Survei Wahid Foundation: 86% Aktivis Rohis Ingin Berjihad ke Suriah
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Survei Wahid Foundation: 86% Aktivis Rohis Ingin Berjihad ke Suriah

Jumat, 17 Februari 2017 | 07:40 WIB
Oleh : YS

Depok - Survei yang dilakukan Wahid Foundation kepada kalangan aktivis Rohani Islam (Rohis) menunjukkan bahwa 86 persen aktivis Rohis di SMA ingin berjihad ke Suriah.

Dalam kuesioner yang disebar Wahid Foundation menunjukkan, tujuh dari 10 aktivis Rohis ingin berjihad ke Suriah. Para pengurus Rohis ini kebanyakan adalah siswa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

"Surveinya kami gelar tahun 2016. Sebanyak 86 persen setuju untuk jihad ke Suriah dan 37 persen menolak. Di sini tantangan kebinekaan kita diuji," ujar Direktur Wahid Institute Yenny Zannuba Wahid dalam Talkshow "Bhinneka Indonesia: Modal Sosial Bernegara" di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/2) sore.

Diungkap Yenny, dalam survei itu juga terpetakan karakteristik kelompok radikal di Indonesia yakni berusia muda dan laki-laki, cenderung memahami ajaran agama secara literalis. Mereka banyak terpapar informasi keagamaan yang berisi kecurigaan dan kebencian, cenderung mengingkari atau menentang pemenuhan hak-hak kewarganegaraan terhadap kelompok lain yang tidak disukai, cenderung membenarkan dan mendukung tindakan dan gerakan radikal.

Para anak muda ini, lanjut Yenny, juga rentan merasa memiliki perasaan teralienasi atau deprivasi. Mereka merasa terasing dari lingkungannya. Alhasil mereka mudah dimasuki oleh paham-paham radikal dan intoleran.

"Semakin responden mendukung nilai demokrasi maka potensi intoleransi sosial keagamaannya akan semakin rendah. Mayoritas Muslim Indonesia sebanyak 72 persen menolak tindakan radikal. Hanya 7,7 persen yang bersedia melakukan tindakan radikal bila ada kesempatan dan hanya 0,4 persen yang pernah melakukan tindakan radikal," tutur Yenny.

Indonesia, kata Yenny, memiliki modal besar untuk mengatasi masalah intoleransi. Modal besar ini adalah Pancasila dan Demokrasi.

Berdasarkan survei Wahid Foundation, 82,3 persen rakyat Indonesia masih mendukung Pancasila dan UUD 1945. Responden memandang Pancasila dan UUD 1945 amat sesuai bagi Indonesia. Selanjutnya, 2,5 persen mengatakan bahwa Pancasila dan UUD 1945 bertentangan dengan Islam dan Indonesia harus menggunakan syariat Islam seutuhnya.

Lalu, apa yang dapat dilakukan pemerintah pusat? Yenny mengatakan, untuk mengatasi masalah intoleransi dan radikalisme, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama dapat mengembangkan modul-modul pembelajaran penguatan hak-hak kewarganegaraan, toleransi dan perdamaian di lingkungan sekolah atau kampus. Sedangkan pemerintah daerah wajib tegas untuk tidak memfasilitasi atau memberi dukungan terhadap kelompok-kelompok yang melakukan aksi-aksi intoleran dan radikal.

"Kita sebagai warga negara ya harus menguatkan kesadaran diri untuk melaksakan nilai-nilai Pancasila yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Yenny.



Sumber:Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Data KPU: Ahok-Djarot 42,96%, Anies-Sandi 40,01%, Agus-Sylvi 17,02%

Ahok-Djarot meraup 2.315.372 suara, Anies-Sandi 2.156.429 suara, dan Agus-Sylvi 917.457 suara.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2017

Mendesak, Pembangunan Tanggul A untuk Hadapi Rob

Tanggul Laut Tahap A merupakan tahap pertama dari tiga tahap dalam Proyek Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (NCICD).

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2017

Warga Ingin Bekasi Lebih Maju dan Sejahtera

"Seorang pemimpin adalah refleksi dari keinginan masyarakatnya,” kata Neneng.

MEGAPOLITAN | 17 Februari 2017

Ini Penyebab Gagalnya Ahmad Dhani di Bekasi

Dhani dinilai terlalu banyak berpolitik di Jakarta dan tidak mengejar suara di Bekasi.

MEGAPOLITAN | 16 Februari 2017

BNN Jadikan Rumah Bandar Narkoba untuk Kantor Operasional

Pony Tjandra adalah salah satu bandar jaringan Aceh dengan nilai transaksi mencapai Rp 600 miliar.

MEGAPOLITAN | 16 Februari 2017

Lembaga Survei Mana yang Akurat Memprediksi Hasil PIlgub DKI?

Sebagian besar lembaga survei memprediksi Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang melaju ke putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017.

MEGAPOLITAN | 16 Februari 2017

VIDEO: KPU DKI Fokus Perbaiki Daftar Pemilih

KPU Jakarta ingin memastikan bahwa seluruh warga Jakarta yang memenuhi syarat sebagai pemilih dapat menggunakan hak pilihnya di putaran kedua.

MEGAPOLITAN | 16 Februari 2017

Kecuali PDIP, Partai Pendukung Kurang Ngotot Menangkan Ahok-Djarot

Bantuan parpol bukan cuma muncul di pertunjukan televisi, tetapi harus ikut terjun ke lapangan mendekati akar rumput.

MEGAPOLITAN | 16 Februari 2017

Djarot Akan Jajaki Komunikasi Politik Dengan Partai Pendukung Agus-Sylvi

Menurutnya, tim kampanye partai yang akan melakukan komunikasi politik dengan partai pendukung Agus-Sylvi.

MEGAPOLITAN | 16 Februari 2017

Polisi Pelajari Laporan Keributan di TPS Petojo

Polisi sedang mempelajari laporan kedua belah pihak sebelum diproses lebih lanjut.

MEGAPOLITAN | 16 Februari 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS