Survei: Kasus Covid-19 Sesungguhnya di India Capai 60 Juta
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Pandemi Covid-19

Survei: Kasus Covid-19 Sesungguhnya di India Capai 60 Juta

Rabu, 30 September 2020 | 16:25 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

New Delhi, Beritasatu.com - Kasus infeksi Covid-19 di India diperkirakan mencapai 60 juta, atau 10 kali lipat dari data resmi pemerintah. Demikian disampaikan badan utama pandemi di negara itu pada Selasa (29/9/2020), mengutip studi nasional yang mengukur antibodi warga India.

India, rumah bagi 1,3 miliar orang, adalah negara paling terinfeksi kedua di dunia, dengan lebih dari 6,2 juta kasus. India berada di belakang Amerika Serikat.

Namun, angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi dari data resmi, mengacu pada survei serologis terbaru, sebuah studi yang menguji darah untuk antibodi tertentu untuk memperkirakan proporsi populasi yang telah melawan virus.

“Kesimpulan utama dari survei sero ini adalah bahwa satu dari 15 orang berusia lebih dari 10 tahun telah terpapar SARS-CoV-2 pada Agustus,” kata Direktur Jenderal Dewan Riset Medis India (ICMR) Balram Bhargava dalam jumpa pers di Kementerian Kesehatan.

Bhargava mengatakan, bukti paparan virus umumnya terjadi di antara orang-orang yang diuji di daerah kumuh perkotaan (15,6 persen) dan daerah perkotaan non-kumuh (8,2 persen) dibandingkan di daerah pedesaan, di mana 4,4 persen dari mereka yang disurvei memiliki antibodi.

Tes darah itu dikumpulkan dari sekitar 29.000 orang di 21 negara bagian atau wilayah pada Agustus dan pertengahan September.

Angka baru ini merupakan lompatan tajam dari hasil survei sero pertama, yang menurut ICMR menunjukkan bahwa sekitar 0,73 persen orang dewasa di India, yang jumlahnya sekitar 6 juta orang, sudah terinfeksi pada Mei lalu.

Studi antibodi lain yang dilakukan di ibu kota New Delhi dan kota pusat keuangan Mumbai menunjukkan lebih banyak infeksi ketimbang angka resmi.

Namun, para ilmuwan memperingatkan bahwa tes antibodi harus ditangani dengan hati-hati karena mereka juga terkena paparan virus corona lain, bukan hanya penyebab Covid-19, penyakit yang telah menewaskan lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia sejak muncul akhir tahun lalu.

Angka infeksi virus corona di India melonjak menjadi 6,23 juta setelah melaporkan 80.472 infeksi baru dalam 24 jam terakhir, demikian data dari Kementerian Kesehatan, Rabu (30/9).

Kematian akibat infeksi virus corona naik 1.179 dalam 24 jam terakhir menjadi 97.497 kasus kematian.

Negara Asia Selatan itu memiliki cakupan untuk infeksi yang lebih tinggi dengan sebagian besar populasi masih belum terpapar virus, sebuah survei menunjukkan pada hari Selasa.



Sumber:CNA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Azerbaijan dan Armenia Tolak Berunding

Konflik itu telah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang stabilitas di wilayah Kaukasus Selatan, dan mengancam menyeret Turki dan Rusia ke medan pertempuran.

DUNIA | 30 September 2020

Hafiz Alquran Asal Bosnia Fatih Seferagic Positif Covid-19

Saat ini, Fatih Seferagic menjalani isolasi mandiri bersama sang istri di kediaman barunya, di Kuwait.

DUNIA | 30 September 2020

Kelompok Supremasi Kulit Putih Proud Boys Bangga Disebut Trump dalam Debat

“Proud Boys, mundur dan bersiap (stand back and stand by)," kata Trump saat ditanya tentang kekerasan yang dilakukan kelompok supremasis kulit putih.

DUNIA | 30 September 2020

Politifact: Tudingan Biden soal Penanganan Covid-19 Tidak Benar

Saat debat Capres AS, Biden menuding Trump tidak memiliki rencana penanganan Covid-19.

DUNIA | 30 September 2020

Trump: Penanganan Covid-19 Akan Lebih Buruk di Bawah Biden

“Ini karena Anda adalah diri Anda sendiri. Itulah mengapa jadi begitu. Presiden tidak punya rencana,” ujar Biden.

DUNIA | 30 September 2020

Bantah Ngemplang Pajak, Trump: Saya Bayar Jutaan Dolar

Trump mengaku membayar pajak US$ 38 juta dalam satu tahun, dan US$ 27 juta di tahun lain.

DUNIA | 30 September 2020

Di Debat Capres AS, Trump Pamer Masker

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuktikan dirinya tidak menolak kebijakan penggunaan masker di ajang debat presiden AS di Cleveland, Ohio

DUNIA | 30 September 2020

Biden dan Trump Saling Serang di Isu Ekonomi

Trump menyoroti pemotongan pajak ramah bisnis dan keuntungan pasar saham.

DUNIA | 30 September 2020

Trump Tuding Biden Tidak Dukung Penegakan Hukum

Biden membalasnya dengan tuduhan bahwa Trump melakukan rasisme.

DUNIA | 30 September 2020

Trump Ngoceh Terus, Biden: Bisa Diam Enggak?

Kandidat petahana Presiden Amerika Serikat Donald Trump benar-benar menjalankan strategi buruk dalam debat presiden AS di Cleveland, Ohio, Selasa (29/9).

DUNIA | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS