Yoshihide Suga, PM Jepang yang Tak Terduga
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Yoshihide Suga, PM Jepang yang Tak Terduga

Kamis, 17 September 2020 | 04:14 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Tokyo, Beritasatu.com - Shinzo Abe adalah perdana menteri Jepang yang menjabat cukup lama, sehingga orang di seluruh dunia bisa mengenali wajahnya. Bahkan, begitu mudah mengucapkan namanya.

Jadi, haruskah sekarang kita semua belajar bagaimana menyebut Yoshihide Suga? Itu pertanyaan yang sulit dijawab.

Sebulan lalu, sangat sedikit yang meramal apa yang kita saksikan saat ini. Pertama, tidak ada yang berharap Abe mundur. Tentu saja, tidak akan terjadi sebelum Olimpiade Tokyo, kesayangannya. Malah, hanya sedikit yang menduga Suga sebagai penggantinya.

Pria berusia 71 tahun itu dikenal di Jepang sebagai “tukang memperbaiki” Tuan Abe, pria di balik layar yang tugasnya menyelesaikan pekerjaan.

Ketika ditanya baru-baru ini apakah dia menganggap dirinya sebagai pria yang baik, Suga menjawab: “Saya sangat baik kepada mereka yang melakukan pekerjaan mereka dengan benar.”

Wajah publiknya adalah juru bicara pemerintah yang tanpa senyum dan tampak tidak mempesona. Bagi kalangan jurnalis di Jepang, Suga mendapat nama panggilan “Tembok Besi”. Hal itu merujuk pada penolakannya untuk menjawab pertanyaan yang tidak ia sukai.

Menurut ekonom dan penduduk lama Tokyo, Jesper Koll, Suga dipilih oleh petinggi Partai Demokrat Liberal (LDP), pemimpin faksi yang memegang kekuasaan di belakang layar, karena mereka tidak melihat alternatif lain yang jelas.

“Ini jelas pemilihan di kamar berasap, tepat di dalam LDP. Publik tidak memiliki suara dalam pemilihan perdana menteri Jepang ini,” tambah Koll.

Pada akhirnya, lanjut Koll, setiap orang hanya akan berguna bagi partai.

“Jika Anda dapat meraih kemenangan dalam pemilihan umum. Jadi, dia berada di bawah tekanan. Dia harus membuktikan dirinya kepada partai dan kepada rakyat Jepang bahwa dia pantas mendapatkannya, sebagai perdana menteri,” ujar Koll.

Suga jelas bukan tanpa keterampilan politik. Dia telah menjabat sebagai Kepala Sekretaris Kabinet Jepang lebih lama dari para pendahulunya.

Suga memiliki reputasi bagus, terkait ketangguhan dan disiplinnya dalam memahami mesin birokrasi Bizantium Jepang. Tapi apakah itu jenis keterampilan yang memenangkan pemilihan? Menurut Profesor Koichi Nakano dari Universitas Sophia Tokyo tidak lah demikian.

“Dia naik ke tampuk kekuasaan karena dia memiliki keterampilan politik untuk mengintimidasi lawan, termasuk pers dan mendominasi panggung melalui transaksi di balik pintu dan mengendalikan birokrat dengan cukup baik,” katanya.

Suga terlahir sebagai anak petani stroberi. Ia dibesarkan di pedesaan Akita dan pindah ke Tokyo setelah lulus sekolah menengah. Suga kemudian melakukan serangkaian pekerjaan sambilan, termasuk bekerja di sebuah pabrik karton dan pernah juga bekerja di pasar ikan Tsukiji yang terkenal. Hal itu ia lakukan untuk menambah uang kuliah. Suga memang kuliah paruh waktu, karena dilakukan sambil bekerja.

Setelah lulus kuliah, Suga memasuki dunia kerja di Jepang yang dikenal serba cepat. Namun itu tidak bertahan lama. Ia melihat, hanya lewat politik yang bisa membentuk dan mempengaruhi dunia. Makanya ia terjun ke dunia politik.

Suga memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai dewan kota di Yokohama. Meskipun dia kekurangan koneksi dan pengalaman politik, dia menutupinya dengan kecerdasan dan kerja keras.

Dia berkampanye dari pintu ke pintu, mengunjungi sekitar 300 rumah sehari dan total 30.000 rumah warga. Demikian kisah yang dilansir LDP. Pada saat pemilihan bergulir, enam pasang sepatu Suga telah rusak.



Sumber:BBC/Guardian


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

PM Suga Perlu Redakan Konflik AS dan Tiongkok

“Suga akan melanjutkan kebijakan ekonomi Abe sehingga tidak ada dampak jangka pendek terhadap pasar."

DUNIA | 17 September 2020

Terpilih Jadi PM Jepang, Suga Hadapi Tantangan Berat

Perekonomian negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu menyusut 27,8% sepanjang April hingga Juni jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

DUNIA | 17 September 2020

India Beli Ratusan Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Rusia

India menyepakati untuk membeli ratusan juta dosis vaksin Covid-19 Sputnik-V dari Rusia.

DUNIA | 16 September 2020

Seni dan Budaya Indonesia Bakal Hadir di Museum Moskwa

Museum Moskwa adalah salah satu museum tertua di Moskwa yang didirikan pada 1896 atau 124 tahun yang lalu.

DUNIA | 16 September 2020

Yoshihide Suga Terpilih sebagai PM Jepang yang Baru

Yoshihide Suga, pemimpin baru Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang, terpilih sebagai Perdana Menteri Jepang yang baru.

DUNIA | 16 September 2020

Taiwan Berkomitmen Lindungi ABK Asal Indonesia

Saat ini, Taiwan meregistrasi 12.983 orang ABK asal Indonesia, dua pertiga direkrut agen di negara ketiga. Cara ini sangat rapuh terhadap praktik eksploitasi.

DUNIA | 16 September 2020

Penjualan Ritel Naik, Pemulihan Ekonomi Tiongkok Makin Nyata

Tiongkok adalah satu-satunya negara yang menurut IMF akan mencatat pertumbuhan ekonomi tahun ini.

DUNIA | 16 September 2020

WTO: Tarif AS Atas Produk Tiongkok Langgar Aturan

Tiongkok saat ini juga menerapkan tarif atas barang-barang dari AS, tetapi Amerika tidak mengajukan gugatan resmi.

DUNIA | 16 September 2020

UEA Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Tiongkok untuk Kondisi Darurat

Sebanyak 31.000 relawan telah berpartisipasi dalam uji klinis vaksin, termasuk 1.000 partisipan dengan penyakit kronis.

DUNIA | 16 September 2020

Jika Diplomat AS Diserang Iran, Trump Balas 1.000 Kali

Presiden AS Donald Trump pada Senin (14/9) berjanji bahwa setiap serangan Iran akan ditanggapi dengan balasan "1.000 kali lebih besar".

DUNIA | 15 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS