Ruang Publik Perlu Diwarnai Sejuta Puisi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Lomba Kritik Puisi Esai

Ruang Publik Perlu Diwarnai Sejuta Puisi

Kamis, 5 September 2019 | 17:49 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com – Ruang publik kita saat ini sudah dipenuhi polusi kebencian dan kemarahan politik. Sejak Pilkada DKI Jakarta 2017, berlanjut ke Pilpres 2019, dan kini isu Papua, terlalu banyak kabar bohong, kemarahan, kebencian, pembelahan politik, dan primordialisme agama di ruang publik.

Seolah-olah manusia disempitkan menjadi kita melawan mereka. Warga negara seolah hanya disibukkan dengan isu kekuasaan. Banyak keluarga, kawan, dan komunitas, yang pecah hanya karena politik.

“Karena itu, ruang publik kita perlu diperkaya lagi oleh renungan sastra,” ujar penggagas puisi esai Denny JA di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Denny mengutip pernyataan John F Kennedy: “Ketika politik menyempitkan perhatian manusia, puisi datang meluaskannya kembali. Ketika kekuasaan mengotori jiwa, puisi membersihkan.”

Ternyata, kegundahan itu jugalah yang mendorong Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI) menggelar Lomba Kritik Puisi Esai secara nasional. Para guru ingin, ruang publik semakin diwarnai puisi-puisi yang meneduhkan. Lomba itu diumumkan di Pusat Dokumentasi HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Rabu (4/9/2019).

Ketua AGBSI Jajang Priyatna menjelaskan, kegiatan itu digelar bertepatan dengan Bulan Bahasa. “Kami ingin memeriahkannya dengan lomba kritik sastra,” ujar Jajang.

Pelaku seni yang juga dari AGBSI Dian Ratri mengatakan, Oktober menjadi momen Hari Sumpah Pemuda. Dengan Ikrar “Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia. Sejak tahun 1960-an, sudah diperingati menjadi Bulan Bahasa.

“Tapi bahasa pun perlu terus dimartabatkan. Literasi perlu ditumbuhkan. Minat membaca sastra perlu disuburkan,” kata dia.

AGBSI memilih empat buku puisi esai karya Denny JA sebagai bahan kritikan bagi para peserta lomba. Empat buku itu yakni: Atas Nama Cinta, Jiwa yang Berzikir, Roti untuk Hati, dan Kutunggu di setiap Kamisan.

“Mengapa karya Denny JA yang dipilih sebagai tema kritik sastra? Lima tahun belakangan ini, dunia sastra bergunjang-ganjing dengan kontroversi puisi esai karya Denny JA. Terjadi pro dan kontra yang maha hebat,” papar Dian.

Namun, buku puisi esai ternyata terus diterbitkan. Hingga hari ini, sudah terbit lebih dari 80 buku puisi esai. Sudah lebih dari 200 penulis dari Aceh hingga Papua menulis puisi esai. Bahkan, penyair Asia Tenggara seperti dari Malaysia, Brunei, Thailand, dan Singapura juga menerbitkan puisi esai.

“Ini yang membuat puisi esai menjadi topik yang hangat dan kontroversial untuk lomba kritik sastra tahun ini,” tambah dia.

Pengumuman lomba kritik puisi esai di HB Jassin juga disemarakkan acara “Titian Muhibbah Sastra Indonesia-Malaysia”. Banyak penyair Malaysia yang ikut hadir. Pada kesempatan itu, digelar juga diskusi sastra.

Puisi Denny JA soal Papua juga ikut dibacakan di acara itu. “Puisi kembali dibawa ke tengah gelanggang sebagai respons atas isu masyarakat yang sedang bergolak,” tambahnya.



Sumber:PR/Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tulus Rayakan Sewindu Berkarya di 5 Kota

Tulus sangat yakin target 30.000 penonton berjalan sesuai rencana yang diharapkan. Terlebih, ia juga turun tangan merancang konsep konser ini.

HIBURAN | 5 September 2019

Mengulik Ruang Kreatif 28 Seniman dalam "Inside Studios"

Buku ini berisi foto-foto studio 28 seniman kontemporer terkemuka asal Indonesia yang tampil secara lugas dan apa adanya.

HIBURAN | 5 September 2019

Syuting Usai, Pemain “Hotel Del Luna” Liburan ke Bangkok

Setelah syuting drama korea (drakor) “Hotel Del Luna” usai, para pemain dan kru merayakan kesuksesan dengan liburan bersama ke Bangkok, Thailand.

HIBURAN | 5 September 2019

Penyair Malaysia dan Indonesia Merekat dalam Puisi Esai

“Sekalipun aliran ini telah mendapat polemik yang hebat di Indonesia, namun tidak menghalangi puisi esai untuk menjalar dan mengakar di negara-negara jiran.”

HIBURAN | 4 September 2019

Diprediksi, Minggu ini Gundala Tembus 1 Juta Penonton

Film Gundala hingga hari kelima berhasil menarik lebih dari 800.000 penonton.

HIBURAN | 4 September 2019

IT Chapter Two, Kembalinya Teror Mencekam si Badut Pennywise

Film IT: Chapter Two kembali menawarkan cerita teror mencekam badut Pennywise.

HIBURAN | 4 September 2019

Jessica Iskandar Sempat Stres karena Alergi

Jessica kini lebih berhati-hati dalam memilih perawatan dan produk kecantikan.

HIBURAN | 3 September 2019

Inilah 10 Kota yang Menayangkan Gundala Versi Sahabat Tuli

Film Gundala hadir dalam versi ramah untuk kaum difabel.

HIBURAN | 3 September 2019

Joko Anwar Hadirkan Gundala Versi Sahabat Tuli

Hari ini, Selasa (3/9/2019), film Gundala hadir dalam versi teks bahasa Indonesia untuk penonton difabel.

HIBURAN | 3 September 2019

Tonton Gundala, Sri Mulyani dan Erick Thohir Bangga

Pemutaran film karya anak bangsa bertema pahlawan super "Gundala" karya Joko Anwar berlangsung di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin.

HIBURAN | 3 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS