WHO: Vaksin Rusia Tak Jelas
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

WHO: Vaksin Rusia Tak Jelas

Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:48 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / YS

Jenewa, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan vaksin Rusia tidak jelas karena tak ada informasi yang cukup untuk dievaluasi. Hal itu disampaikan Asisten Direktur WHO cabang Pan Amerika Jarbas Barbosa pada Selasa (11/8/2020) waktu setempat.

Rusia mengklaim sebagai menjadi negara pertama di dunia yang memberikan persetujuan regulasi untuk vaksin Covid-19. Klaim itu dilontarkan Presiden Vladimir Putin pada Selasa (11/8), setelah kurang dari dua bulan pengujian pada manusia, satu langkah yang dipuji oleh Moskwa sebagai bukti dari kecakapan ilmiah.

Pengumuman Rusia setelah kurang dari dua bulan pengujian pada manusia memicu kekhawatiran di kalangan ahli kesehatan global. Mereka mengatakan bahwa tanpa data uji coba lengkap, vaksin sulit untuk dapat dipercaya.

Bertekad menjadi yang pertama dalam perlombaan global untuk mengembangkan vaksin melawan penyakit pandemi, Rusia belum melakukan uji coba skala besar dari suntikan yang akan menghasilkan data untuk menunjukkan apakah vaksin itu berhasil. Menurut ahli imunologi dan ahli penyakit menular, langkah Rusia bisa menjadi " sembrono ".

“Rusia pada dasarnya melakukan percobaan tingkat populasi yang besar,” kata Ayfer Ali, seorang spesialis dalam penelitian obat-obatan di Sekolah Bisnis Warwick Inggris.

Ali mengatakan persetujuan super cepat seperti itu bisa berarti bahwa potensi efek merugikan dari vaksin mungkin tidak terdeteksi. Dia memperingatkan, meski mungkin jarang terjadi, efek samping bisa serius.



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Lima Miliar Dosis Vaksin Corona Sudah Dipesan

Meskipun belum ada vaksin virus corona yang terbukti kemanjurannya dalam uji klinis, setidaknya 5,7 miliar dosis telah dipesan lebih awal di seluruh dunia.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Pidato di DK PBB, Menlu Retno Tekankan 3 Esensi Jaga Perdamaian

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan tiga hal pokok yang esensial untuk menjaga perdamaian di tengah tantangan global yang semakin meningkat termasuk akibat pandemi.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Menlu: Pandemi Covid-19 Momentum Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan

Indonesia menyerukan DKPBB untuk terus memperkuat diplomasi perdamaian dan membuat pandemi Covid-19 sebagai momentum untuk mewujudkan perdamaian berkelanjutan.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Korsel Segera Bangun Kapal Induk Pertama

Diperkirakan Korsel juga akan membeli pesawat tempur F-35B buatan Amerika yang bisa beroperasi di atas kapal induk.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Kamala Harris: Trump Gagal Tangani Covid-19 Sejak Awal

Penolakan Trump melakukan tes Covid-19, menjaga jarak sosial, dan memakai masker membuat seolah dia lebih tahu daripada para ahli.

DUNIA | 13 Agustus 2020

“Trump Hancurkan Reputasi AS”, Pidato Pertama Harris

"Inilah yang terjadi kalau kita memilih seorang pria yang pada dasarnya memang tidak bisa bekerja."

DUNIA | 13 Agustus 2020

Kamala Harris, Obama Versi Perempuan

Harris adalah mantan jaksa wilayah San Fransisco, jaksa agung negara bagian California dan kemudian terpilih sebagai senator.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Filipina Laporkan Lonjakan Harian Tertinggi 6.958 Kasus

Pemerintah Filipina telah menetapkan Metro Manila, Laguna, Rizal, Cavite, dan Bulacan sebagai wilayah karantina masyarakat yang ditingkatkan.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Penjarahan di Chicago, 100 Orang Ditangkap dan 13 Polisi Luka

Peristiwa itu bukan protes terorganisasi, melainkan murni insiden kriminalitas yang dimulai setelah penembakkan seseorang oleh polisi sehari sebelumnya.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Produsen Masker Tiongkok Berjuang di Tengah Anjloknya Harga

Sekarang, dengan kondisi pandemi sudah terkendali di Tiongkok daratan, permintaan masker untuk pasar domestik turun drastis, sehingga mendorong harga anjlok.

DUNIA | 12 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS