Walau Terpuruk, Peluang Industri Otomotif Tetap Ada
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Walau Terpuruk, Peluang Industri Otomotif Tetap Ada

Minggu, 22 Maret 2020 | 11:53 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi global virus corona (covid-19) menghempas aktivitas sejumlah industri, termasuk industri otomotif, baik di tingkat global maupun domestik. Namun, walaupun ada wabah Covid-19, pelaku industri otomotif harus tetap optimistis. Sejumlah strategi bisa dilakukan untuk membangkitkan ekonomi nasional.

“Optimisme harus dijaga, spirit itu jangan dilepaskan. Jangan pasrah dengan situasi seperti ini. Apalagi ini baru kuartal pertama, mudah-mudahan kuartal kedua membaik, lalu kuartal ketiga dan keempat bisa mengejar ketertinggalan. Kalau sekarang sudah patah semangat, nanti mau mengejarnya bagaimana?” ujar pengamat otomotif Bebin Djuana kepada SP di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Karena itulah, ia mengapresiasi adanya peluncuran produk baru LCGC kembar Astra Daihatsu Ayla dan Toyota Agya di tengah kerisauan corona.

“Ini salah satu usaha pabrikan untuk mengingatkan kepada masyarakat,” kata dia.

Menurut dia, dengan adanya pembatasan aktivitas masyarakat ke ruang publik untuk terhindar dari penularan virus corona, pabrikan perlu strategi. Diakui, kesempatan masyarakat mengunjungi showroom, nyaris tidak dimungkinkan, tetapi memperkenalkan produk, tidak harus melalui pertemuan di showroom.

Begitu juga saat peluncuran produk baru, tentu tidak perlu harus ada kerumunan orang banyak. Saat ini banyak cara dan terobosan bisa dilakukan salah satunya lewat media sosial.

“Pesan itu yang penting sampai ke masyarakat. Saya saja tidak tahu di mana peluncuran Ayla dan Agya, tetapi informasi tentang wajah barunya saya bisa peroleh,” kata dia.

Menurut dia, kebutuhan alat transportasi masih sangat besar. Makanya, kata dia, peluang industri otomotif masih besar.

Dijelaskan, ada kelompok konsumen yang memang sudah memiliki rencana matang untuk membeli kendaraan. Mereka sudah menyiapkan budget, tinggal datang ke showroom, pameran mobil, ataupun pasar mobil bekas. Namun, karena dibombardir berita hoaks tentang dahsyatnya corona, membuat mereka yang tadinya tidak khawatir, menjadi cemas dan menunda pembelian.

Ada juga sebagian konsumen yang mempertimbangkan membeli mobil jenis lain karena melihat dari sisi daya beli. Mereka mempertimbangkan akan adanya kenaikan harga mobil karena terhempasnya nilai Rupiah terhadap Dolar AS. Padahal, kata Bebin, kenaikan harga mobil tidak serta merta dipengaruhi nilai kurs.

Ia menambahkan, hal lain yang mempengaruhi penjualan otomotif saat ini juga karena adanya kebutuhan mendesak menjelang hari raya, termasuk adanya kebutuhan jelang tahun ajaran baru sekolah.

Menurut dia, kondisi slow down penjualan otomotif baru akan dirasakan dalam satu setengah bulan ke depan. Namun, hal itu bisa disikapi dengan strategi-strategi jitu pabrikan agar bisa mempertahankan pasar.

Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang Januari hingga Desember 2019, total penjualan ritel otomotif nasional sebanyak 1,04 juta unit. Jumlah itu turun dari tahun 2018 yang sebanyak 1,15 juta unit.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tidak menampik wabah Covid-19 akan sangat mempengaruhi industri nasional, termasuk otomotif. Tetapi ia meminta pelaku industri tetap selalu optimistis.

Menperin berharap penjualan otomotif nasional tahun ini bisa tumbuh 6% dari tahun lalu. “Mudah-mudahan tercapai,” ujar dia.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gugus Tugas Rumuskan Enam Alat Prioritas Penanganan Corona

Dalam pencegahan corona masyarakat perlu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

EKONOMI | 22 Maret 2020

Ekonom: Semua Pihak Harus Maklum Jika Ekonomi Tumbuh Minus

Indikator negara dalam kondisi resesi antara lain sektor pasar keuangan dan pasar modal terpuruk.

EKONOMI | 22 Maret 2020

Indef: Fundamental Ekonomi RI 2020 Lebih Rapuh dari 1998

Dari sisi kompleksitas, krisis ekonomi 2020 lebih rumit dari 1998.

EKONOMI | 22 Maret 2020

Dukung Kebijakan Social Distancing, Coocaa Berupaya Atasi Kejenuhan di Rumah

Skyworth Indonesia ikut berupaya untuk berperan serta dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan social distancing selama masa ini.

EKONOMI | 22 Maret 2020

PUPR Optimistis RS Darurat Covid-19 Rampung Tepat Waktu

Batas akhir pembangunan RS Darurat Covid-19 adalah Minggu (22/3/2020), PUPR terus berupaya pekerjaan bisa selesai sebelum tenggat waktu tersebut

MEGAPOLITAN | 21 Maret 2020

Dukung Imbauan Pemerintah, BCA Ubah Jam Operasional Kantor Cabang

BCA memberlakukan kebijakan operasional terbatas kantor cabang di seluruh Indonesia menjadi.

EKONOMI | 21 Maret 2020

YLKI Nilai Layanan Pesan Antar Pertamina Inovatif dalam Cegah Penularan Covid-19

Layanan pesan antar melalui Call Center 135 merupakan upaya Pertamina agar masyarakat tetap bisa bekerja dari rumah untuk mencegah penularan Covid-19.

EKONOMI | 21 Maret 2020

Penumpang Batal Berangkat, KAI Kembalikan Biaya Tiket 100%

Kebijakan pengembalian bea pemesanan tiket ini, berlaku bagi perorangan maupun rombongan.

EKONOMI | 21 Maret 2020

Penyaluran FLPP Kuartal Pertama Capai 8.550 Unit Rumah

Melalui aplikasi SiKasep, penyaluran FLPP dapat terpantau dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat.

EKONOMI | 21 Maret 2020

Harta Orang Kaya Dunia Menguap Rp 3.755 T Dihantam Corona

Mukesh Ambani telah kehilangan tempatnya sebagai orang terkaya di Asia.

EKONOMI | 21 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS