Pusako: RUU Ciptaker Rentan Disusupi Pasal Titipan
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pusako: RUU Ciptaker Rentan Disusupi Pasal Titipan

Senin, 4 Mei 2020 | 10:14 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Pembahasan Rancangan Undang-undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) akan rawan disusupi pasal titipan. Pasal titipan terjadi karena adanya metode “jalan cepat” dan itu sudah dialami beberapa negara, seperti Kanada dan Amerika Serikat.

“Secara metode, prosedur ombinus bill memang sudah diterapkan di berbagai negara. Proses ini, pada awalnya dianggap menjadi jalan cepat, karena dianggap langsung bisa memangkas anggaran rapat dan waktu pembuatan undang-undang, ketimbang harus dibuat satu persatu. Namun, kritik ini kemudian muncul di Kanada dan AS karena dinilai rawan terjadi pasal titipan dan penyimpangan dalam UU itu,” tutur Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari dalam diskusi daring bertema “Pro-Kontra RUU Cipta Kerja (Omnibus Bill)” yang digelar Minggu (3/5/2020) sore.

Dalam diskusi yang digelar atas kerja sama PSHTN FHUI dan Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas itu Feri menjadi sebagai salah satu pembicara. Ia memberi pandangan dari perspektif proses legislasi atau pembentukan undang-undang.

Feri mengatakan, salah satu metode yang dimunculkan kemudian untuk mengurangi pasal titipan yang akan dimunculkan adalah omnibus bill dengan satu tema seperti yang dilakukan pada UU Pemilu.

“Bila omnibus bill RUU Ciptaker ini tetap diteruskan, ia dapat menjadi salah satu hal yang berbahaya dan menjadi salah satu warisan otoritarianisme legislasi ke depannya dari pemerintah Jokowi,” kata dia.

Cukup Satu Tema
Pembicara lainnya, Alghiffari Aqsa mengatakan, menciptakan omnibus law dengan ribuan halaman dapat mengancam hak konstitutionalitas warga negara. Secara materi, ini akan menghadirkan 79 UU baru yang tidak sesuai dengan keinginan awal, karena hal yang dibahas hanya serba sedikit dari semua undang-undang yang direvisi, sementara substansi lain dari semua UU itu masih tetap berlaku.

Hal ini nantinya berpotensi ‘meruntuhkan’ bangunan atau konsep awal dari undang-undang yang pasal-pasalnya direvisi oleh omnibus law ini. Setiap klaster, misalnya perburuhan, memiliki beberapa undang-undang yang harus dibahas. Apabila tujuannya penyederhanaan, maka lebih baik UU tersebut dibahas dalam satu tema saja.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

86 Warga Jabar yang Baru Pulang dari Arab Saudi Jalani Karantina di Cimahi

Hasil pemeriksaan itu akan menentukan langkah perawatan yang bakal diberikan kepada 86 penghuni pusat isolasi tersebut.

NASIONAL | 3 Mei 2020

PSBB Provinsi Jabar, Kepala Daerah Diminta Batasi Pergerakan higga 30%

Idealnya (pengurangan pergerakan) mendekati 30%. Kalau bisa jaga pergerakan sampai 30%, itu akan lebih efektif,

NASIONAL | 4 Mei 2020

Beban RUU Ciptaker Akan Menumpuk di Presiden

"Dalam hal perizinan, kewenangannya ditarik ke presiden. Hal ini berarti akan banyak sekali Keppres tentang perizinan yang harus ditandatangani presiden."

NASIONAL | 4 Mei 2020

SIG dan Satgas Bencana Nasional BUMN Jateng Serahkan Bantuan Alkes dan APD

Pemberian bantuan Alkes dan APD tersebut diharapkan dapat membantu penanganan pasien di Rumah Sakit secara optimal.

NASIONAL | 3 Mei 2020

Kasad Instruksikan Puskesad Bantu Alkes 69 Rumah Sakit AD

Pendistribusian dilakukan Mabesad serta Bekangad.

NASIONAL | 4 Mei 2020

Dewan Pers Ajak Pers Jalankan Kontrol Sosial

Pers harus menjadi rumah penjernih (clearing house) di dalam menyampaikan pemberitaannya.

NASIONAL | 4 Mei 2020

Pasien Positif Covid-19 di Jambi Bertambah 6 Orang

Pasien positif virus corona (Covid-19) di Provinsi Jambi bertambah enam orang, sehingga jumlah pasien positif hingga Senin (4/5/2020) menjadi 37 orang.

NASIONAL | 4 Mei 2020

Pemprov Jatim Siapkan RS Darurat Covid-19

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan rumah sakit (RS) darurat Covid-19, di Puslitbang Humaniora Surabaya dengan kapasitas hingga 200 bed.

NASIONAL | 4 Mei 2020

Akibat Kesalahan Sistem Rujukan, Bayi Diduga Covid-19 Meninggal Dunia

Terdapat beberapa permasalahan, terutama soal lemahnya sistem rujukan dari rumah sakit jejaring dengan rumah sakit rujukan Covid-19.

NASIONAL | 4 Mei 2020

Razia PSBB, 5 Orang di Sidoarjo Diduga Positif Covid-19

Sebanyak lima orang diduga positif virus corona atau Covid-19 setelah terjaring dalam razia penerapan larangan jam malam pada PSBB di Sidoarjo.

NASIONAL | 4 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS