Bertemu Tokoh Agama, Presiden Sampaikan Kebijakan Penanganan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Bertemu Tokoh Agama, Presiden Sampaikan Kebijakan Penanganan Covid-19

Selasa, 2 Juni 2020 | 20:05 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan delapan tokoh lintas agama. Selain meminta masukan, Presiden Jokowi juga menyampaikan kebijakan-kebijakan pemerintah terkait penanganan virus corona (Covid-19).

“Kita sangat bersyukur bahwa masyarakat tidak panik dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini”, kata Jokowi mengawali percakapan dengan delapan tokoh lintas agama di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Jokowi mengatakan dalam menangani pandemi corona ini, pemerintah sangat berhati-hati . Karena itu, dalam mengumumkan informasi terkait Covid-19, pemerintah pun melakukannya dengan hati-hati pula. Sehingga tidak menimbulkan kepanikan masyarakat.

Hal itu dilakukan atas saran dari para pakar. Menurut para pakar, kepanikan masyarakat akan menurunkan 50% imunitas.

“Jadi bukan pemerintah tidak serius, tapi lebih karena kehati-hatian itu. Lihat saja, bahkan negara besar seperti USA pun mengalami kerusuhan berkepanjangan,” ujar Jokowi.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh H Helmy Faishal Zaini (PBNU), Abdul Mukti (PP Muhammadyah), KH. Muhyiddin Junaidi (MUI), Pdt. Gomar Gultom (PGI), Ignatius Kardinal Suharyo (KWI), Wisnu Tenaya (PHDI), Arief Harsono (Permabudhi) dan Xs Budi Santoso Tanuwibowo (Matakin) itu, Jokowi juga menyampaikan saat ini, alat-alat kesehatan menghadapi Covid-19 ini sudah dapat diatasi.

“Dalam masa sulit pandemi ini, ternyata akhirnya kita bisa memproduksi sendiri APD, PCR dan ventilator. Semuanya kini sudah dapat diproduksi dalam negeri,” ungkap Jokowi.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini, mengatakan pada awalnya memang pemerintah kesulitan karena harus mengimpor peralatan kesehatan untuk penanganan Covid-19. Indonesia harus berebutan dengan berbagai negara lainnya untuk mendapatkan peralatan kesehatan.

Disamping itu, Jokowi menerangkan prediksi lembaga-lembaga keuangan dunia, bahwa di tengah perlambatan ekonomi dan berbagai negara mengalami minus dalam pertumbuhan ekonomi, Indonesia masih termasuk di antara tiga negara yang pertumbuhan ekonominya positif, yakni India (1,9), Tiongkok (1,2) dan Indonesia (0,5 yang sebelumnya 5 persen).

Jokowi mengungkapkan, pemerintah sedang mempersiapkan masyarakat untuk membuka kembali aktifitas perokonomian dan ibadah secara bertahap. Ada 120 kabupaten kota yang tidak ada kasus sama sekali. Daerah ini bisa berlangsung kehidupan yang normal.

Sementara untuk pembukaan kembali sekolah dan pesantren, Jokowi tegaskan belum ada keputusan apa pun yang diambil pemerintah. “Kita harus hati-hati akan nasib 54 juta siswa kita,” tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi menyebutkan tahun ini Indonesia tidak akan memberangkatkan haji. Otoritas Saudi Arabia belum memberikan signal apakah akan menyelenggarakan haji tahun ini. “Berhubung hal ini membutuhkan persiapan, dan waktu untuk itu sudah tidak memadai, maka kita putuskan tidak akan memberangkatkan haji tahun ini,” jelas Jokowi.

Para pimpinan agama yang hadir, pada umumnya mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mukti mengatakan komunikasi para pejabat kepada masyarakat dapat satu irama dan tidak bertentangan satu sama lain.

“Kita di lapangan mengalami kesulitan menghadapi masyarakat kalau hal ini berlangsung terus menerus,” Abdul Mukti.

Ia menegaskan perlu ada counter narasi dari pemerintah menghadapi banyaknya penyesatan informasi di berbagai media selama pandemi ini.

Sementara Ketua Umum PGI Pdt Gomar Gultom, menekankan perlunya semua elemen masyarakat membangun dan mengembangkan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan dan berbagai habitus baru dalam memasuki masa kenormalan baru. “Tanpa disiplin, apapun yang dikerjakan oleh pemerintah, akan sia-sia, dan masyarakat akan terus berada dalam bayang-bayang penularan Covid-19 ini,” kata Gomar Gultom.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ketua Komisi II: Pilkada Harus Tetap Berjalan Meskipun di Tengah-tengah Covid-19

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia mengakui keputusan menetapkan Pilkada mundur dari 23 September menjadi 9 Desember 2020 adalah keputusan sulit.

POLITIK | 2 Juni 2020

Menpan RB Bagikan Masker di Jalanan

Tjahjo membagikan masker berwarna merah putih bergambar siluet garuda kepada pengguna jalan yang sedang berhenti di lampu merah.

POLITIK | 2 Juni 2020

Sejarah Bung Karno di Bidang Seni dan Arsitektur

Ketika menjadi presiden, kata Yuke, Soekarno banyak memperkerjakan arsitek dalam negeri sendiri dalam mewujudkan ide-idenya.

POLITIK | 2 Juni 2020

Waket Komisi VIII: Penundaan Ibadah Haji Tidak Dikonsultasikan dengan DPR

Meskipun tanpa konsultasi, Ketua Komisi VIII DPR Tb. Ace Hasan Syadzily mendukung keputusan Kementerian Agama menunda pelaksanaan ibadah haji 2020.

POLITIK | 2 Juni 2020

Basarah: RUU HIP Bicara Panduan Pemerintahan, Bukan Izin PKI Bangkit

Dengan RUU itu, penyelenggara negara dituntun memastikan Pancasila sebagai napas utama pelaksanaan bernegara.

POLITIK | 2 Juni 2020

Setahun Berlalu, SBY Masih Rindukan Memo

"Istirahatlah dengan tenang Memo (panggilan sayang untuk Ani Yudhoyono, Red), cintaku abadi bersamamu," tulis SBY.

POLITIK | 1 Juni 2020

Bulan Bung Karno, PDIP Ingin Luruskan Sejarah

Concern PDIP adalah masih perlu dilakukan pelurusan sejarah Bung Karno kepada semua khalayak, khususnya generasi milenial akibat proyek desoekarnoisasi.

POLITIK | 1 Juni 2020

Politisi PKS Sebut Nilai-nilai Pancasila Sangat Luhur

Kandungan nilai dalam sila-sila Pancasila memiliki keluhuran tersendiri.

POLITIK | 1 Juni 2020

Puan Minta Protokol New Normal di Sekolah Lebih Ketat

Protokol new normal untuk sekolah seharusnya lebih detil dibandingkan dengan protokol untuk mal atau ruang publik lain.

POLITIK | 1 Juni 2020

DPR: Pastikan Keselamatan WNI di AS

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meminta pemerintah untuk memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat (AS)

POLITIK | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS