Pandemi Picu Kemiskinan Ekstrem 37 Juta Orang
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pandemi Picu Kemiskinan Ekstrem 37 Juta Orang

Kamis, 17 September 2020 | 04:55 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / YS

Nairobi, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 telah mendorong sekitar 37 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem, sebagian besar mereka yang berada di negara berkembang. Temuan itu diungkap dalam satu laporan yang dirilis pada Selasa (15/9/2020) oleh Bill and Melinda Gates Foundation.

Laporan Goalkeepers 2020 menunjukkan bahwa setelah 20 tahun berturut-turut angka kemiskinan turun, penyakit Covid-19 telah membalikkan trennya.

Pandemi telah mendorong hampir 37 juta orang di bawah garis kemiskinan ekstrem 1,9 dolar AS per hari. Garis kemiskinan untuk negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah adalah US$ 3,20 (Rp 47.629) per hari, dan 68 juta orang telah jatuh di bawah itu sejak tahun 2019.

Selain menambah kemiskinan, penyakit Covid-19 telah mengganggu akses makanan dan memperburuk kematian ibu dan anak.

“Karena krisis ekonomi Covid-19, pasar makanan lokal menjadi kurang sibuk dan konsumen memiliki lebih sedikit uang untuk membeli makanan, yang berarti petani skala kecil menjual dan menghasilkan lebih sedikit. Ini di atas tekanan iklim yang semakin memburuk di beberapa tahun terakhir serta serangan belalang tahun 2019 di Afrika Timur, yang keduanya mengancam mata pencaharian mereka,” kata laporan itu.

Laporan menambahkan, Covid-19 menyebabkan lebih banyak wanita daripada pria yang menderita dan meninggal, sebagian besar karena pandemi telah mengganggu perawatan kesehatan sebelum, selama, dan segera setelah melahirkan.

“Komplikasi yang dapat dicegah dan dapat diobati seperti pendarahan hebat, infeksi, dan tekanan darah tinggi menyebabkan sebagian besar kematian ibu. Banyak petugas kesehatan yang biasa menangani keadaan darurat ini, termasuk perawat-bidan yang berpengalaman, dialihkan ke bangsal Covid,” kata laporan.



Sumber:Xinhua


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Remaja Hispanik dan Kulit Hitam Catat Kematian Tertinggi Covid-19 di AS

Minoritas ras di Amerika Serikat (AS) menyumbang 78% kematian Covid-19 untuk kelompok di bawah umur 21 tahun.

DUNIA | 17 September 2020

Trump Dijejali Pertanyaan Diskriminasi Ras

“Anda mengatakan segala sesuatu tentang tersedak dan lain sebagainya, tapi Anda belum menyampaikan dan mengakui telah terjadi masalah ras di Amerika."

DUNIA | 17 September 2020

Citra AS Ternoda Selama Kepresidenan Trump

Survei menemukan sebagian besar kerusakan kepada reputasi internasional Amerika di antara sekutu dan mitra kunci terkait dengan penanganan krisis virus corona.

DUNIA | 17 September 2020

Trump Janjikan Sebar Vaksin 3-4 Pekan Lagi

"Kami dalam beberapa pekan telah memperolehnya, Anda tahu bisa jadi tiga minggu, atau empat minggu,” tutur Trump.

DUNIA | 17 September 2020

Jepang Siapkan Rp 2,45 Triliun untuk Program Vaksin WHO

Dana yang disiapkan Jepang itu merupakan bagian dari cadangan sebesar 1,64 triliun yen yang dicadangkan untuk kesiapan pemerintah menghadapi pandemi.

DUNIA | 17 September 2020

Bahrain dan Israel Siap Kerja Sama Telekomunikasi

Penandatanganan kesepakatan bernama Persetujuan Abraham (Abraham Accords) itu memicu kecaman dari warga Palestina.

DUNIA | 17 September 2020

Yoshihide Suga, PM Jepang yang Tak Terduga

Malah, hanya sedikit yang menduga Suga sebagai pengganti Shinzo Abe.

DUNIA | 17 September 2020

PM Suga Perlu Redakan Konflik AS dan Tiongkok

“Suga akan melanjutkan kebijakan ekonomi Abe sehingga tidak ada dampak jangka pendek terhadap pasar."

DUNIA | 17 September 2020

Terpilih Jadi PM Jepang, Suga Hadapi Tantangan Berat

Perekonomian negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu menyusut 27,8% sepanjang April hingga Juni jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

DUNIA | 17 September 2020

India Beli Ratusan Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Rusia

India menyepakati untuk membeli ratusan juta dosis vaksin Covid-19 Sputnik-V dari Rusia.

DUNIA | 16 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS