Kekuatan Diplomasi Maritim Indonesia Terus Diperkuat
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kekuatan Diplomasi Maritim Indonesia Terus Diperkuat

Kamis, 14 November 2019 | 14:48 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia diharapkan dapat terus membangun kekuatan maritim yang kedepannya memiliki tantangan semakin berat. Sebagai negara kepulauan, pembangunan kekuatan maritim dapat dijadikan tolok ukur kejayaan Indonesia di masa yang akan datang.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana (Purn) Marsetio mengingatkan, potensi konflik laut China Selatan adalah konflik maritim terbesar saat ini. Tiongkok sebagai pesaing Amerika Serikat telah mempengaruhi kawasan Asia pasifik melalui perang dagangnya.

"Perang ke depan tidak akan terjadi di Eropa ataupun Timur Tengah. Tetapi besar kemungkinan terjadi di Laut China Selatan," kata Marsetio, dalam orasi ilmiah saat Sidang Senat Terbuka Wisuda Dikreg Seskoal Angkatan ke-57 dan Dies Natalis Seskoal 2019 di Auditorium Yos Sudarso, Seskoal, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).

Menurutnya, era saat ini pemahaman sea power harus dapat diaplikasikan dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara. Semuanya harus berlandaskan pada lima pilar kebijakan maritim, yakni budaya maritim, sumber daya maritim, infrastruktur maritim, diplomasi maritim dan pertahanan maritim.

Dikatakan Marsetio, saat ini Tiongkok telah menyelesaikan pembangunan landasan pulau buatan bernama Fiery Cross di wilayah sengketa Laut China Selatan. Tiongkok bahkan sudah mengklaim pulau tersebut adalah bagian dari kedaulatannya. Karena itulah dibutuhkan pendekatan strategi maritim agar Indonesia dapat menegaskan posisinya di Laut China Selatan.

Presiden Joko Widodo di KTT ASEAN ke-33, 34, dan 35 pun sudah mengantisipasi kondisi tersebut melalui pandangan bersama ASEAN tentang indopasifik dengan mengedepankan prinsip keterbukaan, inkusifitas, transparan, dan penghormatan.

"Dengan diplomasi maritimnya, beliau mendukung yang dinamakan kebersamaan ASEAN," ucap Marsetio.

Saat ini, Presiden Jokowi pun dianggapnya terus konsisten mendukung agenda kemaritiman nasional. Semua dilakukan melalui sea power sebagai input, yakni memperbaiki elemen-elemen kekuasan nasional di laut. Diantaranya aparat penegak hukum, industri pertahanan maritim, sumber daya alam, hingga perbaikan sumber daya manusia.

"Sea power Indonesia harus bisa rangkul kekuatan maritim dunia. Kita sudah punya konsep sea power. Kekuatan TNI pun harus berperan di kawasan ASEAN," ucapnya.

Dikatakan, bangsa Indonesia bisa jadi bangsa maritim yang besar jika penuhi lima prioritas yakni terkait reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi, pembangunan SDM, dan penggunaan APBN secara efisien.

"Indonesia bisa menjadi negara ekonomi terbesar keempat setelah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Semuanya dapat tercapai bila kita semua memiliki komitmen menjaga kekuatan maritim," kata Marsetio.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Hari Ketiga Pendaftaran CPNS di Jatim Capai 2.362 Orang, Terbanyak Melamar ke Kemkumham

Mengingat banyaknya pendaftar CPNS, Anom mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tertipu calo.

NASIONAL | 14 November 2019

Ahok Dinilai Lebih Cocok Jadi Dewas KPK

"Jika benar Ahok ditempatkan sebagai Komut di Pertamina, maka itu merupakan penempatan yang kurang pas."

NASIONAL | 14 November 2019

Gubernur Sumut Belum Tahu Ada Pelaku Teror yang Kabur

Edy mengimbau masyarakat yang kemungkinan jika mengetahui terkait informasi dan keberadaan teroris, melapor ke pihak berwajib.

NASIONAL | 14 November 2019

Bom Medan, Gubernur Jatim Minta Masyarakat Tenang, tetapi Tetap Waspada

Apapun alasannya aksi terorisme tidak dapat dibenarkan maupun ditoleriansi.

NASIONAL | 14 November 2019

Ini Identitas 7 Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Kecelakaan terjadi karena bus dari PO Sinar Jaya yang dikemudikan Sanudin melaju dari Cikopo ke Palimanan oleng hingga melewati parit pemisah jalur.

NASIONAL | 14 November 2019

Dedi Mulyadi: Pembakar Hutan Setara Teroris!

Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi menilai, pelaku pembakaran harus disamakan dengan seorang teroris.

NASIONAL | 14 November 2019

Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Jadwalkan Periksa Legislator Sumut

Akbar Himawan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait proyek dan jabatan di lingkungan Pemkot Medan yang menjerat Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin.

NASIONAL | 14 November 2019

Dandim Yogya Minta Masyarakat Waspadai Perpecahan Akibat Perbedaan

Perang masa depan yang cenderung bersifat proxy dan hybrid akan memanfaatkan segala isu baik ideologi, politik, ekonomi, maupun sosial budaya dan pertahanan keamanan.

NASIONAL | 14 November 2019

Kemdikbud Kaji Usulan Menhan Prabowo

Menhan Prabowo Subianto mengatakan mahasiswa bisa menjadi komponen cadangan untuk pertahanan militer negara.

NASIONAL | 14 November 2019

Kecelakaan di Tol Cipali Tewaskan Tujuh Orang

Kecelakaan maut ini melibatkan dua unit bus,yakni bus Arimbi Jaya Agung nopol B-7168-CGA dengan bus Sinar Jaya bernopol B-7949-IS.

NASIONAL | 14 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS