Penyair Malaysia dan Indonesia Merekat dalam Puisi Esai
INDEX

BISNIS-27 448.452 (0.76)   |   COMPOSITE 5112.19 (15.31)   |   DBX 973.986 (2.56)   |   I-GRADE 139.714 (0.67)   |   IDX30 428.304 (0.81)   |   IDX80 113.764 (0.21)   |   IDXBUMN20 291.927 (1.44)   |   IDXG30 119.182 (-0.06)   |   IDXHIDIV20 379.228 (1.32)   |   IDXQ30 124.656 (0.39)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.11)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.29)   |   IDXV30 107.478 (0.22)   |   INFOBANK15 831.648 (5.08)   |   Investor33 374.125 (0.73)   |   ISSI 151.171 (-0.08)   |   JII 550.867 (-1.45)   |   JII70 188.056 (-0.42)   |   KOMPAS100 1022.34 (0.96)   |   LQ45 789.815 (1.37)   |   MBX 1412.7 (4.15)   |   MNC36 280.331 (0.36)   |   PEFINDO25 282.464 (0.78)   |   SMInfra18 241.575 (0.21)   |   SRI-KEHATI 316.512 (0.92)   |  

Titian Muhibbah Sastra Malaysia-Indonesia

Penyair Malaysia dan Indonesia Merekat dalam Puisi Esai

Rabu, 4 September 2019 | 21:56 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com – Puisi esai sebagai genre baru semakin berkembang. Tak hanya di Indonesia, namun merambah ke negeri jiran, Malaysia. Malah, lewat puisi esai, penyair Indonesia dan Malaysia kian merekat. Hal itu tampak pada acara “Titian Muhibbah Sastra Malaysia-Indonesia” di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Sejumlah penyair dari Malaysia dan Indonesia hadir di sana. Mereka juga berdiskusi tentang perkembangan puisi esai. Tak hanya itu, Presiden Badan Bahasa dan Sastera Sabah (Bahasa) Malaysia Datuk Jasni Matlani turut hadir. Ia juga menyaksikan penyerahan buku puisi oleh penyair asal Malaysia, Ismaily Bongsu kepada Kepala Satuan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin Diki Lukman Hakim.

Selain diskusi dan pembacaan puisi, dalam kegiatan itu juga diluncurkan buku seri puisi esai Indonesia-Malaysia bertajuk Kemilau Satu Langit oleh Denny JA, penggagas puisi esai asal Indonesia.

Pada kesempatan itu juga digelar peluncuran sayembara kritik puisi esai Denny JA oleh Asosiasi Guru Bahasa Se-Indonesia dan peluncuran buku dari Malaysia oleh Datuk Jasni Matlani, serta pembacaan puisi oleh Monica JR tentang Papua.

“Puisi esai bukan saja satu genre, tetapi juga satu gagasan dan gerakan persuratan yang lebih besar,” ujar Ramzah Dambul, akademisi dari Universiti Malaysia Sabah, dalam kata pengantarnya.

Ia secara mendalam menuliskan hubungan dua negara, Malaysia dan Indonesia dalam puisi esai.

“Denny JA ketika mewartakan kelahiran puisi esai, tidak hanya mendefinisikan bentuk awal dan fungsi puisi sebagai karya kreatif. Ia juga turut memberi makna dan arah tujuan yang baru kepada segenap pelaku sastra dalam meneruskan platform puisi,” tutur dia.

Menurut Ramzah, secara sederhana, puisi esai adalah satu inovasi segar yang penting dalam perkembangan seni kesusasteraan serantau.

“Sekalipun aliran ini telah mendapat polemik yang hebat di Indonesia, namun tidak menghalangi puisi esai untuk menjalar dan mengakar di negara-negara jiran,” tambahnya.

Ia menambahkan, mau tidak mau, gagasan puisi esai Denny JA telah mencapai status sastra advokasi dan diplomasi.

“Ini menjadi satu batas tertinggi dalam ukuran dampak sastra. Ia bukan sekadar memberi gratifikasi mental atau hanya mencetuskan katarsis spiritual sebagaimana sastra konvensional yang tipikal,” tulisnya.

Ramzah mengaku heran mengapa banyak yang menentang kehadiran puisi esai, hanya karena adanya motivasi kecemburuan sosial.

“Kalau semua aktivis sastra hanya terobsesi berkarya, tetapi tidak mau berinovasi dan menciptakan pendekatan baru, lalu bagaimana ranah sastara mau berkembang?” kata dia.

Menurut Ramzah, genre dan pembaruan dalam sastra tidak akan berlaku sendiri begitu saja. Seseorang perlu memacunya dengan gerakan yang bersifat gadang, tersusun, dan terancang.

“Denny JA berhasil menyuntik gerakan puisi esai ke seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan meretas hingga ke Malaysia, Brunei, Singapura, dan Thailand. Ini satu gagasan diplomasi yang sungguh mengagumkan,” tambahnya.

Ramzah juga memberikan ulasan mendalam tentang para penyair Malaysia dan Indonesia yang memberikan karya puisi esainya dalam buku Kemilau Satu Langit.



Sumber:PR/Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Diprediksi, Minggu ini Gundala Tembus 1 Juta Penonton

Film Gundala hingga hari kelima berhasil menarik lebih dari 800.000 penonton.

HIBURAN | 4 September 2019

IT Chapter Two, Kembalinya Teror Mencekam si Badut Pennywise

Film IT: Chapter Two kembali menawarkan cerita teror mencekam badut Pennywise.

HIBURAN | 4 September 2019

Jessica Iskandar Sempat Stres karena Alergi

Jessica kini lebih berhati-hati dalam memilih perawatan dan produk kecantikan.

HIBURAN | 3 September 2019

Inilah 10 Kota yang Menayangkan Gundala Versi Sahabat Tuli

Film Gundala hadir dalam versi ramah untuk kaum difabel.

HIBURAN | 3 September 2019

Joko Anwar Hadirkan Gundala Versi Sahabat Tuli

Hari ini, Selasa (3/9/2019), film Gundala hadir dalam versi teks bahasa Indonesia untuk penonton difabel.

HIBURAN | 3 September 2019

Tonton Gundala, Sri Mulyani dan Erick Thohir Bangga

Pemutaran film karya anak bangsa bertema pahlawan super "Gundala" karya Joko Anwar berlangsung di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin.

HIBURAN | 3 September 2019

Isyana Ceritakan Perjalanan Kariernya di Album Terbaru

Lewat single tersebut, Isyana berusaha mencurahkan isi hati dan pengalaman pribadinya dalam meniti karier di Industri musik tanah air.

HIBURAN | 2 September 2019

Usung Pop Rock Funky, Good Gangster Rilis Single Perdana

Band yang digawangi oleh Verindra (vocal/Gitar) dan Yazid (drum/vocal) berharap apa dihasilkannya bisa diterima dengan baik oleh pencinta musik tanah air.

HIBURAN | 2 September 2019

Sonia Wibisono dan Chelsea Islan Ajak Perempuan Waspadai Kanker Payudara

Menurut dr Sonia Wibisono, kanker payudara sebetulnya masih bisa diobati jika dapat dideteksi saat stadium awal. Bersama koleganya, artis Chelsea Islan, dr. Sonia mendukung upaya mengkampanyekan cara cegah kanker payudara sejak dini dan menyerukan pentingnya edukasi dan sosialisasi deteksi dini kanker payudara kepada masyarakat secara masif.

HIBURAN | 2 September 2019

Tembus Rekor Tur Terlaris, Ed Sheeran Cetak Sejarah

Penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran, menembus rekor baru untuk pendapatan tur konser tertinggi sepanjang sejarah musik dunia

HIBURAN | 2 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS