WHO: Tak Ada Senjata Ampuh Tumpas Covid-19
INDEX

BISNIS-27 434.406 (3.18)   |   COMPOSITE 4934.09 (28.47)   |   DBX 924.804 (3.72)   |   I-GRADE 130.838 (0.69)   |   IDX30 413.425 (2.52)   |   IDX80 108.094 (0.68)   |   IDXBUMN20 272.657 (0.39)   |   IDXG30 115.379 (1.02)   |   IDXHIDIV20 370.721 (1.56)   |   IDXQ30 120.916 (0.86)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.81)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (2.08)   |   IDXV30 102.468 (0.88)   |   INFOBANK15 776.883 (6)   |   Investor33 360.093 (2.47)   |   ISSI 144.765 (0.8)   |   JII 523.909 (2.54)   |   JII70 177.568 (0.91)   |   KOMPAS100 966.07 (6.3)   |   LQ45 756.376 (4.94)   |   MBX 1366.8 (7.86)   |   MNC36 270.277 (1.65)   |   PEFINDO25 258.891 (2.33)   |   SMInfra18 233.321 (0.95)   |   SRI-KEHATI 303.606 (1.79)   |  

WHO: Tak Ada Senjata Ampuh Tumpas Covid-19

Rabu, 5 Agustus 2020 | 16:59 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jenewa, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa mungkin tidak akan pernah ada “peluru perak” atau “jurus mematikan” untuk menghentikan Covid-19, meskipun ada upaya mendesak yang "belum pernah terjadi sebelumnya" dilakukan negara-negara di seluruh dunia untuk menemukan vaksin.

“Sejumlah vaksin saat ini sudah masuk uji klinis fase ketiga. Kami semua berharap memiliki sejumlah vaksin yang efektif dan dapat membantu mencegah infeksi,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (3/8/2020).

Ghebreyesus menambahkan, upaya internasional berlomba-lomba menemukan sebuah vaksin juga "belum pernah terjadi sebelumnya".

“Namun, tidak ada peluru perak saat ini, dan mungkin tidak akan pernah ada,” katanya, menekankan pada ketidakpastian.

Secara spesifik, Ghebreyesus menyarankan, untuk tiap individu, hal terpenting adalah menerapkan jarak sosial, mengenakan masker, mencuci tangan, dan hati-hati serta tidak batuk di dekat orang lain.

Ghebreyesus menekankan bahwa “tidak ada kata terlambat untuk mengubah pandemi Covid-19 ini.” Ghebreyesus mencatat bahwa beberapa negara yang sebelumnya memiliki jumlah kasus yang tinggi, saat ini mampu mengendalikan wabah itu di negaranya.

Dalam jumpa pers secara virtual dari Jenewa, Ghebreyesus melaporkan, tim pendahulu WHO yang melakukan penelitian di Tiongkok telah memberi kesimpulan misi mereka guna menjadi dasar bagi upaya bersama lanjutan untuk mengidentifikasi asal muasal virus.

"Salah satu area yang terus kami pelajari adalah asal-usul virus penyebab Covid-19,” ujar Ghebreyesus.

Menurut dia, sebagai hasil dari upaya itu, WHO dan para ahli Tiongkok telah menyusun kerangka acuan untuk studi dan program kerja bagi tim internasional, yang tentunya dipimpin oleh WHO.

“Tim internasional mencakup ilmuwan dan peneliti terkemuka dari Tiongkok dan seluruh dunia,” kata kepala WHO itu.

Studi epidemiologi akan dimulai dari Wuhan, Tiongkok. Hal itu untuk mengidentifikasi sumber potensial infeksi tersebut pada kasus pertama. Dikatakan, bukti-bukti dan hipotesis yang dihasilkan melalui penelitian ini akan menjadi dasar untuk studi lebih lanjut dalam jangka panjang. Tim pendahulu, yang terdiri atas dua ahli WHO, dikirim ke Tiongkok sekitar tiga minggu lalu.



Sumber:Aljazeera, RT.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

DK PBB Sahkan Program Kerja Presidensi RI

Indonesia menjabat presiden DK PBB selama dua kali selama masa keanggotaannya di DK PBB periode 2019-2020, yaitu pada Mei 2019 dan Agustus 2020.

DUNIA | 5 Agustus 2020

Guru di AS Tolak Pembukaan Sekolah

“Di sini terbaring siswa kelas tiga dari Green Bay yang tertular Covid di sekolah” dan “RIP Nenek tertular Covid karena membantu cucunya tugas sekolah."

DUNIA | 5 Agustus 2020

Dubes RI: Semua 1.447 WNI Aman dari Ledakan Beirut

Berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat. Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 di antaranya adalah Kontingen Garuda.

DUNIA | 5 Agustus 2020

1 WNI Luka Ringan Akibat Ledakan di Lebanon

Lokasi ledakan sekitar tujuh kilometer dari KBRI.

DUNIA | 5 Agustus 2020

WHO: Milenial yang Terinfeksi Covid-19 Naik Tiga Kali Lipat

Proporsi orang berusia 15-24 tahun yang terinfeksi Covid-19 naik menjadi 15 persen dari 4,5 persen.

DUNIA | 5 Agustus 2020

Pascaledakan Beirut, Presiden Lebanon Umumkan Masa Darurat

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan keadaan darurat harus diumumkan di Beirut selama dua minggu pascaledakan besar di Beirut.

DUNIA | 5 Agustus 2020

Dua Ledakan Besar Guncang Beirut, 78 Tewas

Dua ledakan besar mengguncang kawasan pelabuhan Kota Beirut, ibu kota Lebanon, Selasa (4/8). Sedikitnya 78 orang tewas dan ribuan orang lainnya mengalami cedera.

DUNIA | 5 Agustus 2020

Menjanjikan! Uji Coba Awal Vaksin Corona Novavax Hasilkan Respons Imun

Uji coba fase satu ini melibatkan 131 relawan sehat antara usia 18 dan 59 di dua lokasi di Australia.

DUNIA | 5 Agustus 2020

Satgas TNI Evakuasi Korban Pengadangan Kelompok Bersenjata di Kongo

Peristiwa pengadangan tersebut dilakukan sebanyak 10 orang bersenjata terhadap dua kendaraan truk.

DUNIA | 4 Agustus 2020

Warga Palestina, Myanmar dan Uganda Ikut Nikmati Daging Kurban dari Indonesia

Ribuan warga dari Palestina, Myanmar, dan Uganda, ikut merayakan penyembelihan kurban yang datang dari Indonesia

DUNIA | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS