HT: 2019, Kesempatan Indonesia Tingkatkan Ekspor
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

HT: 2019, Kesempatan Indonesia Tingkatkan Ekspor

Rabu, 13 Februari 2019 | 22:18 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Kendari, Beritasatu.com - Kinerja ekspor Indonesia tahun ini diperkirakan bisa meningkat, seiring dengan tuntasnya perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Saya harap 2019 ekonomi dunia mulai stabil, trade war sudah selesai. Semua pihak bisa berkonsentrasi berdagang. Ini kesempatan Indonesia meningkatkan ekspornya," kata Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu di Jakarta, Rabu (13/2).

Hal itu juga ia katakan seusai Konsolidasi dan Pembekalan Caleg Partai Perindo untuk pemenangan Pemilu 2019 di Kendari, Sultra.

Dia menjelaskan, berdasarkan data tahun 2018, Indonesia mencatatkan penurunan ekspor sebesar 1,04% year on year (yoy), sedangkan impor mengalami peningkatan signifikan, yaitu 12,10% yoy.

HT, sapaan akrab Hary Tanoesoedibjo, mengatakan penyebab penurunan ekspor harus diketahui akar permasalahannya, sebab penurunan ekspor bisa diakibatkkan oleh berbagai sebab.

"Kalau permintaan ekspor turun, kita cari pasar baru. Kalau daya saing kita turun, kita benahi. Bagaimana bisa lebih produktif, lebih murah, dengan kualitas tetap sama," ungkap HT.

Tantangan lainnya adalah Indonesia bisa mengekspor barang jadi di berbagai sektor mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan hingga pertambangan. Untuk perikanan misalnya, mulai dari penangkapan ikan, cold storage hingga pengolahan harus dilakukan di Indonesia.

"Ke depan, kita harus mampu menggeser dari ekspor barang mentah ke barang jadi. Menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja," kata HT .

Di sisi lain, peningkatan impor harus diwaspadai, karena hal ini bisa menggerus devisa. Bila devisa tergerus, hal ini akan mempengaruhi nilai tukar rupiah di pasar. Tergerusnya devisa, akan menurunkan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, lanjut HT, ekonomi harus memperhatikan berbagai aspek secara keseluruhan. "Fokus pembangunan ekonomi harus berpusat pada peningkatan konsumsi masyarakat, belanja negara, investasi asing dan dalam negeri dan ekspor serta pengurangan impor," ungkap HT.

Untuk meningkatkan konsumsi, daya beli masyarakat harus diperbaiki, khususnya di beberapa daerah yang timpang, karena penurunan di sejumlah sektor. Untuk itu, diperlukan distribusi proyek yang merata di setiap daerah untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

Investasi luar negeri dan dalam negeri juga harus digalang, dicari kiat-kiatnya agar tiap daerah bisa meningkat.

Kedatangan HT di Sulsel adalah rangkaian perjalanan HT yang akan berkeliling ke seluruh 80 Dapil di seluruh Indonesia guna bertemu langsung dengan caleg-caleg Partai Perindo. Hal ini guna mendengarkan perkembangan di lapangan dan memaksimalkan kerja-kerja Caleg dengan cara yang efektif. Kehadiran HT sekaligus menjadi contoh bagi kader Perindo untuk terjun langsung ke lapangan.

Di setiap daerah, HT juga selalu turun ke masyarakat, ke sentra-sentra UMKM yang turut menjadi penggerak ekonomi Indonesia. Perhatian HT kepada pedagang-pedagang kecil diwujudkan HT dengan mendengarkan segala permasalahan-permasalahan mereka, seperti di Kendari, HT singgah mencicipi kuliner khas, yaitu Pisang Epe di Kendari Beach.



Sumber:PR


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Menhub Minta Maskapai Naikkan Tarif Secara Wajar

Menhub meminta agar maskapai penerbangan menaikkan tarif secara wajar apabila dinilai perlu ada kenaikan karena tekanan kondisi ekonomi global.

EKONOMI | 13 Februari 2019

BMAD Dicabut, Ekspor Baja ke Malaysia Bakal Naik

Penghentian BMAD HRC ini dapat mendongkrak ekspor baja Indonesia ke Negeri Jiran.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Industri Baja Minta Perlindungan Pemerintah

Pemerintah sudah seharusnya memberikan perlindungan terhadap industri baja nasional.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Presiden Jokowi Perintahkan Harga Avtur Dihitung Ulang

“Saya sudah perintahkan untuk dihitung. Mana yang belum efisien mana yang bisa diefisienkan, nanti akan segera diambil keputusan,” kata Jokowi.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Tiket Pesawat Mahal, Industri Perhotelan Ikut Terpukul

Kenaikan harga tiket pesawat berdampak pada tingkat hunian hotel.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Garap Proyek Strategis, Pelindo III Siapkan Rp 6,44 Triliun

Pelindo III sudah menyiapkan sejumlah proyek baru di tahun ini.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Presiden Perintahkan Penghitungan Ulang Harga Avtur

Presiden Joko Widodo memerintah penghitungan ulang harga avtur agar dapat lebih efisien.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Aprindo : Gerai Ditutup, Transformasi Menuju Omni Channel

Penutupan gerai bukan berarti bangkrut tetapi menuju revolusi baru.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Pemanfaatan Teknologi Dorong Kemajuan Industri Keuangan Syariah

Indonesia merupakan pasar potensial bagi industri keuangan syariah.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Menkominfo Sebut Layanan Fintech P2P Lending Salah Sasaran

Saat ini fintech P2P justru menyasar eksisting market atau masyarakat yang sudah memiliki akses terhadap layanan perbankan.

EKONOMI | 13 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS