Ray Rangkuti: Golkar Seakan Tidak Melaksanakan Munas
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-1.59)   |   COMPOSITE 5059.22 (-11.04)   |   DBX 933.73 (-1.59)   |   I-GRADE 135.366 (-0.24)   |   IDX30 427.201 (-2.19)   |   IDX80 111.513 (-0.38)   |   IDXBUMN20 284.629 (-1.63)   |   IDXG30 118.405 (-0.45)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-1.7)   |   IDXQ30 125.347 (-0.77)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.55)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-1.64)   |   IDXV30 105.043 (-0.13)   |   INFOBANK15 803.622 (0.87)   |   Investor33 371.182 (-0.82)   |   ISSI 148.056 (-0.6)   |   JII 539.107 (-4.51)   |   JII70 182.679 (-1.28)   |   KOMPAS100 996.599 (-3.51)   |   LQ45 780.316 (-2.17)   |   MBX 1404.61 (-3.16)   |   MNC36 278.843 (-0.56)   |   PEFINDO25 265.576 (-3.15)   |   SMInfra18 242.356 (-1.79)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.41)   |  

Ray Rangkuti: Golkar Seakan Tidak Melaksanakan Munas

Selasa, 3 Desember 2019 | 07:20 WIB
Oleh : Robertus Wardi / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Golkar (PG) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada tanggal 3-5 Desember. Agenda Munas adalah memilih Ketua Umum (Ketum) untuk periode 2019-2024.

Koordinator Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti melihat menjelang satu hari sebelum Munas, situasi Golkar terlihat normal-normal saja. Bahkan saking normalnya tidak ada kesan bahwa partai ini akan menghadapi Munas dalam satu hari ke depan.

"Nampaknya ada semangat cukup kuat di dalam kader Golkar agar menjaga partai ini tidak lagi menghadapi masa-masa sulit paska Munas. Situasi kondusif ini layak dipertahankan," kata Ray di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Ia menyebut ada syarat agar Golkar tetap solid yaitu memberi kesempatan yang sama bagi segenap kader untuk terlibat dalam kegiatan Munas dengan porsi masing-masing. Kemudian menegakan tahapan sebagaimana aturan juga bagian dari upaya membuat Munas ini berjalan damai.

"Jangan sampai ada upaya berlebihan dalam menutup partisipasi kader. Apalagi sampai pada upaya menghilangkangkan hak mereka. Selama hal seperti ini dapat dipertahankan, Munas ini akan berjalan aman," ujar Ray.

Dia mengingatkan jangan karena terbuai keinginan aman dan damai maka upaya meniadakan perbedaan politik menonjol. Suasana damai jangan sampai mengorbankan politik yang berbeda. Karena itu, sebaiknya calon Ketum tak hanya satu, tapi bisa dua atau bahkan tiga. Agar perbedaan terlihat dan dengan itu diskusi masa depan didesain.

"Aklamasi bukanlah sesuatu yang bagus untuk partai sebesar Golkar. Aklamasi itu seperti menjelaskan krisis kader di tubuh Golkar. Maka biarkan saja banyak calon yang muncul agar dengan itu setiap aktor dapat melatih dirinya dalam bagaimana cara memimpin. Itu bagian penting dari partai kader yakni memberi kesempatan bagi setiap kader untuk mengaktualisasikan diri baik di dalam partai maupun di luar partai," tutup Ray.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tjahjo Sebut Jadi ASN Berarti Ciptakan Terobosan dan Siap Jadi Pemimpin

Prestasi para ASN ini semakin menggerus citra PNS yang selama ini terstigma lamban bahkan malas.

POLITIK | 2 Desember 2019

Kemenpan RB Akan Merampingkan Pejabat Eselon III dan IV

Pemangkasan eselon dialihkan menjadi fungsional pengembangan karier aparatur sipil negara.

POLITIK | 2 Desember 2019

Anak Usaha BUMN, Erick: Kalau Alasan Tidak Jelas Saya Stop

“Saya tak akan menyetop mereka membuka anak perusahaan. Tapi kalau alasannya tidak jelas, baru saya stop,” jelas Menteri BUMN Erick Thohir.

POLITIK | 2 Desember 2019

Panitia Munas Golkar Tegaskan Tidak Ada Intervensi Istana

Tujuh bakal calon sudah mengembalikan formulir dan kelengkapan persyaratan administrasi dasar.

POLITIK | 2 Desember 2019

Kian Solid, Peserta Munas Inginkan Airlangga Kembali Pimpin Golkar

Umumnya peserta munas ingin memberi dukungan suara kepada Airlangga melalui musyawarah mufakat.

POLITIK | 2 Desember 2019

Airlangga Minta Penantangnya Tidak Kembangkan Narasi di Luar Konteks Munas

Tuduhan Istana atau sejumlah menteri mengintervensi Munas Golkar sangat tendensius.

POLITIK | 2 Desember 2019

Fadli Zon: Perubahan Kostitusi Tak Boleh untuk Kepentingan Sesaat

Masa jabatan presiden diubah menjadi 3 periode atau maksimal 15 tahun dalam rencana amendemen UUD 1945 sebagai bentuk ancaman demokrasi.

POLITIK | 2 Desember 2019

Airlangga Tunjuk Happy Bone Ambil Formulir Pendaftaran

Rencananya Airlangga akan mengembalikan formulir pendafataran pada Senin sore dan diantar langsung oleh Airlangga.

POLITIK | 2 Desember 2019

Guntur Romli: Reuni 212 Sepi Bukti Publik Tidak Peduli

Reuni 212 sepi, Monas kosong melompong ini bukti publik sudah tidak peduli dan tidak mendukung.

POLITIK | 2 Desember 2019

Jika Tidak Pecah, Golkar Diprediksi Bisa Jadi Pemenang Pemilu 2024

Nuansa perpecahan jelang Munas sudah terasa. Agar tidak terjadi, semua elemen partai beringin harus bisa menjaga komunikasi dengan semua pihak.

POLITIK | 2 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS