Uji Klinis Kian Masif, Vaksin Aman Semakin Dekat
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Uji Klinis Kian Masif, Vaksin Aman Semakin Dekat

Selasa, 15 September 2020 | 08:21 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / YS

Berlin, Beritasatu.com - Perlombaan untuk vaksin virus corona tidak menunjukkan tanda perlambatan karena semakin banyak perusahaan yang melakukan uji klinis atas bakal vaksin mereka. Itu artinya, semakin mendekat kepada vaksin yang diperkirakan aman dan efektif.

Salah satunya bakal vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi, Pfizer, yang telah mengumumkan bersama mitranya dari Jerman, BioNTech, Sabtu (12/9/2020), untuk memperluas uji klinis Fase III kepada 44.000 peserta dengan populasi yang lebih beragam, termasuk peserta termuda berusia 16 tahun.

Angka peserta meningkat dari rencana awal 30.000 orang yang ditargetkan selesai minggu ini. Namun, usulan perluasan uji klinis harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Administrasi Obat dan Makanan AS.

“Saya pikir kita harus berusaha memiliki populasi yang lebih beragam. Tapi saat ini, kita tidak buruk. Sebenarnya, kita punya populasi yang secara global 60% kulit putih (Caucasian) dan 40% kira-kira minoritas,” kata CEO Pfizer, Albert Bourla.

Perluasan uji coba vaksin kemungkinan akan mempermudah perusahaan untuk menunjukkan apakah vaksin efektif melawan SARS-CoV-2, yaitu virus penyebab Covid-19. Pfizer juga mengatakan perluasan itu kini mencakup pemuda berusia 16 tahun, orang dengan HIV stabil, dan mereka dengan hepatitis C atau hepatitis B.



Sumber:Statsnews


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Negara-negara Diminta Gabung Skema Vaksin WHO

Sejauh ini, baru 92 negara berpendapatan rendah yang mencari bantuan lewat Covax Facility.

DUNIA | 15 September 2020

Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca di AS Ditunda

Uji coba di AS akan tetap ditunda sampai Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyelidiki kasus tersebut.

DUNIA | 15 September 2020

Suplemen yang Diminum Dr. Fauci Jaga Imunitas Tubuh, Apa Saja?

Fauci selalu konsumsi vitamin D dan vitamim C.

DUNIA | 15 September 2020

Uji Klinis Vaksin Covid-19, Rusia Rekrut 55.000 Relawan

Rusia telah mengumpulkan sebanyak 55.000 orang relawan yang bersedia ikut serta dalam pengujian klinis vaksin Covid-19.

DUNIA | 14 September 2020

Dalai Lama Serukan Aksi Global untuk Perubahan Iklim

Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama meminta para pemimpin dunia pada Sabtu (12/9) untuk bergabung dalam memerangi perubahan iklim.

DUNIA | 14 September 2020

Tim Penyelamat Nepal Lanjutkan Pencarian Korban Longsor

Sedikitnya 13 orang tewas dalam dua tanah longsor terpisah yang dipicu oleh hujan musiman yang deras di Nepal utara.

DUNIA | 14 September 2020

Iran Kecam Bahrain Atas Normalisasi dengan Israel

Iran mengecam langkah Bahrain untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, mengikuti langkah serupa yang terlebih dulu diambil oleh Uni Emirat Arab (UEA).

DUNIA | 14 September 2020

Menlu Retno Dorong Kerja Sama Vaksin ASEAN-UE

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan menlu ASEAN-Uni Eropa, Sabtu (12/9), mendorong kerja sama vaksin antara kedua blok di bawah kerangka Covac Facilities.

DUNIA | 14 September 2020

Dalam 24 Jam, Covid-19 Renggut Nyawa 1.200 Orang di Brasil dan Meksiko

Pandemi Covid-19 merenggut nyawa 1.200 orang di Brasil dan Meksiko dalam 24 jam.

DUNIA | 14 September 2020

Afganistan Serukan Gencatan Senjata pada Taliban

Pemerintah Afganistan telah menyerukan gencatan senjata kemanusiaan dengan Taliban, ketika pembicaraan damai pertama kali antara kedua belah pihak dimulai di Doha, Qatar.

DUNIA | 14 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS