Dugaan Aliran Dana ke Eks Jampidsus, Aspri Imam Nahrawi Diperiksa Kejagung
INDEX

BISNIS-27 431.53 (2.99)   |   COMPOSITE 4906.55 (19.82)   |   DBX 934.495 (0.89)   |   I-GRADE 129.531 (0.72)   |   IDX30 408.573 (2.45)   |   IDX80 107.231 (0.54)   |   IDXBUMN20 271.434 (1.2)   |   IDXG30 114.42 (0.57)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.43)   |   IDXQ30 119.596 (0.74)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.42)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.25)   |   IDXV30 101.606 (0.9)   |   INFOBANK15 772.076 (7.03)   |   Investor33 357.854 (2.54)   |   ISSI 144.258 (0.31)   |   JII 521.112 (2.16)   |   JII70 177.199 (0.53)   |   KOMPAS100 960.444 (5.61)   |   LQ45 749.999 (4.19)   |   MBX 1355.95 (6.1)   |   MNC36 267.764 (1.73)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.47)   |   SMInfra18 232.762 (1.02)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.31)   |  

Dugaan Aliran Dana ke Eks Jampidsus, Aspri Imam Nahrawi Diperiksa Kejagung

Rabu, 20 Mei 2020 | 08:25 WIB
Oleh : Fana F Suparman / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Miftahul Ulum, asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Selasa (19/5/2020).

Pemeriksaan dilakukan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran Ulum saat ini merupakan tahanan dan sedang menjalani proses persidangan kasus dugaan suap dana hibah KONI dan gratifikasi.

"Berdasarkan Informasi yang kami terima, atas seizin Majelis Hakim, Miftahul Ulum hari ini diperiksa oleh tim penyidik dari Kejaksaan Agung. Sebagai bentuk Koordinasi antar Apgakum, KPK melalui Korsupdak fasilitasi tempat pemeriksaan," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2020).

Sebelumnya, saat bersaksi untuk terdakwa Imam Nahrawi Jumat (15/5/2020), Ulum mengungkap adanya dugaan aliran dana kepada sejumlah pihak. Salah satunya, mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman. Ulum menyebut uang sebesar Rp 7 miliar itu diduga untuk pengamanan perkara di Kejaksaan Agung.

Ali Fikri enggan mengungkap materi yang didalami tim Kejaksaan Agung saat memeriksa Ulum. Menurutnya, hal itu lantaran materi peneriksaan telah menjadi ranah Kejaksaan Agung.

"Mengenai materi pemeriksaan yang bersakutan (Ulum), KPK tidak bisa menyampaikan karena hal tersebut tentu menjadi ranah dari tim Kejaksaan Agung," katanya.

Seusai diperiksa, Ulum mengakui diperiksa tim Kejaksaan Agung terkait kesaksiannya di persidangan.

"Diperiksa sama Kejaksaan. Terkait pernyataan saya di sidang," kata Ulum.

Namun, Ulum enggan membeberkan lebih jauh mengenai materi yang didalami tim Kejaksaan. Ulum mengatakan akan menyampaikannya saat diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan nanti.

"Besok aja lah ketika pemeriksaan terdakwa," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, pemeriksaan terhadap Ulum pada hari ini terkait dengan penyidikan dana hibah KONI yang ditangani Kejaksaan Agung. Sementara terkait pernyataan Ulum mengenai dugaan aliran dana ditangani oleh tim penyelidik Kejaksaan Agung.

"Penyidikan perkara dugaan Tipikor Dana Hibah Koni Tahun 2017 sedang berjalan dan sesuai agenda pemeriksaan saksi-saksi termasuk saudara Miftahul Ulum hari ini dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Sedangkan terkait dugaan suap kepada Kejagung telah ditangani Tim Penyelidik," katanya.

Hari menegaskan, sejak munculnya pemberitaan mengenai dugaan aliran dana kepada pihak Kejaksaan Agung, Jampidsus telah memerintahkan tim penyelidik untuk mengumpulkan data dan keterangan kepada pihak-pihak terkait. Untuk itu, dugaan tersebut belum ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"Sehingga belum dapat ditingkatkan ke tahap berikutnya, dan untuk diketahui bahwa penyidikan perkara dugaan tipikor dana hibah KONI tahun 2017 oleh Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jam Pidsus masih tetap berjalan dan dalam proses pengumpulan bukti-bukti," katanya.

Di sisi lain, Hari mengatakan kesaksian Ulum tidak membuktikan adanya aliran dana kepada pihak Kejaksaan Agung. Hal ini lantaran dalam keterangannya di persidangan, Ulum tidak menyebut pihak yang memberikan dan menerima uang tersebut.

"Keterangan tersebut menurut saya tidak jelas karena tidak membuktikan adanya penyerahan uang Rp 7 miliar kepada Kejaksaan Agung yaitu siapa yang menyerahkan dan siapa yang menerima, sehingga keterangan Ulum yang hanya menduga bahwa Pak Adi Toegarisman menerima uang Rp. 7 miliar tidak ada bukti pendukungnya. Namun demikian tentunya Tim akan mendalami keterangan saudara Ulum tersebut," katanya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPU dan Bawaslu Diingatkan soal Hantu Politik Uang di Pilkada

"Pilkada serentak itu adalah sarana kita beribadah. Jadi jangan sampai kualitas pemilu kita dibajak oleh orang-orang berduit."

NASIONAL | 20 Mei 2020

Yayasan Sahati Bantu Warga Tak Terdaftar Terima Bantuan Pemerintah

"Jadi hari ini kita memulai untuk mendistribusikan 2.500 paket bahan pokok yang sudah di-setting dan data khusus untuk masyarakat yang sangat membutuhkan."

NASIONAL | 20 Mei 2020

Penggugat Tak Puas Jika Jokowi Tak Hadir di MK

"Kami maju terus dan tidak akan pernah berhenti untuk berjuang membatalkan kekebalan absolut pejabat Pasal 27 UU 2 tahun 2020."

NASIONAL | 20 Mei 2020

16 Tenaga Medis di Probolinggo Positif Covid-19

Hingga Selasa (19/5/2020) malam, sebanyak 16 tenaga medis dan pegawai rumah sakit di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terkonfirmasi positif Covid-19.

NASIONAL | 20 Mei 2020

Indonesia Diminta Kurangi Ketergantungan Impor Alat Kesehatan

Bangsa kita masih menjadi bangsa yang bangga menggunakan produk impor. Kita bisa belajar industri dari negara yang dekat seperti Jepang, Korea, dan lainnya.

NASIONAL | 20 Mei 2020

Bantu 6 Ton Gula, Sunarko: Semoga Bisa Ringankan Prajurit Kopassus

Kehadirannya di Kopassus mengingatkan masa lalu. Sunarko mengaku selalu bangga dengan Kopassus karena sebagai prajurit Kopassus selalu menjadi patriot.

NASIONAL | 20 Mei 2020

Larangan Mudik, 9.092 Kendaraan di Tol Cikarang Barat Dialihkan

Menurut Kementerian Perhubungan, sebanyak 9.092 kendaraan dialihkan di Tol Cikarang Barat sejak diberlakukannya Permenhub No. 25 tahun 2020.

NASIONAL | 14 Mei 2020

KSP Salurkan Donasi 5.000 APD

Bantuan tersebut akan segera diserahkan langsung kepada gugus tugas dan rumah sakit yang membutuhkan.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Belajar di Tengah Pandemi Harus Masuk Cetak Biru Pendidikan

Ini penting agar ke depannya dunia pendidikan Indonesia tidak tergagap-gagap bila kembali dihadapkan pada kondisi serupa.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Kampus Swasta Mulai Tahun Ajaran Baru dengan Fleksibel

Kampus juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan perbaikan nilai berupa tugas hingga semester pendek.

NASIONAL | 19 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS