PM Thailand Cabut Status Keadaan Darurat di Bangkok
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

PM Thailand Cabut Status Keadaan Darurat di Bangkok

Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:42 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Bangkok, Beritasatu.com - Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mencabut status darurat di Bangkok. Pencabutan efektif berlaku mulai Kamis (22/10/2020) siang. Prayut mengatakan, kekerasan akan berakhir.

Pengumuman itu dipublikasikan di Royal Gazette.

Sebelumnya, pernyataan darurat dikeluarkan pada 15 dan 16 Oktober untuk menghentikan pelanggaran terhadap institusi kerajaan dan kerusuhan. Keadaan darurat itu ditetapkan untuk berlaku hingga 13 November.

Pada Kamis, Jenderal Prayut mengatakan, situasi kekerasan telah berakhir dan pejabat pemerintah dapat menegakkan hukum yang relevan untuk menyelesaikan masalah.

Pada Rabu malam, PM Prayut dalam pidato TV Pool mengatakan, setiap orang harus mengambil langkah mundur dalam konflik antara pemerintah dan gerakan antipemerintah.

Dia menawarkan untuk mencabut keadaan darurat dan meminta lawan-lawannya untuk meresponsnya dengan mengurangi pidato kebencian dan memecah belah masyarakat.

Prayut memberi ultimatum bagi pengunjuk rasa untuk mundur dari aksinya dengan tenggat waktu tiga hari.

“Saya akan mengambil langkah pertama untuk meredakan situasi ini. Saya saat ini bersiap untuk mencabut keadaan darurat parah di Bangkok dan akan segera melakukannya jika tidak ada insiden kekerasan,” katanya.



Sumber:Bangkok Post


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rakyat Thailand Tak Lagi Takut Memprotes Raja

Salah satu alasan besarnya, rakyat Thailand tidak menyukai raja saat ini. Raja kali ini, beda dengan ayahnya, Bhumibol Adulyadej.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Tunangan Khashoggi Gugat Putra Mahkota Saudi

Tunangan dari jurnalis yang menjadi korban pembunuhan, Jamal Khashoggi, menggugat putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) di pengadilan federal AS

DUNIA | 22 Oktober 2020

Vaksin Covid-19 Sinovac Akan Masuk Program Imunisasi Brasil

Brasil berencana menggunakan vaksin virus corona atau Covid-19 buatan Tiongkok sebagai bagian dari program imunisasi nasional,.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Survei: Pemilih AS Condong ke Joe Biden untuk Berbagai Isu

Calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden (77) mencatat keunggulan dalam hampir dalam semua isu dibandingkan Presiden Donald Trump

DUNIA | 22 Oktober 2020

AS dan Tiongkok Coba Libatkan Indonesia dalam Persaingan Global

AS dan Tiongkok menggunakan berbagai cara untuk melibatkan Indonesia dalam persaingan global mereka, baik secara langsung atau tidak langsung.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Para Korban Tolak Penghapusan Sudan dari Daftar Pendukung Terorisme

Para korban menolak kesepakatan yang dibuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mencabut Sudan dari Daftar Negara Pendukung (Sponsor) Terorisme.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Akademisi Thailand Desak Pemerintah Hentikan Kekerasan

Sejumlah dosen dan mahasiswa mengajukan petisi kepada Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha agar pemerintah berhenti menggunakan kekerasan

DUNIA | 22 Oktober 2020

Sejak Pandemi Covid-19, Hampir 300.000 Warga AS Meninggal Dunia

Hampir 300.000 lebih orang telah meninggal dunia di Amerika Serikat sejak pandemi Covid-19 terjadi di negara itu.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Korban Tewas Banjir dan Longsor Vietnam Jadi 105 Orang

anjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya telah menyebabkan 105 orang tewas dan 27 orang lainnya hilang di wilayah Vietnam

DUNIA | 22 Oktober 2020

Situasi Mengerikan, Spanyol Negara Eropa Pertama yang Lampaui 1 Juta Kasus Covid-19

Data Kementerian Kesehatan Spanyol menunjukkan total kasus mencapai 1.005.295, naik 16.973 dari hari sebelumnya.

DUNIA | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS