Tim Penyelidik Teliti Landasan Pacu dan Tindakan Pilot Air India
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Tim Penyelidik Teliti Landasan Pacu dan Tindakan Pilot Air India

Senin, 10 Agustus 2020 | 11:45 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

New Delhi, Beritasatu.com - Tim penyelidik kecelakaan pesawat Air India pada Minggu (9/8/2020), meneliti faktor landasan pacu dan tindakan pilot sebagai kemungkinan penyebab jatuhnya jet Boeing 737 tersebut.

Dalam kecelakaan pesawat di Kerala pada Jumat (7/8/2020), sebanyak 18 orang tewas, termasuk kedua pilot, dan lebih dari 150 orang terluka.

Pesawat Boeing 737 yang berangkat dari Dubai dan kembali ke India selatan itu meluncur langsung dari landasan pacu yang basah karena hujan, lalu jatuh dari lereng bukit, dan terbelah dua.

Melihat foto-foto reruntuhan yang diambil pada Sabtu (8/8/2020), adalah hal luar biasa karena banyak penumpang yang selamat. Badan pesawat terkelupas serta bongkahan besar kabin berserakan di lumpur.

“Semua penerbangan yang mendarat di Landasan Pacu 10 dalam kondisi hujan deras, membahayakan nyawa semua penumpang,” kata satu laporan yang dikirimkan ke Otoritas Penerbangan Sipil India pada 2011.

Pesawat Air India itu membawa 190 orang. Tim penyelamat, termasuk banyak warga desa, bergegas ke lokasi kecelakaan, dalam keadaan cepat, mereka menarik orang keluar dari kabin. Pesawat itu tampaknya tidak pernah terbakar, karena hujan yang turun tanpa henti sepertinya telah memadamkan percikan api.

Pilot, yang juga bekas penerbang militer, berputar di atas bandara sekali, lalu dua kali. Dengan jarak pandang yang sangat buruk, sang pilot lalu mengirim pesan radio ke menara kontrol dan meminta mengganti landasan untuk mendarat.

Dari penyelidikan terbaru, pejabat penerbangan India juga sudah mulai menyalahkan pilot, bukan landasan pacu dalam peristiwa itu.

"Masalah mendasar, seperti yang kami pahami dalam insiden ini, adalah bahwa di landasan pacu sepanjang 8.500 kaki, pesawat mendarat setelah melintasi sepertiga dari strip, melampaui 3.000 kaki,” kata Direktur Jenderal Penerbangan Sipil India Arun Kumar saat wawancara.

Menurut Kumar, semestinya pilot itu berputar-putar atau seharusnya tidak mendarat sama sekali.

“Apa yang biasanya terjadi dalam kondisi seperti itu adalah, pilot berputar dan mencoba mendarat lagi atau tidak mendarat sama sekali, mengingat kondisi cuaca. Pendaratan harus terjadi dalam jarak 500 kaki pertama dari lintasan,” paparnya.

Sejumlah penumpang yang selamat mengatakan, mereka sudah mengetahui ada yang tidak beres begitu roda pesawat menghantam tanah.



Sumber:NYtimes/CNA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

ASEAN Dorong Perdamaian di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

ASEAN juga mendorong netralitas kawasan dengan tetap menjaga persatuan, kohesif, dan memiliki ketahanan untuk memajukan prinsip-prinsip Piagam ASEAN.

DUNIA | 10 Agustus 2020

Polisi London Sita 100 Sepeda Curian

“Sepeda tersebut diperkirakan bernilai total lebih dari 30.000 pound (US$ 39.000 atau Rp 569,6 juta),” kata Polisi Metropolitan.

DUNIA | 10 Agustus 2020

Partai Baru Mahathir Dianggap Kendaraan untuk Ambisi Pribadi

“Saya pikir partai baru ini tidak akan membuat kemajuan berarti karena banyak warga Melayu menyadari fakta bahwa suara Melayu telah terpecah."

DUNIA | 10 Agustus 2020

Redakan Kemarahan Demonstran, PM Lebanon Usulkan Pemilu Dini

“Kita tidak bisa keluar dari krisis struktural negara ini tanpa menggelar pemilu parlemen dini."

DUNIA | 10 Agustus 2020

Terbelit Korupsi, Juan Carlos Hidup Mewah di Abu Dhabi

Sang mantan raja mengasingkan diri pada Senin (3/8/2020) dengan jet pribadi sewaan Global 6500 senilai 50 juta euro (Rp 860 miliar).

DUNIA | 10 Agustus 2020

UE Coret Maroko dari Daftar Aman Berkunjung

Uni Eropa hanya mengizinkan para pelancong dari sebelas negara non-UE untuk memasuki perbatasan luar negeri negara-negara UE.

DUNIA | 10 Agustus 2020

Senin Ini Paris Mewajibkan Penggunaan Masker

Perintah itu berlaku untuk setiap orang berusia di atas 11 tahun di “zona tertentu yang sangat padat.”

DUNIA | 10 Agustus 2020

Pakistan Buka Kembali Penerbangan Internasional

Langkah itu diambil setelah beberapa pekan sebelumnya Pakistan secara parsial membuka kembali bandara untuk penerbangan komersial domestik dan internasional.

DUNIA | 10 Agustus 2020

11 Tahun Berlalu, Belum Ada Kejelasan Soal Pencemaran Laut Timor

Australia ikut bertanggung jawab.

NASIONAL | 10 Agustus 2020

Rekor! Selandia Baru 100 Hari Tanpa Kasus Covid-19 Lokal

Warga Selandia Baru telah kembali ke kehidupan normal.

DUNIA | 10 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS