Pendiri TikTok Bela Rencana Penjualan ke Microsoft
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Pendiri TikTok Bela Rencana Penjualan ke Microsoft

Kamis, 6 Agustus 2020 | 07:27 WIB
Oleh : Natasa Christy Wahyuni / YS

Beijing, Beritasatu.com - Kepala TikTok di Tiongkok, Zhang Yiming, membela rencana penjualan operasi aplikasi itu di Amerika Serikat (AS), menyebut kesepakatan itu sebagai satu-satunya cara untuk mencegah aplikasi itu dilarang di sana. Dalam surat kepada staf di Tiongkok, Zhang mengatakan para pengkritik tidak melihat konteks sepenuhnya.

Surat itu ditulis setelah Presiden AS Donald Trump mengancam untuk melarang perusahaan media sosial itu. Media Tiongkok menyebut tekanan AS sebagai “pencurian”. Di media sosial, Zhang, selaku pendiri dari induk TikTok di Tiongkok, ByteDance, juga digambarkan sebagai “pengkhianat”.

Dalam suratnya, Zhang mengakui kritik tersebut tapi menyebut banyak orang salah paham atas situasi saat ini yang kompleks. Dia mengingatkan stafnya tentang ambisi global perusahaan itu dan adanya peningkatan sentimen anti-Tiongkok di seluruh dunia termasuk di AS dan India.

“Sebagai perusahaan, kita harus mematuhi hukum pasar tempat kita beroperasi. Rasanya seperti tujuannya tidak harus penjualan paksa, tapi mengingat situasi makro saat ini, larangan atau bahkan lebih,” kata Zhang.

Pemerintahan Trump telah mengancam untuk melarang TikTok, menyatakan bahwa data dikumpulkan dari para penggunanya termasuk diperkirakan 100 juta pemakai aplikasi itu di AS, dianggap berisiko eksploitasi oleh pemerintah Tiongkok.

Baik Beijing maupun TikTok telah membantah klaim tersebut, yang dibuat AS melawan perusahaan teknologi lainnya. Tapi penjualan ke AS dipandang sebagai cara untuk meredakan kekhawatiran semacam itu.



Sumber:BBC/Xinhua


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Koalisi Jaksa AS Protes Harga Remdesivir

“Gilead seharusnya tidak mendapatkan untung dari pandemi dan seharusnya harus didorong untuk berbuat lebih banyak untuk membantu lebih banyak orang."

DUNIA | 6 Agustus 2020

Trump: Wabah Covid-19 AS Masih Terkendali

“Mereka sekarat, itu benar. Memang begitu. Tapi itu tidak berarti kita tidak melakukan apa pun yang kita bisa."

DUNIA | 6 Agustus 2020

Israel dan Hezbollah Bantah Keterlibatan

Kelompok Hezbollah juga mengeluarkan bantahan sama bahwa ledakan itu adalah hasil dari serangan roket.

DUNIA | 6 Agustus 2020

Puluhan Orang Hilang Akibat Ledakan di Lebanon

Para kerabat memohon di media sosial untuk pencarian anggota keluarganya.

DUNIA | 6 Agustus 2020

AS Bayar Johnson & Johnson US$ 1 Miliar untuk 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Pemerintah AS juga dapat membeli 200 juta dosis tambahan berdasarkan perjanjian berikutnya.

DUNIA | 6 Agustus 2020

Fauci: Puluhan Juta Dosis Vaksin Corona Tersedia di Awal 2021

Fauci berharap dunia bisa melewati pandemi Covid-19 yang telah merenggut lebih 700.000 nyawa di seluruh dunia pada akhir tahun depan dengan bantuan vaksin.

DUNIA | 6 Agustus 2020

Harga Vaksin Covid-19 Moderna di Kisaran $32 Per Dosis

Moderna memasang harga antara US$ 32 (Rp 465.000) hingga US$ 37 untuk vaksin Covid-19 buatannya.

DUNIA | 5 Agustus 2020

Hari Ini, 15 Warga Australia Meninggal Akibat Covid-19

Kondisi wabah di Melbourne, kota terbesar kedua di Australia dan ibukota Victoria, telah mencatat ratusan kasus baru setiap hari dalam beberapa pekan terakhir.

DUNIA | 5 Agustus 2020

Ekonomi Tiongkok Mulai Bangkit, yang Lain Kapan Menyusul?

Tiongkok akan menjadi satu-satunya negara dengan skala ekonomi besar di dunia yang akan mencatat pertumbuhan akhir tahun ini.

DUNIA | 5 Agustus 2020

WHO: Tak Ada Senjata Ampuh Tumpas Covid-19

"Namun, tidak ada peluru perak saat ini, dan mungkin tidak akan pernah ada,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

DUNIA | 5 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS