Tjahjo: Penerapan Manajemen Talenta ASN Dinilai Penting
INDEX

BISNIS-27 434.406 (0)   |   COMPOSITE 4934.09 (0)   |   DBX 924.804 (0)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 413.425 (0)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 776.883 (0)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 144.765 (0)   |   JII 523.909 (0)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 966.07 (0)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1366.8 (0)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 258.891 (0)   |   SMInfra18 233.321 (0)   |   SRI-KEHATI 303.606 (0)   |  

Tjahjo: Penerapan Manajemen Talenta ASN Dinilai Penting

Kamis, 25 Juni 2020 | 15:51 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menegaskan, manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat penting diterapkan. Melalui manajemen talenta, potensi dan pengembangan para ASN senantiasa dipantau.

"Kita harus menerapkan manajemen talenta. Melalui manajemen talenta, pegawai-pegawai sudah sejak dari awal rekrutmen terus dimonitor potensi- potensinya. Diberikan pengembangan, penugasan-penugasan yang menantang, penugasan magang, tugas-tugas kepemimpinan," kata Tjahjo dalam seminar daring bertajuk "Jalan Menuju Asn Unggul Pasca Pandemi, Kamis (25/6/2020).

ia melanjutkan, "Akhirnya organisasi memiliki informasi yang lengkap tentang potensi yang dapat dimanfaatkan bagi organisasi. Mereka inilah yang dirancang untuk menggantikan para pemimpin terdahulu, sehingga ambil alih tongkat kepemimpinan dapat berlangsung dengan mulus, tidak menimbulkan gejolak yang mengganggu kinerja organisasi."

Tjahjo menyatakan ASN unggul perlu didukung dengan sistem kerja yang mendorong potensi terbaik kinerja. Pemerintah kini harus mengembangkan sistem kerja yang fleksibel. ASN bisa bekerja paruh waktu, pilihan waktu, dan tempat, pemadatan waktu kerja, pembagian beban kerja, dan bentuk lainnya.

Tjahjo menuturkan, penyesuaian sistem kerja ternyata memerlukan dukungan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. Diperlukan aplikasi-aplikasi layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik seperti e-office, sistem aplikasi perencanaan dan penganggaran, monitoring dan evaluasi. Selain itu sistem informasi kepegawaian dan lainnya.

"Kita juga memerlukan aplikasi-aplikasi komunikasi dan kolaborasi seperti video/web conference, email, media sosial. Kita juga memerlukan aplikasi pendukung lainnya seperti presensi mobile, cloud storage, virtual private network (VPN)," ungkap mantan menteri dalam negeri tersebut.

Tjahjo mengatakan, pemerintah pun mendorong seluruh ASN terus menerus belajar. Tidak hanya secara individu, tetapi juga dalam kelompok, di unit kerja, maupun dalam lingkup organisasi, bahkan dari pihak eksternal. Dengan demikian, lanjut Tjahjo, ASN memiliki kemampuan unggul untuk merumuskan kebijakan-kebijakan, dan melakukan inovasi- inovasi pemerintahan.

"Itulah yang menurut saya langkah-langkah yang harus kita dilakukan dalam beberapa tahun ke depan, untuk meletakkan dasar bagi mewujudkan ASN yang unggul, yang memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dalam merespons perubahan," kata Tjahjo.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Birokrasi Kelas Dunia Sulit Terwujud Tanpa ASN Unggul

"Pada 2024 pemerintah ingin birokrasi kelas dunia, tapi itu tidak akan terwujud kalau ASN tidak unggul, tidak cerdas, punya inovasi, dan lain-lain."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Aturan Pelaksanaan Normal Baru Harus Jelas dan Terpadu

"Transisi normal baru saat pandemi, yang terpenting adalah pencegahan Covid-19 yaitu protokol kesehatan harus diperkuat."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Jokowi Instruksikan Kepala Daerah Buat Kebijakan Berdasarkan Data Ilmiah dan Pakar

“Jangan kita membuat kebijakan, membuat policy, tanpa melihat data tanpa mendengarkan saran dari para pakar. Ini berbahaya."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Tanpa Surat Lolos Sensor, KPI Pertanyakan Alasan Gandeng Netfix

"Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian terkait standar tersebut yaitu sensitivitas terkait isu SARA, muatan kekerasan, dan batasan tampilan seksualitas."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Jokowi: Manajemen Krisis Kesehatan dan Ekonomi Harus Seimbang

“Oleh sebab itu, dalam mengelola manajemen krisis ini, rem dan gas ini harus betul-betul seimbang,” kata Jokowi.

NASIONAL | 25 Juni 2020

KPU dan Bawaslu Ajukan Tambahan Anggaran ke DPR

KPU mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 696,6 miliar dan Bawaslu mengajukan perubahan anggaran sebesar Rp 699 miliar.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Kepala BKN: Banyak Pekerjaan Hilang Akibat Pandemi Covid-19

Ke depan diperlukan evaluasi kembali jabatan yang dibutuhkan dan tidak.

NASIONAL | 25 Juni 2020

70% Warga Jatim Tak Pakai Masker

Jokowi juga mengajak semua tokoh agama dan masyarakat di Jawa Timur untuk mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Harimau Sumatera Tewas Diduga Akibat Diracun

Konflik masyarakat dengan harimau di Desa Rantau Panjang, sudah terjadi selama bertahun - tahun.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Putusan soal Siaran FTA Tanpa Izin Dinilai Beri Kepastian Hukum

"Setiap putusan yang mencerminkan hadirnya kepastian hukum dan keadilan bagi yang berhak selalu pantas untuk disyukuri."

NASIONAL | 25 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS