Lima Miliar Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Dipesan
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Lima Miliar Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Dipesan

Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:51 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / YS

Washington, Beritasatu.com - Meskipun belum ada vaksin virus corona yang terbukti kemanjurannya dalam uji klinis, setidaknya 5,7 miliar dosis telah dipesan lebih awal di seluruh dunia.

Pengiriman pertama vaksin Covid-19 yang dibuat oleh laboratorium Barat sering kali diambil alih oleh Amerika Serikat (AS). Lima vaksin yakni tiga dari Barat dan dua dari Tiongkok, berada dalam uji kemanjuran Fase 3 yang melibatkan ribuan orang.

Dalam pengumuman yang mengejutkan, pada Selasa (11/8/2020), Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim vaksin yang dijuluki "Sputnik V" - diambil dari nama satelit Soviet - memberikan "kekebalan berkelanjutan" terhadap virus corona baru.

Saat laboratorium penelitian di seluruh dunia berlomba untuk mengembangkan vaksin, para produsen telah menerima pembiayaan untuk membantu persiapan jutaan dosis yang diberikan pada tahun 2021 atau bahkan sebelum akhir tahun 2020.

Universitas Oxford, bekerja sama dengan grup farmasi Swedia-Inggris AstraZeneca, berharap mendapatkan hasil pada September 2020. Sementara perusahaan biotek AS Moderna yang bermitra dengan Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), menargetkan akhir tahun, mungkin November.

Presiden Donald Trump telah meluncurkan "Operation Warp Speed" dalam upaya untuk mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan vaksin Covid-19 ke semua warga Amerika pada Januari 2021.

Ratusan juta dolar telah diarahkan ke pengembang vaksin termasuk hampir US$ 500 juta (Rp 7,35 triliun) kepada Johnson & Johnson pada akhir Maret.

AS telah mengalokasikan dana ke lebih banyak perusahaan daripada negara lain dengan harapan salah satu dari mereka akan menghasilkan vaksin untuk melawan Covid-19 yang sangat menular.

Sejauh ini, Washington telah membagikan setidaknya US$ 9,4 miliar kepada tujuh pengembang vaksin dan menandatangani kontrak manufaktur dengan lima di antaranya untuk menyediakan 700 juta dosis.

Perusahaan yang terlibat adalah: Johnson & Johnson, Moderna, Oxford / AztraZeneca, Novavax, Pfizer / BioNTech, Sanofi / GSK, Merck Sharp dan Dohme.

Dua pengembang vaksin yakni Oxford / AztraZeneca dan Sanofi / GSK, telah menandatangani atau sedang dalam negosiasi lanjutan dengan Komisi Eropa untuk memberikan gabungan 700 juta dosis vaksin.

Inggris, karena Brexit, sedang menegosiasikan pra-pemesanan 250 juta dosis terpisah dari empat pengembang.

Jepang mengandalkan 490 juta dosis dari tiga pemasok termasuk 250 juta dari Novavax di Amerika Serikat. Raksasa farmasi Jepang Takeda membeli hak atas vaksin Novavax untuk Jepang, yang mendanai penelitian tersebut. Vaksin itu akan diproduksi secara lokal.

Brasil memilih model serupa, memesan 100 juta dosis dari AstraZeneca, dan bermitra dengan Sinovac Tiongkok untuk memproduksi 120 juta "CoronaVac", yang sudah menjalani pengujian dengan orang Brasil.

Uji klinis dari dua kandidat vaksin Tiongkok yakni Sinovac dan Sinopharm - sedang berjalan dengan baik tetapi hanya beberapa kemitraan internasional yang diumumkan, satu dengan Brasil dan satu kemungkinan dengan Indonesia.

Rusia mengatakan 20 negara telah memesan satu miliar dosis Sputnik V di muka dan dengan mitra asing akan dapat memproduksi 500 juta dosis setahun di lima negara.

The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), yang diluncurkan pada tahun 2017 oleh Norwegia, India, Bill and Melinda Gates Foundation dan Wellcome Trust, berupaya memastikan bahwa ada "akses yang adil" ke vaksin pada masa depan.

CEPI telah memesan 300 juta dosis dari AstraZeneca untuk puluhan negara berkembang dalam kemitraan dengan The Vaccine Alliance (Gavi).

Miliaran dosis akan diproduksi untuk Asia dan tempat lain oleh Institut Serum India (SII) raksasa, produsen vaksin terbesar di dunia.

Novavax dan AstraZeneca secara terpisah telah menandatangani perjanjian dengan SII untuk memproduksi satu miliar dosis masing-masing untuk India dan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan syarat, tentu saja, mereka membuktikan kemanjurannya dalam uji klinis.



Sumber:AFP


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

WHO: Vaksin Rusia Tak Jelas

Persetujuan super cepat seperti itu bisa berarti bahwa potensi efek merugikan dari vaksin mungkin tidak terdeteksi.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Lima Miliar Dosis Vaksin Corona Sudah Dipesan

Meskipun belum ada vaksin virus corona yang terbukti kemanjurannya dalam uji klinis, setidaknya 5,7 miliar dosis telah dipesan lebih awal di seluruh dunia.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Pidato di DK PBB, Menlu Retno Tekankan 3 Esensi Jaga Perdamaian

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan tiga hal pokok yang esensial untuk menjaga perdamaian di tengah tantangan global yang semakin meningkat termasuk akibat pandemi.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Menlu: Pandemi Covid-19 Momentum Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan

Indonesia menyerukan DKPBB untuk terus memperkuat diplomasi perdamaian dan membuat pandemi Covid-19 sebagai momentum untuk mewujudkan perdamaian berkelanjutan.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Korsel Segera Bangun Kapal Induk Pertama

Diperkirakan Korsel juga akan membeli pesawat tempur F-35B buatan Amerika yang bisa beroperasi di atas kapal induk.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Kamala Harris: Trump Gagal Tangani Covid-19 Sejak Awal

Penolakan Trump melakukan tes Covid-19, menjaga jarak sosial, dan memakai masker membuat seolah dia lebih tahu daripada para ahli.

DUNIA | 13 Agustus 2020

“Trump Hancurkan Reputasi AS”, Pidato Pertama Harris

"Inilah yang terjadi kalau kita memilih seorang pria yang pada dasarnya memang tidak bisa bekerja."

DUNIA | 13 Agustus 2020

Kamala Harris, Obama Versi Perempuan

Harris adalah mantan jaksa wilayah San Fransisco, jaksa agung negara bagian California dan kemudian terpilih sebagai senator.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Filipina Laporkan Lonjakan Harian Tertinggi 6.958 Kasus

Pemerintah Filipina telah menetapkan Metro Manila, Laguna, Rizal, Cavite, dan Bulacan sebagai wilayah karantina masyarakat yang ditingkatkan.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Penjarahan di Chicago, 100 Orang Ditangkap dan 13 Polisi Luka

Peristiwa itu bukan protes terorganisasi, melainkan murni insiden kriminalitas yang dimulai setelah penembakkan seseorang oleh polisi sehari sebelumnya.

DUNIA | 12 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS