Ratusan Anak Perempuan dan Wanita Hilang di Peru
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Ratusan Anak Perempuan dan Wanita Hilang di Peru

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 08:46 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / YS

Peru, Beritasatu.com - Lebih dari 900 perempuan dan anak perempuan hilang di Peru selama penguncian virus corona atau Covid-19. Pada Selasa (4/8/2020), pejabat setempat menyerukan pembentukan komisi orang yang terdaftar secara nasional.

Kasus ratusan anak perempuan dan wanita yang hilang di Peru dinilai cukup mengkhawatirkan.

Isabel Ortiz, seorang komisaris hak-hak perempuan di kantor Ombudsman Nasional,
mengatakan sebanyak 915 orang terdiri dari 606 anak perempuan dan 309 wanita, telah dilaporkan hilang sejak dimulainya penutupan pada 16 Maret hingga 30 Juni.

“Catatan harus disimpan untuk melacak mereka yang hilang, apakah mereka ditemukan hidup atau mati dan apakah mereka adalah korban perdagangan seks, kekerasan dalam rumah tangga atau feminisme,” kata Ortiz di kantor Ombudsman Nasional, satu badan independen yang memantau hak asasi manusia Peru.

Lewat wawancara telepon, Ortiz mengatakan temuan angka-angka itu sangat mengkhawatirkan.

“Kami tahu jumlah perempuan dan anak perempuan yang hilang, tetapi kami tidak memiliki informasi terperinci tentang berapa banyak yang telah ditemukan. Kami tidak memiliki catatan yang tepat dan terbaru,” katanya.

Tanpa jenis data yang dapat dikumpulkan oleh orang hilang nasional, sering kali tidak diketahui apa yang terjadi dari orang yang dilaporkan hilang dan apakah mereka ditemukan hidup atau mati.

“Sebagian perempuan itu bisa menjadi korban kejahatan dengan kekerasan seperti kekerasan dalam rumah tangga atau feminisme, pembunuhan yang berkaitan dengan gender seorang wanita oleh seorang pria. Dalam beberapa kasus, pelaku kejahatan justru yang melaporkan seorang wanita hilang,” katanya.

Menurut Ortiz, pencatatan orang hilang nasional akan memungkinkan referensi silang informasi dengan kejahatan lain terhadap wanita untuk membantu menemukan orang hilang dan mengidentifikasi tersangka potensial.

“Kita perlu memiliki daftar yang tepat yang akan memungkinkan kita menghubungkan penghilangan perempuan dengan kejahatan lain seperti perdagangan manusia dan kekerasan seksual,” kata Ortiz.

Pekan lalu, Kementerian Wanita Peru menyatakan 1.200 wanita dan gadis dilaporkan hilang selama pandemi dan merupakan angka yang lebih tinggi termasuk bulan Juli.



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemenangan Keluarga Rajapaksa Dikhawatirkan Langgengkan Politik Dinasti

Pihak oposisi Sri Lanka menuduh pemerintah melakukan korupsi, penyensoran, dan intimidasi.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Partainya Menang di Pemilu, Presiden Sri Lanka Makin Punya Kekuatan Ubah Konstitusi

Partai berkuasa Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP) dan sekutunya memenangkan 150 kursi di parlemen yang beranggotakan 225 orang.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Rusia Ingin Trump Jadi Presiden AS, Tiongkok dan Iran Ingin Biden

Rusia berusaha menjatuhkan Joe Biden, sementara Tiongkok dan Iran tidak ingin Presiden Donald Trump memenangkan Pilpres AS November nanti.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Kasus WNI Terinfeksi Covid-19 Bertambah dari Ethiopia

Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi Covid-19 di luar negeri menjadi 1.279 orang hingga Jumat (7/8/2020).

DUNIA | 7 Agustus 2020

Menlu: KBRI Beirut Dampingi Pemulihan 1 WNI Korban Ledakan

Jumlah WNI di Lebanon sekitar 1.447 orang terdiri dari 1.234 kontingen Garuda dan 213 WNI sipil termasuk mahasiswa.

DUNIA | 7 Agustus 2020

Pertama Kalinya, Taman di Kastil Windsor Dibuka untuk Umum

Setelah lebih dari 40 tahun, taman East Terrace Garden di Kastil Windsor akan dibuka untuk umum.

DUNIA | 7 Agustus 2020

Wow! Ekspor Tiongkok Juli Naik 7,2% karena Permintaan Produk Medis

Angka ini jauh lebih baik dari perkiraan ekonom yang disurvei Reuters yakni ekspor dalam turun 0,2 persen dari tahun lalu.

DUNIA | 7 Agustus 2020

Ledakan di Beirut Berasal dari Amonium Nitrat, Apa Itu?

Ledakan yang terjadi di Pelabuhan Kota Beirut, Lebanon berasal dari zat kimia amonium nitrat.

DUNIA | 6 Agustus 2020

Peringatan 75 Tahun Serangan Bom Hiroshima Tidak Libatkan Publik

Acara lainnya termasuk pertemuan untuk mengapungkan lentera di sepanjang Sungai Motoyasu, telah dibatalkan karena lonjakan kasus virus corona di sebagian Jepang

DUNIA | 7 Agustus 2020

Kampanye Biden Akan Belanjakan Rp 4 Triliun

Dari anggaran US$ 280 juta, kampanye Biden dibagi menjadi US$ 220 juta (Rp 3,2 triliun) untuk siaran TV dan U$ 60 juta (Rp 875 miliar) untuk iklan digital.

DUNIA | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS