Studi: Spesies Nyamuk Asia Ancam Kota di Afrika
INDEX

BISNIS-27 434.406 (3.22)   |   COMPOSITE 4934.09 (30.11)   |   DBX 924.804 (2.98)   |   I-GRADE 130.838 (0.67)   |   IDX30 413.425 (2.85)   |   IDX80 108.094 (0.75)   |   IDXBUMN20 272.657 (0.57)   |   IDXG30 115.379 (0.99)   |   IDXHIDIV20 370.721 (1.78)   |   IDXQ30 120.916 (0.8)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (1.94)   |   IDXV30 102.468 (0.86)   |   INFOBANK15 776.883 (5.92)   |   Investor33 360.093 (2.51)   |   ISSI 144.765 (0.8)   |   JII 523.909 (2.81)   |   JII70 177.568 (0.96)   |   KOMPAS100 966.07 (6.52)   |   LQ45 756.376 (5.64)   |   MBX 1366.8 (8.92)   |   MNC36 270.277 (1.78)   |   PEFINDO25 258.891 (1.44)   |   SMInfra18 233.321 (1)   |   SRI-KEHATI 303.606 (1.81)   |  

Studi: Spesies Nyamuk Asia Ancam Kota di Afrika

Kamis, 17 September 2020 | 05:14 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / YS

Washington, Beritasatu.com - Satu spesies nyamuk yang berasal dari Asia mengancam puluhan juta penduduk kota di Afrika pada risiko lebih tinggi terkena malaria. Pada Senin (14/9/2020), satu penelitian menyatakan serangga itu diketahui telah menyebar ke seluruh benua Afrika.

Malaria menewaskan 400.000 orang pada tahun 2018, terutama anak-anak di Afrika. Malaria disebabkan oleh parasit yang menyebar sekitar 40 spesies nyamuk di antara manusia saat menghisap darah.

Kelompok spesies nyamuk Anopheles gambiae adalah penyebab utama penyebaran malaria di Afrika. Tetapi serangga ini tidak menyukai genangan air tercemar yang terlihat di kota dan belum belajar untuk meletakkan larvanya di tangki air tawar perkotaan.

Itulah sebabnya, sebagian besar penularan malaria di Afrika terjadi di daerah pedesaan.

Dalam studi baru yang diterbitkan dalam Proceedings on the National Academy of Sciences (PNAS), ahli entomologi medis Marianne Sinka, dari Universitas Oxford, memetakan penyebaran spesies lain, Anopheles stephensi, yang berasal dari Asia.

Spesies ini telah belajar menyelinap melalui celah untuk mengakses tangki air, lebih menyukai yang terbuat dari batu bata dan semen.

“Nyamuk ini satu-satunya yang benar-benar pandai masuk ke pusat kota,” kata Sinka kepada AFP.

Anopheles stephensi menyebabkan wabah besar di Kota Djibouti di Tanduk Afrika pada tahun 2012, kota tempat malaria hampir tidak ada. Sejak itu, malaria muncul di Etiopia, Sudan, dan tempat lain.

Sinka dan sejumlah rekannya menggabungkan data lokasi untuk spesies tersebut dengan model spasial yang mengidentifikasi kondisi lingkungan yang mencirikan habitat yang disukai: daerah perkotaan dengan kepadatan tinggi, tempat panas dan curah hujan berlimpah.

Studi menemukan bahwa 44 kota adalah lokasi yang "sangat cocok" untuk serangga tersebut. Studi menempatkan 126 juta lebih banyak orang Afrika - terutama di sekitar daerah khatulistiwa - pada risiko tinggi malaria, dibandingkan dengan saat ini.

“Itu berarti Afrika, yang telah mendapat beban malaria tertinggi, bisa berdampak lebih besar,” kata Sinka, seraya menegaskan 40% populasi benua itu berada di daerah perkotaan.



Sumber:AFP


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Analis: Raksasa Teknologi Tiongkok Kuat Hadapi Tekanan Luar

Perusahaan Tiongkok juga memiliki pasar besar di dalam negeri untuk difokuskan bahkan jika mereka tidak dapat mengejar tujuan internasional.

DUNIA | 17 September 2020

Kesepakatan Oracle Akuisisi TikTok Makin Dekat

Oracle akan menjadi mitra teknologi ByteDance yang bertanggung jawab atas pengelolaan data TikTok dan mengambil saham minoritas di TikTok.

DUNIA | 17 September 2020

Pasien HIV dan TB Paling Parah Dihantam Pandemi

“Orang yang hidup dengan HIV berada pada peningkatan risiko kematian karena Covid-19. Sebelum Covid-19, sudah ada tiga juta 'kasus yang hilang' dari TB."

DUNIA | 17 September 2020

Pandemi Picu Kemiskinan Ekstrem 37 Juta Orang

Laporan Goalkeepers 2020 menunjukkan bahwa setelah 20 tahun berturut-turut angka kemiskinan turun, penyakit Covid-19 telah membalikkan trennya.

DUNIA | 17 September 2020

Remaja Hispanik dan Kulit Hitam Catat Kematian Tertinggi Covid-19 di AS

Minoritas ras di Amerika Serikat (AS) menyumbang 78% kematian Covid-19 untuk kelompok di bawah umur 21 tahun.

DUNIA | 17 September 2020

Trump Dijejali Pertanyaan Diskriminasi Ras

“Anda mengatakan segala sesuatu tentang tersedak dan lain sebagainya, tapi Anda belum menyampaikan dan mengakui telah terjadi masalah ras di Amerika."

DUNIA | 17 September 2020

Citra AS Ternoda Selama Kepresidenan Trump

Survei menemukan sebagian besar kerusakan kepada reputasi internasional Amerika di antara sekutu dan mitra kunci terkait dengan penanganan krisis virus corona.

DUNIA | 17 September 2020

Trump Janjikan Sebar Vaksin 3-4 Pekan Lagi

"Kami dalam beberapa pekan telah memperolehnya, Anda tahu bisa jadi tiga minggu, atau empat minggu,” tutur Trump.

DUNIA | 17 September 2020

Jepang Siapkan Rp 2,45 Triliun untuk Program Vaksin WHO

Dana yang disiapkan Jepang itu merupakan bagian dari cadangan sebesar 1,64 triliun yen yang dicadangkan untuk kesiapan pemerintah menghadapi pandemi.

DUNIA | 17 September 2020

Bahrain dan Israel Siap Kerja Sama Telekomunikasi

Penandatanganan kesepakatan bernama Persetujuan Abraham (Abraham Accords) itu memicu kecaman dari warga Palestina.

DUNIA | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS