Remaja Hispanik dan Kulit Hitam Catat Kematian Tertinggi Covid-19 di AS
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Remaja Hispanik dan Kulit Hitam Catat Kematian Tertinggi Covid-19 di AS

Kamis, 17 September 2020 | 04:50 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / YS

New York, Beritasatu.com - Minoritas ras di Amerika Serikat (AS) menyumbang 78% kematian Covid-19 untuk kelompok di bawah umur 21 tahun (remaja), berdasarkan laporan dari Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), Selasa (15/9/2020).

Studi CDC mulai 12 Februari-31 Juli 2020 melaporkan 121 kematian diantara orang-orang yang berusia di bawah 21 tahun di 27 negara bagian.

Dari 121 kematian di bawah usia 21 tahun, 45% adalah warga Hispanik, 29% adalah orang kulit hitam, dan 4% adalah warga Indian Amerika atau pribumi Alaska. Bersama-sama, kelompok itu mewakili 41% populasi AS di bawah 21 tahun.

Secara keseluruhan, tingkat kematian di antara anak-anak dan pemuda jauh di bawah orang dewasa. Studi CDC yang ditampilkan dalam Laporan Mingguan Morbiditas dan Mortalitas mengidentifikasi 392 kasus dalam periode waktu tersebut, dengan 8% dari angka total dan hanya 0,08% dari seluruh kematian. Kelompok usia di bawah 21 tahun mewakili 26% populasi AS.

Tapi studi menawarkan bukti lebih lanjut bahwa anak-anak dan remaja tidak kebal terhadap virus dan kondisi pasca-virus yang disebut sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak (MIS-C), yang juga termasuk dalam penelitian.

Seperempat dari 121 kematian terjadi pada orang yang sebelumnya sehat tanpa laporan kondisi medis yang mendasari, sedangkan 75% memiliki setidaknya satu kondisi medis yang mendasari termasuk asma. Seperti penyelidikan yang telah dilakukan sebelumnya, anak laki-laki dan laki-laki memiliki risiko lebih besar dan menyumbang 63% kematian dalam penelitian terbaru.

Sementara, kematian di antara anak-anak yang lebih muda dari satu tahun tercatat 10%, kematian pada anak-anak berusia 1-9 tahun sebesar 20%, dan kematian kepada mereka yang berusia 10-20 tahun tercatat 80%.

Para peneliti menyebut anak-anak dari kelompok minoritas etnis dan ras, yang orangtuanya kemungkinan besar adalah pekerja esensial, juga bisa terwakili secara berlebihan karena kondisi kehidupan yang padat, kerawanan pangan dan perumahan, kesenjangan kekayaan dan pendidikan, serta diskriminasi ras.



Sumber:Aljazeera/Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Trump Dijejali Pertanyaan Diskriminasi Ras

“Anda mengatakan segala sesuatu tentang tersedak dan lain sebagainya, tapi Anda belum menyampaikan dan mengakui telah terjadi masalah ras di Amerika."

DUNIA | 17 September 2020

Citra AS Ternoda Selama Kepresidenan Trump

Survei menemukan sebagian besar kerusakan kepada reputasi internasional Amerika di antara sekutu dan mitra kunci terkait dengan penanganan krisis virus corona.

DUNIA | 17 September 2020

Trump Janjikan Sebar Vaksin 3-4 Pekan Lagi

"Kami dalam beberapa pekan telah memperolehnya, Anda tahu bisa jadi tiga minggu, atau empat minggu,” tutur Trump.

DUNIA | 17 September 2020

Jepang Siapkan Rp 2,45 Triliun untuk Program Vaksin WHO

Dana yang disiapkan Jepang itu merupakan bagian dari cadangan sebesar 1,64 triliun yen yang dicadangkan untuk kesiapan pemerintah menghadapi pandemi.

DUNIA | 17 September 2020

Bahrain dan Israel Siap Kerja Sama Telekomunikasi

Penandatanganan kesepakatan bernama Persetujuan Abraham (Abraham Accords) itu memicu kecaman dari warga Palestina.

DUNIA | 17 September 2020

Yoshihide Suga, PM Jepang yang Tak Terduga

Malah, hanya sedikit yang menduga Suga sebagai pengganti Shinzo Abe.

DUNIA | 17 September 2020

PM Suga Perlu Redakan Konflik AS dan Tiongkok

“Suga akan melanjutkan kebijakan ekonomi Abe sehingga tidak ada dampak jangka pendek terhadap pasar."

DUNIA | 17 September 2020

Terpilih Jadi PM Jepang, Suga Hadapi Tantangan Berat

Perekonomian negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu menyusut 27,8% sepanjang April hingga Juni jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

DUNIA | 17 September 2020

India Beli Ratusan Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Rusia

India menyepakati untuk membeli ratusan juta dosis vaksin Covid-19 Sputnik-V dari Rusia.

DUNIA | 16 September 2020

Seni dan Budaya Indonesia Bakal Hadir di Museum Moskwa

Museum Moskwa adalah salah satu museum tertua di Moskwa yang didirikan pada 1896 atau 124 tahun yang lalu.

DUNIA | 16 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS