Meksiko Sulit Beri Angka Pasti Kematian Akibat Covid-19
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Meksiko Sulit Beri Angka Pasti Kematian Akibat Covid-19

Kamis, 1 Oktober 2020 | 18:30 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Mexico City, Beritasatu.com - Pejabat tertinggi penanganan virus corona di Meksiko mengatakan, data pasti tentang jumlah kematian akibat Covid-19 di negara itu tidak akan tersedia selama "beberapa tahun" ke depan.

Pernyataan Asisten Menteri Kesehatan Hugo López-Gatell itu kemungkinan akan mencuatkan kembali perdebatan tentang data jumlah korban tewas di Meksiko yang saat ini mencapai 76.430 kasus, atau tertinggi keempat di dunia.

“Kapan statistik terakhir tentang kematian akibat Covid-19 akan siap? Tentu, beberapa tahun setelah tahun pertama pandemi,” kata López-Gatell, dalam keterangan resminya, Rabu (30/9/2020) waktu setempat.

Ia menambahkan, pekerjaan memberikan data itu akan diserahkan kepada lembaga statistik negara.

Sejumlah pejabat telah mengakui, pada masa lalu, angka pencatatan sangat rendah, karena hanya mencakup mereka yang meninggal setelah hasil tes positif, dan hampir selalu pada kasus di rumah sakit. Sementara Meksiko masih sedikit melakukan pengujian, bahkan banyak orang meninggal tanpa uji Covid-19.

Namun, Pemerintah Meksiko telah menghindari penyesuaian angka kematian ke atas untuk memperhitungkan orang-orang yang meninggal di rumah atau tidak dites.

Beberapa bagian negara seperti Mexico City mulai melakukan penghitungan ulang sendiri. Mereka menemukan angka “kematian berlebih" yang kemungkinan disebabkan oleh virus corona. Diperkirakan, bisa dua kali lipat dari angka resmi.

Otoritas Kesehatan Meksiko pada Rabu (30/9/2020) melaporkan 5.053 kasus infeksi baru dan 483 kasus kematian terkait virus dalam 24 jam terakhir. Total kasus Covid-19 di negara itu saat ini mencapai 743.216 kasus, termasuk 77.646 kasus kematian dan 533.886 pemulihan.



Sumber:Tass/NBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Covid-19 Renggut 1.031 Nyawa di Brasil

Angka itu meningkatkan jumlah kematian di negara terparah ketiga di dunia itu menjadi 143.952 kasus kematian.

DUNIA | 1 Oktober 2020

Jerman Terbitkan Peringatan Covid-19 di 11 Negara Uni Eropa

Peringatan itu terjadi ketika prevalensi infeksi virus corona melebihi 50 per 100.000 penduduk selama seminggu.

DUNIA | 1 Oktober 2020

BPOM AS Perluas Penyelidikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Perluasan penyelidikan FDA membuat salah satu kandidat vaksin Covid-19 paling maju ini semakin tertunda.

DUNIA | 1 Oktober 2020

Kasus Covid-19 di Kalangan Kaum Muda AS Meningkat

Kasus mingguan Covid-19 di antara orang berusia 18 hingga 22 tahun naik 55,1 persen.

DUNIA | 30 September 2020

Ikuti the Fed, Bank Sentral Eropa Siap Biarkan Inflasi Naik

Pernyataan Lagarde diinterpretasikan bahwa ECB akan membiarkan inflasi naik lebih tinggi untuk mengompensasi tahun-tahun sebelumnya, di mana inflasi rendah.

DUNIA | 30 September 2020

Turki Bantah Tembak Jatuh Jet Armenia

“Tuduhan menjatuhkan jet itu sama sekali tidak benar,” kata Fahrettin Altun, direktur komunikasi presiden Turki.

DUNIA | 30 September 2020

Trump Curigai Data Covid-19 India

"Anda tidak tahu berapa banyak orang yang tewas di India. Mereka tidak benar-benar memberi Anda hitungan langsung,” kata Trump.

DUNIA | 30 September 2020

Armenia Sebut Pesawat Tempurnya Jatuh Ditembak Turki

Kementerian Luar Negeri Armenia mengatakan, pilot SU-25, pesawat buatan Soviet, tewas setelah ditabrak oleh F-16 Turki di ruang udara Armenia.

DUNIA | 30 September 2020

Survei: Kasus Covid-19 Sesungguhnya di India Capai 60 Juta

“Kesimpulan utama dari survei sero ini adalah bahwa satu dari 15 orang berusia lebih dari 10 tahun telah terpapar SARS-CoV-2 pada Agustus."

DUNIA | 30 September 2020

Azerbaijan dan Armenia Tolak Berunding

Konflik itu telah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang stabilitas di wilayah Kaukasus Selatan, dan mengancam menyeret Turki dan Rusia ke medan pertempuran.

DUNIA | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS