Setelah TikTok, AS Akan Singkirkan Aplikasi Lain
INDEX

BISNIS-27 434.406 (2.64)   |   COMPOSITE 4934.09 (26.78)   |   DBX 924.804 (1.45)   |   I-GRADE 130.838 (0.51)   |   IDX30 413.425 (2.18)   |   IDX80 108.094 (0.59)   |   IDXBUMN20 272.657 (0.26)   |   IDXG30 115.379 (0.86)   |   IDXHIDIV20 370.721 (1.29)   |   IDXQ30 120.916 (0.54)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.81)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (1.85)   |   IDXV30 102.468 (0.82)   |   INFOBANK15 776.883 (5.12)   |   Investor33 360.093 (2.16)   |   ISSI 144.765 (0.78)   |   JII 523.909 (2.34)   |   JII70 177.568 (0.85)   |   KOMPAS100 966.07 (5.86)   |   LQ45 756.376 (4.51)   |   MBX 1366.8 (8.19)   |   MNC36 270.277 (1.64)   |   PEFINDO25 258.891 (0.84)   |   SMInfra18 233.321 (0.88)   |   SRI-KEHATI 303.606 (1.59)   |  

Setelah TikTok, AS Akan Singkirkan Aplikasi Lain

Jumat, 7 Agustus 2020 | 10:13 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / YS

Washington, Beritasatu.com - Pemerintah Presiden Donald Trump akan menyingkirkan sejumlah aplikasi buatan Tiongkok yang dianggap tidak dipercaya dari jaringan digital Amerika Serikat (AS).

Pada Rabu (5/8), pemerintah AS menyebut aplikasi video pendek milik TikTok milik Tiongkok dan aplikasi jejaring pesan WeChat sebagai "ancaman signifikan".

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan upaya AS yang diperluas pada program yang disebutnya “Clean Network” akan fokus pada lima bidang. Program ini mencakup langkah-langkah untuk mencegah berbagai aplikasi Tiongkok, serta perusahaan telekomunikasi Tiongkok, dari mengakses informasi sensitif pada warga dan bisnis Amerika.

Pengumuman Pompeo muncul setelah Presiden Trump mengancam akan melarang TikTok. Aplikasi berbagi video yang sangat populer mendapat kecaman dari anggota parlemen AS dan pemerintah terkait masalah keamanan nasional, di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing.

“Dengan perusahaan induk yang berbasis di Tiongkok, aplikasi seperti TikTok, WeChat, dan lainnya merupakan ancaman signifikan terhadap data pribadi warga Amerika, belum lagi alat untuk sensor konten PKT (Partai Komunis Tiongkok),” kata Pompeo.

Dalam wawancara dengan kantor berita negara Xinhua pada Rabu, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan AS "tidak berhak" untuk membangun "Jaringan Bersih" dan menyebut tindakan Washington sebagai "contoh kasus buku teks tentang penindasan".



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Amsterdam Wajibkan Penggunaan Masker di Daerah Ramai

“Kami memulai eksperimen ini karena kami khawatir dengan meningkatnya jumlah infeksi virus corona. Penggunaan masker wajah adalah wajib di daerah padat."

DUNIA | 7 Agustus 2020

Turki Sebarkan Edaran ke 81 Provinsi untuk Tekan Pandemi

Kementerian Dalam Negeri Turki mengirim surat edaran ke semua kantor gubernur di 81 provinsi di seluruh negeri agar lebih fokus pada penanganan Covid-19.

DUNIA | 7 Agustus 2020

Gilead Siap Memenuhi Permintaan Global akan Remdesivir

Gilead berencana untuk memproduksi lebih dari 2 juta paket pengobatan Covid-19 di akhir tahun dan menambah beberapa juta lagi tahun 2021.

DUNIA | 7 Agustus 2020

9 WNI di Uzbekistan Terinfeksi Covid-19

WNI yang terkonfirmasi Covid-19 bertambah 12 orang dibandingkan data Kemlu pada Rabu (5/8) sebanyak 1.264 orang.

DUNIA | 6 Agustus 2020

Banjir dan Longsor di Korsel, 14 Tewas

Para korban termasuk tiga warga Selandia Baru dari keluarga yang sama, yang ditemukan tewas pada Senin (3/8).

DUNIA | 6 Agustus 2020

Generasi Terakhir Korban Bom Jepang Serukan Abolisi Senjata Nuklir

“Apa yang kita hibakusha katakan adalah kita tidak bisa mengulangi (serangan nuklir)."

DUNIA | 6 Agustus 2020

Satu Orang Meninggal Tiap 15 Detik karena Covid-19

Mengacu pada data penghitungan Reuters dalam dua pekan terakhir, rata-rata hampir 5.900 orang meninggal dunia tiap 24 jam akibat Covid-19.

DUNIA | 6 Agustus 2020

WHO Desak Rusia Ikuti Pedoman untuk Vaksin Covid-19

“Kami sangat mengandalkan untuk memulai produksi massal pada bulan September."

DUNIA | 6 Agustus 2020

Tiongkok Tentang Intimidasi AS Terkait Penjualan TikTok

"AS telah memperluas konsep keamanan nasional dan menyalahgunakan kekuasaannya untuk menjatuhkan perusahaan non-AS."

DUNIA | 6 Agustus 2020

Pendiri TikTok Bela Rencana Penjualan ke Microsoft

“Sebagai perusahaan, kita harus mematuhi hukum pasar tempat kita beroperasi. Rasanya seperti tujuannya tidak harus penjualan paksa."

DUNIA | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS