Yunus Sani Diduga Dibunuh dan Dimutilasi Kelompok Separatis Bersenjata
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Yunus Sani Diduga Dibunuh dan Dimutilasi Kelompok Separatis Bersenjata

Senin, 1 Juni 2020 | 07:32 WIB
Oleh : Robert Vanwi Isidorus / YS

Jayapura, Beritasatu.com - Baru sepekan berlalu seusai penyerangan petugas medis di Intan Jaya, di mana salah satu di antaranya tewas, kini, Kelompok Separatis Bersenjata atau OPM kembali menebar teror terhadap warga sipil.

Salah satunya, Yunus Sani (40 tahun), warga asli Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya. Yunus menjadi korban kekejian kelompok separatis Jumat (29/5/2020) lalu. Korban yang berprofesi sebagai petani kebun ditembak hingga tewas. Tidak hanya itu, tubuhnya bahkan dimutilasi

Dari rilis yang diterima SP dari Pendam XVII Cenderawasih, Senin (1/6/2020) pagi menyebutkan, kabar penembakan diperoleh dari salah seorang Pastor Gereja Mbegulo, Niko Wakey.

Niko menjelaskan, insiden penembakan bermula ketika dirinya sedang mengantar anaknya dari Enarotali, ibukota Kabupaten Paniai. Saat hendak kembali ke Kampung Mbegulo, di tengah perjalanan tepatnya di Kampung Megataga, Distrik Wandai terdengar bunyi tembakan kurang lebih sebanyak 8 kali.

Setelah bunyi tembakan reda, Niko Wakey melihat KKSB atau OPM turun dari Kampung Magataga dan akan menghampiri dirinya.

"Saat menghampiri saya, KKSB atau OPM menyampaikan bahwa telah membunuh korban Yunus Sani," ungkap Niko.

Selanjutnya setelah KKSB atau OPM pergi, Niko Wakey menghampiri jasad korban Yunus Sani yang telah dibungkus dengan karung.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan, kelompok separatis seakan menebar virus untuk mencabut nyawa saudaranya sendiri, sesama orang asli Papua

"Ini sangat biadab, tidak benar. Apapun alasan mereka, tidak dibenarkan tindakan penembakan dan mutilasi warga sipil di Papua," tegas kapendam.

Sepekan lalu, kelompok separatis juga menyerang dua petugas medis, Ale Melik Bogau yang merupakan Kepala Puskesmas Kampung Wandai dan Heniko Somau, pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya. Mereka diserang saat membawa obat-obatan untuk warga.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pentolan KKB Pilia Dibekuk

Oniara Wonda yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu dilumpuhkan dengan timah panas pada betis sebelah kanan, karena berusaha melawan petugas.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Freeport Indonesia Buka Laboratorium Rujukan Covid-19 untuk Papua

PTFI juga membantu masyarakat dengan menggunakan mesin Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan laboratoriumnya untuk menganalisa sampel tes swab.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Warga Kalimantan tuntut UU Minerba dibatalkan

UU itu memberi kewenangan sebesar-besarnya ke perusahaan tambang mengembangkan bisnisnya tanpa memperdulikan aspek sosial, ekonomi, bahkan keselamatan warga.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Masyarakat Bengkulu Tolak UU Minerba

"Dengan adanya UU Minerba ini kami merasa tidak ada keberpihakan pemerintah kepada kami. Lubang tambang dibiarkan, akses jalan petani dirusak, sawah dirusak."

NASIONAL | 1 Juni 2020

Disbun Kaltim: Harga TBS Turun Dampak Pandemi Covid-19

harga TBS sepanjang Mei 2020 berkisar Rp 1.230-Rp 1.390 per kilogram atau mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang Rp 1.500/kg.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Sempat Longsor, Satu Lajur di Tol Semarang-Solo Kini Dapat Dilewati

Kejadian ini diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga tebing yang berada di samping jalan tol longsor.

NASIONAL | 1 Juni 2020

Guru Besar UGM: Pandemi Covid-19 Momentum Tepat Berhenti Merokok

Yayi Suryo Prabandari menyebutkan pandemi Covid-19 merupakan momentum yang tepat bagi masyarakat Indonesia, khususnya para perokok untuk berhenti merokok.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Disambut Antusias, Lomba Senam SAH Kempora Memasuki Periode II

Babak lomba senam virtual Stay at Home Kempora kali ini dapat diikuti oleh peserta individu dan menggunakan platform media sosial Facebook.

NASIONAL | 31 Mei 2020

PSBB Tangerang Raya Akan Diperpanjang Jelang Normal Baru

Pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Tangerang Raya berencana akan memperpanjang masa Pemberlakuan PSBB sebelum memasuki fase new normal atau normal baru.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Pasien Positif Covid-19 di Cirebon Bertambah dari Pedagang Pasar

Pedagang tersebut langsung diisolasi di Rumah Sakit, karena yang bersangkutan juga mengalami gejala klinis seperti nyeri otot, mual, lemas dan lainnya.

NASIONAL | 31 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS