Brasil Anggarkan US$ 360 Juta untuk Vaksin AstraZeneca
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Brasil Anggarkan US$ 360 Juta untuk Vaksin AstraZeneca

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 09:08 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / YS

Brasilia, Beritasatu.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengeluarkan keputusan pada Kamis (6/8/2020) yang akan menyisihkan 1,9 miliar reais (US$ 356 juta atau Rp 5,22 triliun) dalam dana untuk membeli dan pada akhirnya memproduksi vaksin Covid-19 potensial yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca dan peneliti Universitas Oxford.

Penjabat Menteri Kesehatan Brasil Jenderal Eduardo Pazuello mengatakan, vaksin itu bisa tersedia untuk warga Brasil pada Desember 2020 atau Januari 2021.

Dia menyebut vaksin itu "paling menjanjikan di dunia" untuk melawan virus.

“Januari adalah perkiraan terbaik. Vaksin adalah solusi untuk mengakhiri pandemi,” kata Pazuello dalam obrolan langsung mingguan Bolsonaro di Facebook.

Bakal vaksin AstraZeneca dipandang sebagai yang terdepan dalam perlombaan global untuk memberikan vaksin yang efektif. Pada Kamis ((6/8/2020), pembuat obat Inggris membuat kesepakatan untuk memproduksi vaksin di Tiongkok.

Pazuello mengatakan, Brasil pada awalnya akan menerima 100 juta dosis, yang akan memungkinkan vaksinasi setengah populasi negara itu. Tapi kemudian Brasil memproduksi vaksin secara lokal.

Bolsonaro, yang telah berulang kali meminimalkan gawatnya pandemi, kembali mengatakan dampak tambahan dari pengangguran yang disebabkan oleh karantina wilayah dari aturan gubernur dan wali kota negara bagian lebih buruk daripada virus itu sendiri.

Namun Brasil mendekati 100.000 kematian akibat Covid-19 dalam wabah virus corona terburuk di dunia setelah Amerika Serikat.

Pada Kamis (6/8), Kementerian kesehatan Brasil melaporkan ada 53.139 kasus infeksi baru yang dikonfirmasi dan 1.237 kasus kematian dalam 24 jam terakhir.

Menurut Data Kementerian Kesehatan, Brasil telah mencatat hampir 3 juta kasus yang dikonfirmasi sejak pandemi dimulai, sementara jumlah kematian resmi telah meningkat menjadi lebih dari 98.000 kasus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan akan menjadi kepentingan negara-negara kaya untuk memastikan bahwa setiap vaksin yang pada akhirnya diproduksi untuk melindungi terhadap virus corona baru dibagikan secara global.

“Nasionalisme vaksin tidak baik, itu tidak akan membantu kami. Agar dunia pulih lebih cepat, ia harus pulih bersama, karena ini adalah dunia yang mengglobal: perekonomian saling terkait. Sebagian dunia atau beberapa negara tidak dapat menjadi tempat berlindung yang aman dan pulih,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam Forum Keamanan Aspen di Amerika Serikat, melalui tautan video dari markas besar WHO di Jenewa.



Sumber:Reuters/Aljazeera


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mantan Menkeu Malaysia Didakwa Kasus Dugaan Suap

Diduga menerima suap dari proyek terowongan bawah laut Penang senilai 6,3 miliar ringgit atau sekitar Rp 22 triliun.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Pelaku Bunuh Diri di Singapura Kebanyakan Usia 20 Tahunan

Menurut SOS, ada 400 kasus bunuh diri yang dilaporkan pada tahun 2019, dibandingkan dengan 397 kasus pada tahun sebelumnya.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Kasus Covid-19 di India Tembus 2 Juta

Banyak ahli mengatakan, angka sebenarnya disinyalir jauh lebih tinggi di antara penduduk yang jumlahnya 1,3 miliar orang.

DUNIA | 8 Agustus 2020

TikTok Ancam Tindakan Hukum atas Perintah Eksekutif Trump

Trump memberikan tenggat waktu 45 hari yaitu sampai 15 September kepada induk perusahaan kedua aplikasi itu, ByteDance dan Tencent.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Pakar Epidemiologi AS Diancam

Dia bersama keluarganya telah meminta pengamanan berkelanjutan karena pelecehan dan ancaman kematian dari orang-orang yang marah.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Semakin Banyak Negara Eropa Terapkan Pembatasan

“Situasinya sangat rumit. Apakah kita bisa mengharapkan gelombang lebih kecil atau lebih besar tergantung bagaimana kita merespons."

DUNIA | 8 Agustus 2020

Ratusan Anak Perempuan dan Wanita Hilang di Peru

Pekan lalu, Kementerian Wanita Peru menyatakan 1.200 wanita dan gadis dilaporkan hilang selama pandemi.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Kemenangan Keluarga Rajapaksa Dikhawatirkan Langgengkan Politik Dinasti

Pihak oposisi Sri Lanka menuduh pemerintah melakukan korupsi, penyensoran, dan intimidasi.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Partainya Menang di Pemilu, Presiden Sri Lanka Makin Punya Kekuatan Ubah Konstitusi

Partai berkuasa Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP) dan sekutunya memenangkan 150 kursi di parlemen yang beranggotakan 225 orang.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Rusia Ingin Trump Jadi Presiden AS, Tiongkok dan Iran Ingin Biden

Rusia berusaha menjatuhkan Joe Biden, sementara Tiongkok dan Iran tidak ingin Presiden Donald Trump memenangkan Pilpres AS November nanti.

DUNIA | 8 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS