TikTok Ancam Tindakan Hukum atas Perintah Eksekutif Trump
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

TikTok Ancam Tindakan Hukum atas Perintah Eksekutif Trump

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 08:55 WIB
Oleh : Natasa Christy Wahyuni / YS

Beijing, Beritasatu.com - Media sosial asal Tiongkok, TikTok, Jumat (7/8/2020) mengancam akan mengambil tindakan hukum setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk melarang aplikasi itu bersama dengan aplikasi lainnya, WeChat.

Trump memberikan tenggat waktu 45 hari yaitu sampai 15 September kepada induk perusahaan kedua aplikasi itu, ByteDance dan Tencent, untuk menjual atau mengalihkan bisnisnya kepada perusahaan AS.

Pada Kamis (6/8/2020), Trump mengambil langkah terbaru untuk melarang dua aplikasi milik perusahaan Tiongkok yaitu TikTok dan WeChat. Tidak jelas apakah Trump memiliki otoritas hukum atas tindakannya tersebut.

Perintah Trump tidak menyebutkan nominal uang tertentu yang harus diserahkan kepada Departemen Keuangan AS dari hasil penjualan aplikasi tersebut, seperti desakan Trump beberapa hari lalu. Perintah terkait larangan TikTok yakni setelah 45 hari adanya transaksi apa pun oleh siapa pun atau sehubungan dengan properti apa pun, tunduk kepada yurisdiksi AS, dengan ByteDance Ltd. Langkah itu menambah tekanan dalam negosiasi dalam rencana penjualan operasi TikTok ke Microsoft.

Sementara itu, Tik Tok menyatakan akan mengupayakan semua pemulihan yang tersedia untuk memastikan aturan hukum tidak diabaikan. “Kami sedang mengevaluasi perintah eksekutif untuk mendapatkan pemahaman sepenuhnya,” sebut pernyataan perusahaan pemilik WeChat, Tencent, dikutip dari media penyiaran Inggris, BBC, Jumat.

Trump telah mengeluarkan ancaman untuk melarang TikTok sejak minggu lalu dengan mengaitkan kepada kekhawatiran keamanan. Perintah eksekutif Trump atas platform berbagi video pendek, TikTok, dan layanan bertukar pesan, WeChat, itu menjadi langkah terbaru yang menunjukkan kampanye peningkatan perlawanan kepada Tiongkok.

Pada Kamis, Washington juga mengumumkan rekomendasi bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar dalam pasar dihapuskan dari daftar kecuali mereka memberikan akses kepada regulator kepada rekening yang diaudit.



Sumber:BBC/Reuters

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakar Epidemiologi AS Diancam

Dia bersama keluarganya telah meminta pengamanan berkelanjutan karena pelecehan dan ancaman kematian dari orang-orang yang marah.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Semakin Banyak Negara Eropa Terapkan Pembatasan

“Situasinya sangat rumit. Apakah kita bisa mengharapkan gelombang lebih kecil atau lebih besar tergantung bagaimana kita merespons."

DUNIA | 8 Agustus 2020

Ratusan Anak Perempuan dan Wanita Hilang di Peru

Pekan lalu, Kementerian Wanita Peru menyatakan 1.200 wanita dan gadis dilaporkan hilang selama pandemi.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Kemenangan Keluarga Rajapaksa Dikhawatirkan Langgengkan Politik Dinasti

Pihak oposisi Sri Lanka menuduh pemerintah melakukan korupsi, penyensoran, dan intimidasi.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Partainya Menang di Pemilu, Presiden Sri Lanka Makin Punya Kekuatan Ubah Konstitusi

Partai berkuasa Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP) dan sekutunya memenangkan 150 kursi di parlemen yang beranggotakan 225 orang.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Rusia Ingin Trump Jadi Presiden AS, Tiongkok dan Iran Ingin Biden

Rusia berusaha menjatuhkan Joe Biden, sementara Tiongkok dan Iran tidak ingin Presiden Donald Trump memenangkan Pilpres AS November nanti.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Kasus WNI Terinfeksi Covid-19 Bertambah dari Ethiopia

Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi Covid-19 di luar negeri menjadi 1.279 orang hingga Jumat (7/8/2020).

DUNIA | 7 Agustus 2020

Menlu: KBRI Beirut Dampingi Pemulihan 1 WNI Korban Ledakan

Jumlah WNI di Lebanon sekitar 1.447 orang terdiri dari 1.234 kontingen Garuda dan 213 WNI sipil termasuk mahasiswa.

DUNIA | 7 Agustus 2020

Pertama Kalinya, Taman di Kastil Windsor Dibuka untuk Umum

Setelah lebih dari 40 tahun, taman East Terrace Garden di Kastil Windsor akan dibuka untuk umum.

DUNIA | 7 Agustus 2020

Wow! Ekspor Tiongkok Juli Naik 7,2% karena Permintaan Produk Medis

Angka ini jauh lebih baik dari perkiraan ekonom yang disurvei Reuters yakni ekspor dalam turun 0,2 persen dari tahun lalu.

DUNIA | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS