Rusia Siap Luncurkan Vaksin Covid-19 Kedua
INDEX

BISNIS-27 491.129 (13.1)   |   COMPOSITE 5612.42 (122.41)   |   DBX 1062.36 (2.27)   |   I-GRADE 161.886 (4.73)   |   IDX30 478.794 (14.1)   |   IDX80 126.714 (3.33)   |   IDXBUMN20 355.426 (11.39)   |   IDXG30 131.028 (2.69)   |   IDXHIDIV20 432.126 (12.24)   |   IDXQ30 139.823 (4.13)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.73)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.49)   |   IDXV30 122.487 (3.86)   |   INFOBANK15 946.8 (31.92)   |   Investor33 412.464 (11.62)   |   ISSI 165.112 (2.46)   |   JII 597.802 (9.66)   |   JII70 206.187 (3.56)   |   KOMPAS100 1134.88 (29.69)   |   LQ45 883.061 (24.55)   |   MBX 1552.46 (38.43)   |   MNC36 308.511 (8.65)   |   PEFINDO25 308.232 (4.87)   |   SMInfra18 281.756 (7.28)   |   SRI-KEHATI 352.482 (9.97)   |  

Rusia Siap Luncurkan Vaksin Covid-19 Kedua

Senin, 24 Agustus 2020 | 13:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / YS

Moskwa, Beritasatu.com - Rusia menyatakan vaksin Covid-19 kedua yang bernama EpiVacCorona siap diluncurkan. Vaksin dikembangkan di bekas pusat penelitian senjata biologi rahasia Soviet di Siberia, yang sekarang menjadi lembaga virologi terkemuka di dunia.

Seperti dilaporkan dailymail, akhir pekan lalu, vaksin sedang dalam proses pengembangan untuk menghindari efek samping dari vaksin yang pertama yakni Sputnik V. Uji klinis vaksin kedua yang bernama EpiVacCorona akan selesai pada September 2020.

Efek samping Sputnik V termasuk pembengkakan, nyeri, hipertermia yakni suhu tubuh tinggi, dan gatal di tempat suntikan. Pelepasan Sputnik V disambut dengan skeptisisme luas mengenai kemanjurannya dan kemungkinan vaksin EpiVacCorona, juga akan diragukan.

Menurut para ilmuwan, uji klinis vaksin kedua Rusia akan selesai pada September 2020. Tetapi 57 relawan yang digunakan sebagai kelinci percobaan manusia melaporkan tidak ada efek samping.

“Semua relawan yang diinokulasi merasa sehat. Sampai saat ini, vaksinasi pertama diberikan kepada 57 sukarelawan, sementara 43 menerima plasebo,” kata pengawas kesehatan utama Rusia Rospotrebnadzor.

Kantor berita Rusia, Interfax melaporkan para relawan telah dirawat di rumah sakit selama 23 hari saat mereka menjalani tes. Semua relawan baik-baik saja. Sejauh ini tidak ada reaksi merugikan yang terdeteksi.



Sumber:Dailymail


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Trump Kembali Kecam Joe Biden

Terlepas dari pencapaian pekerjaan terbesar dan pemulihan kurva V, Joe Biden mengatakan ‘saya akan menutupnya’ mengacu kepada negara kita. Dia tak tahu apa-apa

DUNIA | 24 Agustus 2020

Kasus Covid-19 India Lewati 3 Juta

“Kami melihat bahwa virus berpindah dari daerah metropolitan seperti Mumbai, New Delhi, dan Chennai ke daerah pedesaan."

DUNIA | 24 Agustus 2020

Petani Ginseng AS Terpukul Perang Dagang dan Pandemi

Perintah tinggal di rumah pada tahap awal pandemi Covid-19 telah mengurangi pekerjaan di pertanian.

DUNIA | 24 Agustus 2020

Presiden Zambia Pecat Gubernur Bank Sentral

Presiden Zambia Edgar Chagwa Lungu pada Sabtu (22/8) memecat gubernur bank sentral Denny Kalyalya.

DUNIA | 24 Agustus 2020

BPOM AS Izinkan Penggunaan Plasma Darah untuk Pasien Covid-19

Bukti awal menunjukkan plasma darah dapat menurunkan angka kematian dan meningkatkan kesehatan pasien Covid-19.

DUNIA | 24 Agustus 2020

Polisi Peru Gerebek Pesta, 13 Tewas

Sedikitnya 13 orang tewas terinjak-injak atau sesak napas ketika para pengunjung pesta mencoba melarikan diri dari klub malam di Lima, Peru.

DUNIA | 24 Agustus 2020

Atasi Kebakaran Besar di California, Bantuan Pesawat Pemadam Datang

Pesawat militer dan pasukan Garda Nasional berdatangan ke California, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (23/8).

DUNIA | 24 Agustus 2020

Trump Pertimbangkan Vaksin AstraZeneca Tersedia Sebelum November

Ketersediaan vaksin sebelum Pilpres AS mendukung popularitas Trump dalam penanganan pandemi Covid-19, yang telah menghadapi kritik.

DUNIA | 24 Agustus 2020

Kakak Sulung Trump: Dia Masuk Universitas Bayar Joki

Maryanne Trump Barry, seorang mantan hakim federal, adalah kakak sulung Trump.

DUNIA | 23 Agustus 2020

Bioskop-bioskop di AS Dibuka Kembali dengan Protokol Ketat

NATO AS mengatakan bahwa dengan protokol yang ketat, menonton film di bioskop sama amannya dengan makan di restoran, naik pesawat, atau beribadah berjemaah.

DUNIA | 23 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS