Puluhan Warga Beirut Gelar Protes Anti-Pemerintah

Puluhan Warga Beirut Gelar Protes Anti-Pemerintah

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 09:15 WIB
Oleh : Natasa Christy Wahyuni / YS

Beirut, Beritasatu.com - Puluhan demonstran yang marah atas ledakan dahsyat di Beirut, menggelar aksi protes anti-pemerintah di dekat gedung parlemen, Kamis (6/8/2020). Petugas menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Banyak warga di Lebanon mengatakan korupsi, pengabaian, dan salah kelola dari pemerintah yang menyebabkan ledakan tersebut sehingga menewaskan setidaknya 137 orang dan melukai sekitar 5.000 orang. Ledakan itu menghancurkan seluruh distrik di ibu kota Beirut dimana rumah dan binsis hancur menjadi puing-puing. Puluhan orang juga masih belum ditemukan.

Presiden Lebanon Michel Aoun menyalahkan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman di gudang dekat pelabuhan sejak 2013. Kantor berita Lebanon menyatakan 16 orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan yang diumumkan pemerintah minggu ini.

Sejak terjadinya ledakan itu, dua pejabat telah mengundurkan diri. Anggota parlemen Marwan Hamadeh mundur pada Rabu (5/8/2020), sedangkan Duta Besar Lebanon untuk Yordania, Tracy Chamoun, mundur keesokan harinya, Kamis, menyatakan bahwa bencana menunjukkan perlunya perubahan kepemimpinan.

Hakim Fadi Akiki, perwakilan pemerintah di pengadilan militer, mengatakan lebih dari 18 pelabuhan dan pejabat bea cukai dan pekerja pemeliharaan di gudang itu telah diperiksa.

Pada Kamis, Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi pemimpin dunia pertama yang mengunjungi Beirut. Macron menyatakan Lebanon, yang merupakan bekas jajahan Prancis, perlu melihat perubahan mendalam dari otoritas, sembari menyerukan investigasi internasional atas bencana itu.

Macron menggambarkan ledakan itu sebagai metafora dari krisis Lebanon saat ini, serta menyebut diperlukannya “kepemimpinan politik baru”. Menurutnya, pendanaan tersedia untuk negara itu tapi para pemimpinnya pertama harus menerapkan reformasi.

Macron menambahkan konferensi bantuan untuk Lebanon akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Prancis akan memastikan bantuan dikirimkan secara langsung kepada organisasi-organisasi yang bekerja di lapangan.



Sumber:BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Hong Kong Akan Beri Vaksin Gratis ke Seluruh Warga

Lam mengatakan, pada akhir Juli lalu, ia telah meminta Beijing untuk meningkatkan kemampuan tes Covid-19 dan fasilitasnya.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Brasil Anggarkan US$ 360 Juta untuk Vaksin AstraZeneca

Dia menyebut vaksin itu "paling menjanjikan di dunia" untuk melawan virus.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Mantan Menkeu Malaysia Didakwa Kasus Dugaan Suap

Diduga menerima suap dari proyek terowongan bawah laut Penang senilai 6,3 miliar ringgit atau sekitar Rp 22 triliun.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Pelaku Bunuh Diri di Singapura Kebanyakan Usia 20 Tahunan

Menurut SOS, ada 400 kasus bunuh diri yang dilaporkan pada tahun 2019, dibandingkan dengan 397 kasus pada tahun sebelumnya.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Kasus Covid-19 di India Tembus 2 Juta

Banyak ahli mengatakan, angka sebenarnya disinyalir jauh lebih tinggi di antara penduduk yang jumlahnya 1,3 miliar orang.

DUNIA | 8 Agustus 2020

TikTok Ancam Tindakan Hukum atas Perintah Eksekutif Trump

Trump memberikan tenggat waktu 45 hari yaitu sampai 15 September kepada induk perusahaan kedua aplikasi itu, ByteDance dan Tencent.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Pakar Epidemiologi AS Diancam

Dia bersama keluarganya telah meminta pengamanan berkelanjutan karena pelecehan dan ancaman kematian dari orang-orang yang marah.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Semakin Banyak Negara Eropa Terapkan Pembatasan

“Situasinya sangat rumit. Apakah kita bisa mengharapkan gelombang lebih kecil atau lebih besar tergantung bagaimana kita merespons."

DUNIA | 8 Agustus 2020

Ratusan Anak Perempuan dan Wanita Hilang di Peru

Pekan lalu, Kementerian Wanita Peru menyatakan 1.200 wanita dan gadis dilaporkan hilang selama pandemi.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Kemenangan Keluarga Rajapaksa Dikhawatirkan Langgengkan Politik Dinasti

Pihak oposisi Sri Lanka menuduh pemerintah melakukan korupsi, penyensoran, dan intimidasi.

DUNIA | 8 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS