Pakar WHO: Eropa dan Amerika Utara Harus Belajar dari Asia
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Penanganan Pandemi Covid-19

Pakar WHO: Eropa dan Amerika Utara Harus Belajar dari Asia

Rabu, 21 Oktober 2020 | 19:48 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jenewa, Beritasatu.com - Eropa dan Amerika Utara harus mengikuti contoh negara-negara Asia yang bertahan dengan tindakan anti-Covid dan mengkarantina siapa saja yang melakukan kontak dengan orang terinfeksi. Demikian kata pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

WHO wilayah Eropa yang mencakup Rusia, telah mencatat 8.500 kematian dalam sepekan terakhir. Selain itu tercatat, separuh negara-negara di benua itu telah mengalami peningkatan kasus sebesar 50 persen. Demikian dikatakan Mike Ryan, pakar darurat badan tersebut dalam konferensi pers.

Ia menjelaskan, selama beberapa bulan terakhir, pihak berwenang di Australia, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan telah mengurangi penyebaran dengan mendeteksi kasus, mengisolasi mereka, dan mengarantina kontak.

Populasi mereka telah menunjukkan adanya “tingkat kepercayaan yang lebih tinggi” pada pemerintah mereka.

“Dengan kata lain, mereka terus berlari ke garis finis, terus, dan mereka terus berlari, karena mereka tahu perlombaan belum berakhir, garis finis itu salah. Terlalu banyak negara telah menempatkan garis finis imajiner, dan ketika mereka melewati, itu mungkin terjadi, memperlambat beberapa aktivitas mereka," kata Ryan , Senin (19/10/2020).

Ia menilai, negara-negara di Asia, Asia Selatan, Pasifik Barat, telah sukses menindaklanjuti upaya besar penanganan Covid-19.



Sumber:straitstimes


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bandara Soekarno-Hatta Layani TCA 4 Negara

Bandara Soekarno-Hatta melayani Travel Corridor Arrangement (TCA) dengan Uni Emirat Arab (UEA), Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura

DUNIA | 21 Oktober 2020

PM Suga: Jepang Tolak Tindakan yang Memicu Ketegangan di LCS

Suga menyatakan Jepang siap memberikan dukungan untuk ASEAN, termasuk Vietnam dan Indonesia, dalam menjaga perdamaian dan kestabilan di LCS.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Gencar Serang Tiongkok, Trump Ternyata Punya Rekening di Sana

Trump dikenal sangat gencar mengkritik perusahaan-perusahaan Amerika yang berbisnis di Tiongkok.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Presiden Terima Surat Kepercayaan Dubes 7 Negara

Saat foto bersama, terlihat Jokowi maupun tujuh dubes itu tidak melepaskan masker dan tetap menjaga jarak.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Serangan Trump Makin Panas, Jawaban Fauci Sedingin “The Godfather”

Trump menyebut Fauci sebagai bagian dari orang-orang idiot.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Rachmat Gobel: Kedatangan PM Jepang Membawa Pesan Khusus

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia bukan sekedar kunjungan kenegaraan biasa tapi juga membawa pesan khusus.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Total Nilai Kekayaan Orang Tajir Tiongkok Bertambah US$ 1,5 T

Tiongkok sekarang memiliki total 878 miliarder. Sementara itu, Amerika Serikat (AS) memiliki 626 orang di kelompok teratas pada awal tahun.

DUNIA | 21 Oktober 2020

RI Tolak Permintaan Pangkalan Pesawat Mata-mata AS

Indonesia menolak permintaan dari Amerika Serikat (AS) untuk dijadikan tempat pendaratan dan pesawat pengawas maritim P-8 Poseidon,

DUNIA | 21 Oktober 2020

Embargo Berakhir, Iran Pastikan Akan Banyak Menjual Senjata

Iran menyatakan cenderung menjual senjata daripada membeli, setelah berakhirnya embargo senjata konvensional PBB yang berakhir setelah 13 tahun.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Jelang Debat Capres AS Ketiga, Trump Keberatan Sistem Mikrofon Senyap

Mikrofon tanpa suara digunakan pada debat terakhir calon presiden AS pada Kamis (22/10) untuk mencegah interupsi tanpa izin moderator

DUNIA | 21 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS