Produsen Masker Tiongkok Berjuang di Tengah Anjloknya Harga
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Produsen Masker Tiongkok Berjuang di Tengah Anjloknya Harga

Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:37 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Beijing, Beritasatu.com - Puluhan ribu produsen masker bermunculan saat masa awal pandemi virus corona. Namun, kini banyak di antara mereka berjuang untuk bisa bertahan setelah anjloknya permintaan domestik dan adanya aturan ketat kontrol kualitas produk.

Tiongkok berupaya keras dan gencar untuk memproduksi alat pelindung untuk memenuhi kekurangan ketika wabah itu merebak di Tiongkok akhir tahun lalu dan menyebar ke seluruh dunia.

Lebih dari 73.000 perusahaan terdaftar sebagai produsen masker wajah di awal tahun ini, termasuk di antaranya lebih dari 36.000 produsen baru yang muncul pada April, setelah harga masker dan permintaan melonjak.

Namun, munculnya perusahaan-perusahaan baru itu mengakibatkan terjadinya "penurunan kualitas dan lonjakan pemalsuan." Demikian hasil penelitian Daxue Consulting, Tiongkok. Soalnya, banyak perusahaan pembuat mobil hingga produsen popok mengganti bisnisnya menjadi pembuat masker.

Sekarang, dengan kondisi pandemi sudah terkendali di Tiongkok daratan, permintaan masker untuk pasar domestik turun drastis, sehingga mendorong harga anjlok.

"Pesanan kami telah dipotong lima atau enam kali lipat sejak April,” kata Yang Hao, direktur penjualan di CCST, satu perusahaan di kota bagian selatan Shenzhen, produsen alat pembersih udara yang menambah lini bisnisnya untuk memproduksi masker.

“Sekarang, tiap hari kami tidak lagi memproduksi masker baik di siang atau malam hari,” tambahnya.

Beberapa perusahaan yang masuk ke industri ini sekarang mundur. Buletin Pekerja Tiongkok, yang memantau konflik pekerja di Tiongkok Daratan mengungkapkan, telah terjadi sejumlah aksi protes dalam beberapa bulan terakhir karena beberapa pabrik masker ditutup mendadak dan meninggalkan pekerja yang tidak digaji.

Beberapa perusahaan yang dihubungi AFP menyatakan, pesanan masker turun signifikan dan beberapa dari mereka mengaku akan fokus kembali pada bisnis awal mereka.

“Perusahaan kami memiliki sejumlah lini bisnis, kami mulai memproduksi masker ketika pandemi menghantam Tiongkok. Tetapi, kami akan kembali lagi ke produksi kami yang lain di masa mendatang,” tutur salah satu direktur pemasaran perusahaan medis di utara Provinsi Hebei.

Ia mengatakan, perusahaannya sekarang menjual masker dengan harga hanya 0,4 Yuan atau sekitar US$ 6 sen. Harga sebesar itu hanya seperempat dari harga tertinggi saat awal pandemi di Tiongkok awal tahun ini.



Sumber:CNA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS