Produsen Masker Tiongkok Berjuang di Tengah Anjloknya Harga

Produsen Masker Tiongkok Berjuang di Tengah Anjloknya Harga

Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:37 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Beijing, Beritasatu.com - Puluhan ribu produsen masker bermunculan saat masa awal pandemi virus corona. Namun, kini banyak di antara mereka berjuang untuk bisa bertahan setelah anjloknya permintaan domestik dan adanya aturan ketat kontrol kualitas produk.

Tiongkok berupaya keras dan gencar untuk memproduksi alat pelindung untuk memenuhi kekurangan ketika wabah itu merebak di Tiongkok akhir tahun lalu dan menyebar ke seluruh dunia.

Lebih dari 73.000 perusahaan terdaftar sebagai produsen masker wajah di awal tahun ini, termasuk di antaranya lebih dari 36.000 produsen baru yang muncul pada April, setelah harga masker dan permintaan melonjak.

Namun, munculnya perusahaan-perusahaan baru itu mengakibatkan terjadinya "penurunan kualitas dan lonjakan pemalsuan." Demikian hasil penelitian Daxue Consulting, Tiongkok. Soalnya, banyak perusahaan pembuat mobil hingga produsen popok mengganti bisnisnya menjadi pembuat masker.

Sekarang, dengan kondisi pandemi sudah terkendali di Tiongkok daratan, permintaan masker untuk pasar domestik turun drastis, sehingga mendorong harga anjlok.

"Pesanan kami telah dipotong lima atau enam kali lipat sejak April,” kata Yang Hao, direktur penjualan di CCST, satu perusahaan di kota bagian selatan Shenzhen, produsen alat pembersih udara yang menambah lini bisnisnya untuk memproduksi masker.

“Sekarang, tiap hari kami tidak lagi memproduksi masker baik di siang atau malam hari,” tambahnya.

Beberapa perusahaan yang masuk ke industri ini sekarang mundur. Buletin Pekerja Tiongkok, yang memantau konflik pekerja di Tiongkok Daratan mengungkapkan, telah terjadi sejumlah aksi protes dalam beberapa bulan terakhir karena beberapa pabrik masker ditutup mendadak dan meninggalkan pekerja yang tidak digaji.

Beberapa perusahaan yang dihubungi AFP menyatakan, pesanan masker turun signifikan dan beberapa dari mereka mengaku akan fokus kembali pada bisnis awal mereka.

“Perusahaan kami memiliki sejumlah lini bisnis, kami mulai memproduksi masker ketika pandemi menghantam Tiongkok. Tetapi, kami akan kembali lagi ke produksi kami yang lain di masa mendatang,” tutur salah satu direktur pemasaran perusahaan medis di utara Provinsi Hebei.

Ia mengatakan, perusahaannya sekarang menjual masker dengan harga hanya 0,4 Yuan atau sekitar US$ 6 sen. Harga sebesar itu hanya seperempat dari harga tertinggi saat awal pandemi di Tiongkok awal tahun ini.



Sumber:CNA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tiongkok Pamerkan Kisah Heroik Lawan Covid-19

Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus berusaha mengklaim dirinya sebagai pelopor dalam perang melawan Covid-19.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Trump Tak Bisa Pamer Vaksin Covid-19 Saat Hari Pilpres

Setelah meninjau data tahapan dari Moderna, Senin (10/8), para ahli vaksin memastikan Trump tidak akan mendapatkan vaksin pada hari pemilihan.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Soroti Kesehatan Mental, Trump Justru Untungkan Biden

“Harapan yang sangat rendah kepada performa Biden dalam debat pemilu adalah berkah baginya."

DUNIA | 12 Agustus 2020

PM Thailand Nyatakan Prihatin Demo Antipemerintah

Para demonstran dari kelompok pro-demokrasi Universitas Thammasat juga mengeluarkan 10 poin seruan untuk reformasi monarki

DUNIA | 12 Agustus 2020

Pemerintah Baru Lebanon Harus Independen dan Profesional

Kelak pemerintah ini bisa melaksanakan reformasi yang diperlukan tanpa dimanipulasi oleh para pemimpin sektarian.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Tentara Malaysia Tangkap 18 WNI Ilegal

Akhir Juli, Infantri Malaysia juga menangkap 42 orang WNI pendatang ilegal.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Presiden DK PBB, Indonesia Akan Gelar Debat Terbuka Pandemi dan Perdamaian

Debat akan dihadiri Sekjen PBB Antonio Guterres dan mantan Sekjen PBB Ban Ki-Moon.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Tesla Umumkan Stock Split 5:1

Saham Tesla naik 6 persen di perdagangan pascapenutupan meskipun stock split tidak memiliki dampak fundamental terhadap saham.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Pemerintah AS Borong 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Moderna

Moderna mengatakan kesepakatan pembelian vaksin mRNA-1273 itu bernilai sebesar US$ 1,53 miliar.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Harris, Andalan Biden Rebut Suara Warga Kulit Hitam AS

Kamala Harris akan menjadi andalan Biden untuk merebut suara warga kulit hitam AS.

DUNIA | 12 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS