarkan situs elhkpn.kpk.go.id, Fadjroel terakhir melaporkan hartanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 14 Maret 2019.

POLITIK | 22 Oktober 2019

Yasonna Dipanggil ke Istana Diikuti Budi Karya dan Moeldoko

Yasonna Laoly datang ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, tak lama diikuti sejawatnya di Kabinet Kerja yakni Budi Karya Mulyadi dan Moeldoko.

POLITIK | 22 Oktober 2019

Tim Tujuh Bantu Tugas Keseharian Presiden Sampai Kabinet Terbentuk

Mereka adalah Pratikno, Retno LP Marsudi, Pramono Anung, Moeldoko, Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, dan Alexander Lay.

POLITIK | 22 Oktober 2019

Bertemu Jokowi, Ida Fauziah Bicarakan Tenaga Kerja

Ida mengakui membahas mengenai ketenagakerjaan bersama Jokowi.

POLITIK | 22 Oktober 2019

Presiden Jokowi Tunjuk Fadjroel Rachman Jadi Jubir

dPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Fadjroel Rahman sebagai staf khusus presiden bidang komunikasi merangkap juru bicara (jubir).

POLITIK | 22 Oktober 2019

Suharso Monoarfa: Prabowo Masuk Kabinet, Pertandingan Sudah Selesai

"Saya kira itu satu keputusan politik. Pertandingan sudah selesai," kata Suharso.

POLITIK | 22 Oktober 2019

Jadi Menteri, Jenderal Tito Mundur

Tito sudah menjabat Kapolri sejak Juli 2016.

POLITIK | 22 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS