WHO Peringatkan Adanya Peningkatan Dramatis Kasus TB
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

WHO Peringatkan Adanya Peningkatan Dramatis Kasus TB

Kamis, 15 Oktober 2020 | 16:01 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

New Delhi, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan akan adanya “peningkatan dramatis” kematian akibat tuberculosis atau TB pada tahun-tahun mendatang. Hal itu sebagai akibat gangguan dari pandemi virus corona dan adanya kekurangan dana dalam upaya global untuk memerangi penyakit tersebut.

Dalam laporannya yang dirilis Rabu (14/10/2020), WHO mengatakan, ada “pengurangan signifikan” dalam notifikasi dan pemantauan kasus baru TB pada paruh pertama 2020. Hal tersebut disebabkan negara-negara memberlakukan penguncian untuk mengekang penyebaran Covid-19.

Tiga “negara dengan beban kasus tinggi” seperti India, Indonesia, dan Filipina, melaporkan terjadinya penurunan antara 25-30 persen dalam kasus notifikasi selama enam bulan hingga Juni 2020 ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Tiga negara tersebut juga termasuk negara dengan angka kasus infeksi virus corona tertinggi di dunia.

“Pengurangan dalam pelaporan kasus ini dapat menyebabkan peningkatan dramatis dalam penambahan kasus kematian TB, menurut model WHO,” kata laporan itu.

TB dianggap sebagai penyakit menular paling mematikan di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang kerap menyerang paru-paru dan dapat menyebar dengan mudah.

Diperkirakan sebanyak 14 juta orang dirawat karena TB antara tahun 2018 hingga 2019. Mereka hanya mewakili sekitar sepertiga dari 40 juta penderita yang ditargetkan akan diobati oleh badan kesehatan PBB pada tahun 2022.



Sumber:Aljazeera


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

WHO: Tahun Ini Kematian Akibat TB Akan Tembus 1,8 Juta Orang

Penurunan dalam notifikasi TB ditemukan di 14 negara dengan beban tinggi antara Januari dan Juni 2020, tetapi angka itu bervariasi antarnegara.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Redam Protes, Thailand Umumkan Dekrit Darurat

Pemerintah Thailand mengumumkan dekrit darurat untuk meredam serangkaian aksi protes

DUNIA | 15 Oktober 2020

Indonesia dan Maroko Promosikan Islam Moderat

Unsur perbedaan itu adalah modal kuat bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama dalam mempromosikan Islam moderat.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Indonesia Pertemukan Pakar Virus dan Epidemiologi Asia Timur

Ajang berbagi pengalaman praktis antarpakar virus dalam mengatasi pandemi.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Putra Trump, Barron Sempat Positif Covid-19

Putra Presiden Donald Trump yang berusia 14 tahun, Barron sempat dinyatakan positif Covid-19, tetapi tidak menunjukkan gejala.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Atas Peracunan Navalny, UE Setuju Jatuhkan Sanksi pada Rusia

Uni Eropa pada Rabu (14/10) sepakat untuk menjatuhkan sanksi pada enam orang dan satu entitas atas peracunan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dengan agen saraf Novichok.

DUNIA | 15 Oktober 2020

AS Tidak Rekomendasikan Vaksin Covid-19 untuk Anak di Tahap Awal

Wanita hamil dan anak-anak seringkali menjadi kelompok terakhir menjalani uji klinis karena para peneliti menilai risiko keamanan.

DUNIA | 15 Oktober 2020

WHO: Orang Muda Sehat Kemungkinan Tidak Dapat Vaksin Covid-19 Hingga 2022

Petugas kesehatan, pekerja di garis depan dan orang tua akan mendapatkan vaksin lebih awal.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Menlu: Indonesia Amankan 100 Juta Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca

Pengiriman pertama vaksin Covid-19 dari AstraZeneca diharapkan dilakukan pada semester pertama tahun 2021.

DUNIA | 14 Oktober 2020

Erick Thohir: Kerja Sama dengan Inggris Tidak Hanya Soal Vaksin Covid-19

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa Indonesia menjajaki berbagai kerja sama berbagai bidang dengan Inggris, tidak terbatas soal vaksin Covid-19.

DUNIA | 14 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS