PM Modi Dikecam karena Sibuk dengan Burung Merak
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-1.43)   |   COMPOSITE 4934.09 (-20.47)   |   DBX 924.804 (0.21)   |   I-GRADE 130.838 (-0.77)   |   IDX30 413.425 (-1.99)   |   IDX80 108.094 (-0.58)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.42)   |   IDXG30 115.379 (-0.19)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.62)   |   IDXQ30 120.916 (-0.47)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-1.46)   |   IDXV30 102.468 (-0.76)   |   INFOBANK15 776.883 (-1.82)   |   Investor33 360.093 (-1.12)   |   ISSI 144.765 (-0.71)   |   JII 523.909 (-2.37)   |   JII70 177.568 (-0.94)   |   KOMPAS100 966.07 (-4.5)   |   LQ45 756.376 (-3.54)   |   MBX 1366.8 (-6.55)   |   MNC36 270.277 (-1.19)   |   PEFINDO25 258.891 (-2.06)   |   SMInfra18 233.321 (-1.59)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-1.29)   |  

PM Modi Dikecam karena Sibuk dengan Burung Merak

Kamis, 17 September 2020 | 05:19 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / YS

New Delhi, Beritasatu.com - Tokoh oposisi Rahul Gandhi mengecam Perdana Menteri India Narendra Modi karena malah sibuk main dengan burung merak di tengah jumlah kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan.

“Kasus virus corona India akan melewati [lima juta] minggu ini dan kasus aktif akan melewati [satu juta],” tulis anggota parlemen dari partai oposisi Kongres Nasional India di Twitter.

Gandhi menuduh Modi mengatakan kepada rakyat India untuk "menyelamatkan diri mereka sendiri" saat gagal mengatasi wabah Covid-19.

“Pemerintah Modi mengatakan 'mandiri', yang berarti 'menyelamatkan hidup Anda sendiri' karena perdana menteri sibuk dengan burung merak,” tambahnya.

Gandhi merujuk pada video yang dibagikan Modi di media sosial pada Agustus lalu. Video itu memperlihatkan Modi duduk dan berjalan dengan burung merak, serta memberi makan burung-burung di kediamannya.

Gandhi telah menjadi kritikus vokal terhadap tanggapan pemerintah terhadap virus corona sejak awal wabah. Para pejabat juga pernah menepis kecaman Gandhi pada masa lalu.

India memberlakukan penguncian nasional pada 25 Maret dan sejak itu secara bertahap mengurangi pembatasan karantina. Sementara itu, infeksi terus menyebar karena 92.701 kasus Covid-19 baru dilaporkan pada Senin, dengan 1.136 lebih banyak kasus kematian.

Secara keseluruhan, India memiliki 4,8 juta kasus sejak dimulainya wabah Covid-19, menurut data pemerintah. Hampir 80.000 orang telah meninggal dunia.

India melaporkan jumlah kasus infeksi Covid-19 di India sampai Senin menjadi 4.846.427 termasuk 79.722 kematian, setelah jumlah kasus bertambah 92.071 dan 1.136 kematian dalam kurun 24 jam.

India menempati peringkat kedua sebagai negara dengan angka kasus Covid-19 tertinggi di dunia, hanya tertinggal di belakang Amerika Serikat (AS) yang mencatat 6,5 juta kasus.

Pada Minggu (13/9), Menteri Kesehatan India Hans Vardhan mengatakan negara itu mempertimbangkan izin darurat pemakaian vaksin Covid-19 khususnya bagi kelompok lanjut usia dan orang-orang di tempat kerja berisiko tinggi.

Terlepas dari kritik tajam dari pihak oposisi, sekitar 75% mempercayai Modi serius menangani wabah tersebut, menurut jajak pendapat terbaru oleh kantor berita IANS.

Pada Mei, Modi meluncurkan paket stimulus yang dijuluki 'Skema India Mandiri', yang bertujuan untuk membantu dan meningkatkan ekonomi selama krisis Covid-19.



Sumber:RT


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Studi: Spesies Nyamuk Asia Ancam Kota di Afrika

“Itu berarti Afrika, yang telah mendapat beban malaria tertinggi, bisa berdampak lebih besar."

DUNIA | 17 September 2020

Analis: Raksasa Teknologi Tiongkok Kuat Hadapi Tekanan Luar

Perusahaan Tiongkok juga memiliki pasar besar di dalam negeri untuk difokuskan bahkan jika mereka tidak dapat mengejar tujuan internasional.

DUNIA | 17 September 2020

Kesepakatan Oracle Akuisisi TikTok Makin Dekat

Oracle akan menjadi mitra teknologi ByteDance yang bertanggung jawab atas pengelolaan data TikTok dan mengambil saham minoritas di TikTok.

DUNIA | 17 September 2020

Pasien HIV dan TB Paling Parah Dihantam Pandemi

“Orang yang hidup dengan HIV berada pada peningkatan risiko kematian karena Covid-19. Sebelum Covid-19, sudah ada tiga juta 'kasus yang hilang' dari TB."

DUNIA | 17 September 2020

Pandemi Picu Kemiskinan Ekstrem 37 Juta Orang

Laporan Goalkeepers 2020 menunjukkan bahwa setelah 20 tahun berturut-turut angka kemiskinan turun, penyakit Covid-19 telah membalikkan trennya.

DUNIA | 17 September 2020

Remaja Hispanik dan Kulit Hitam Catat Kematian Tertinggi Covid-19 di AS

Minoritas ras di Amerika Serikat (AS) menyumbang 78% kematian Covid-19 untuk kelompok di bawah umur 21 tahun.

DUNIA | 17 September 2020

Trump Dijejali Pertanyaan Diskriminasi Ras

“Anda mengatakan segala sesuatu tentang tersedak dan lain sebagainya, tapi Anda belum menyampaikan dan mengakui telah terjadi masalah ras di Amerika."

DUNIA | 17 September 2020

Citra AS Ternoda Selama Kepresidenan Trump

Survei menemukan sebagian besar kerusakan kepada reputasi internasional Amerika di antara sekutu dan mitra kunci terkait dengan penanganan krisis virus corona.

DUNIA | 17 September 2020

Trump Janjikan Sebar Vaksin 3-4 Pekan Lagi

"Kami dalam beberapa pekan telah memperolehnya, Anda tahu bisa jadi tiga minggu, atau empat minggu,” tutur Trump.

DUNIA | 17 September 2020

Jepang Siapkan Rp 2,45 Triliun untuk Program Vaksin WHO

Dana yang disiapkan Jepang itu merupakan bagian dari cadangan sebesar 1,64 triliun yen yang dicadangkan untuk kesiapan pemerintah menghadapi pandemi.

DUNIA | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS